Worship and Teaching, why ?

Sebenernya masih banyak pe-er tulisan yang harus dikerjakan, seakan-akan 24 jam seharipun masih saja kurang. mungkin karena masih menjalankan MISI21 jadi masih terlalu berat pikiran ini menuliskan pengalaman ide yang sudah tersimpan di kepala. Anehnya ide yang baru muncul dalam sekejap tentang tulisan ini, bisa selesei dalam hitungan jam. Memang bukan tulisan yang berat,cukup berat badan aja yang berat.

Okey, masuk kedalam intinya. . .

Awalnya saya merasa dan berpikir, kebanyakan di gereja saat ini bahkan pribadi orang-orang percaya, tidak ada keseimbangan antara penyembahan dan pengajaran.

Ada yang menekankan tentang penyembahan, hingga sampai berjam-jam, nyanyi sampai terharu tetapi hidup mengharukan. secara tidak sadar manifestasi Roh yang dikejar. hingga dengan sendirinya tertanam mindset Allah tidak bekerja luar biasa bila tidak ada manifestasi, ya, Allah sepertinya diam ketika keadaan saat dalam penyembahan tidak terjadi apa-apa, tidak ada yang nangis, tidak ada yang rebah, dan sebagainya.

Ada juga yang menekankan tentang pengajaran, membahas isi Alkitab sampai keakar-akarnya dan bahasa aslinya, hingga mereka lupa untuk apa mereka hidup di dunia ini dan kabar baik yang dari sorga kehilangan kepraktisannya, bahkan mencoba memasukkan Alkitab yang tak terbatas kedalam pikiran yang terbatas.

Saya tidak menentang apalagi apatis dengan kedua hal itu, justru saya sangat mendukungnya, tapi ya meang butuh keseimbangan. Penyembahan dan pengejaran harus pada porsi yang sama dan tidak berat sebelah.

kenapa harus seimbang ?

Ada tiga dimensi dalam manusia yaitu dimensi tubuh, dimensi jiwa, dan dimensi Roh.

Pengajaran masuk kedalam dimensi tubuh, menjangkau da merubah mindset manusia. Pengajaran yang benar membentuk pola berpikir yang benar, pola berpikir yang benar membentuk perilaku yang benar.
Worship masuk kedalam dimensi jiwa, touch the soul and heart.

Sedangkan dimensi Roh adalah perpaduan antara teaching dan worship.

Teaching + worship = Relationship (with God and the other’s people), character, attitude and  the fruits of the Spirits.

Yap, keseimbangan porsi antara teaching dan worship menghasilkan hubungan yang benar baik dengan Allah atau dengan sesama manusia yang lainnya, karakter, sikap dan buah roh. itulah yang dirindukan Allah.

Pengajaran dan Penyembahan TIDAK BISA berdiri sendiri, semua menjangkau area masing-masing, tidak bisa digantikan dan ditukar area penjangkauannya dan sama-sama dibutuhkan.

*definisi dan esensi worship disini masih sangat terlalu kecil sekali dari yang sesungguhnya.

Leave a Reply