Values On Your Life

Hari jumat 26 Februari 2016 yang lalu, Saya dan teman-teman (rudi, moses, weny, nasia) pergi ke acara ‘Starting Right’ yang diadakan oleh IFGF Semarang. Saat mau berangkat menuju IFGF Semarang, Tembalang di guyur hujan lumayan deras. Akhirnya, kita memutuskan pergi ke IFGF dengan menggunakan jas hujan. Sesampainya di IFGF Moses sedikit mengeluh karena jas hujan yang dia pake sedikit bau, ya memang sudah tidak dipungkiri lagi bila jas hujan setelah dipakai tidak di keringkan dahulu akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, intinya kalau jas hujan tidak dirawat dengan baik, maka jas hujan tersebut tidak akan nyaman digunakan kembali.
ses, jas hujanmu ga mbok rawat to ? ‘ tanya saya
‘ini bukan jas hujanku bang, aku belum beli’ jawab moses dengan medok Pemalangnya
‘Kamu nek mau beli jas hujan, beli yang sekalian mahal ses, bahannya bagus, terus kamu pasti sadar buat jaga nya’ saranku

Kenapa harus yang mahal ?

Supaya kita SADAR, ada value di jas hujan yang mahal, saat kita memandang value yang rendah pada suatu benda, cenderung kita tidak merawatnya dengan baik.  Tapi saat kita tau kita mengeluarkan biaya yang tidak murah untuk sebuah value yang tinggi, nature manusia pasti akan menjaga benda tersebut.

Bicara tentang value atau nilai, saya sedikit menyesal kenapa baru mengerti hal ini pada saat sekarang ini, saat masa kuliah sudah berakhir. melakukan sesuatu yang harus dilakukan karena value yang ada didalamnya memang layak dilakukan. Seandainya saja saya sadar ada value yang sangat tinggi dalam relationship, leadership dan stay worship, saya tidak akan bertindak seenak saya sendiri. Dan sepertinya masih banyak anak-anak muda lainnya belum memandang dengan benar pada value yang ada di sekitar mereka. Saya ingin menulis tentang value yang ada dalam benak saya, maaf baru sedikit ngertinya karena baru sadar juga tentang beginian

1. Value dalam pandangan kita akan sesuatu hal mempengaruhi bagaimana kita memperlakukan hal tersebut.

Benar menempatkan value tindakan respon tindakan kita menjadi benar, salah menempatkan value, respon dan tindakan akan menjadi salah.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia KEHILANGAN satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta MENCARINYA dengan cermat SAMPAI ia MENEMUKANYA – Lukas 15:8

Bulan Februari yang lalu, Tuhan memberikan tema sebagai bulan Disiplin dalam Kasih Karunia, banyak yang harus didisplinkan untuk merubah dan memperbaiki habit yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun, dulu sudah terbiasa bangun jam setengah lima pagi untuk saat teduh dan berdoa, namun semenjak skripsi menyerang pola tidur menjadi kacau tak beraturan. Hingga pada akhirnya, dari awal februari mencoba bangun pagi lagi lalu saat teduh dan baca Alkitab, kemudian jogging di stadion minimal 45 menit di lapangan. Pada awalnya saya melakukan semua hal tersebut dengan dasar saya hanya ingin mendisiplinkan hidup saya, saya saat teduh dan membaca Alkitab di pagi hari karena dulu sudah terpola begitu, dan jogging karena ingin kurus. Namun pada akhirnya saya sadar, ada value yang lebih dari sekedar alasan yang saya kemukakan sebelumnya. Saya baru mengerti bahwa bangun pagi untuk saat teduh bersama Tuhan dan membaca Alkitab di pagi hari mempunyai nilai yang sangat berharga. moment pagi hari untuk mengucapsyukur dan berkontemplasi kepada yang Empunya Kuasa lalu mendoakan Nona Manis kemudian berdoa buat yang lainnya  merupakan salah satu moment terbaik yang saya punya setia pagi nya dan ini tidak bisa digantikan ketika matahari sudah mulai naik sedikit lebih tinggi, value di pagi hari menjadi sungguh sempurna dan tidak ingin terlewatkan.
Lalu, tentang jogging, pada awalnya hanya sekedar ingin kurus, namun sekarang investasi kesehatan untuk 10-20 tahun kedepan bahkan lebih jauh lebih penting dari ingin kurus. sebenarnya masih banyak yang sedang saya ubah dan benahi. Namun yang ingin saya tekankan adalah, seberapa hal tersebut mempunyai value dalam hidupmu ? karena tidak sedikit pula yang salah menempatakan value mereka. Siapa sangka satu dirham yang hilang itu sungguh sangat berharga, padahal dia masih mempunyai sembilan dirham yang ada digenggaman tangan, sehingga perempuan tersebut MENCARI SAMPAI MENEMUKAN.

2. Penting belum tentu menjadi yang utama, utama sudah pasti menjadi penting

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu – Matius 6 :31, 33

Setelah kita benar-benar mengetahui value yang sebenarnya dalam hidup kita, yang menjadi tugas selanjutnya adalah bagaimana mengurutkan hal-hal tersebut menjadi urutan yang benar dan tepat. Bukan hanya sekedar tau mana yang mempunyai value yang tinggi dan mana yang mempunyai value yang rendah, tapi juga mana value yang berharga dan utama diantara value yang tinggi/penting.
Makan, Minum dan pakaian merupakan kebutuhan yang manusia yang mendasar dan penting, namun semuanya bukan hal yang utama atau setidaknya makan, minum dan pakaian berada di bawah Mencari Kerajaan Allah dan KebenaranNya.

3. Terkadang, value dihadapan Allah berbeda dengan value dalam pandangan manusia

datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang MAHAL (Narwastu). Minyak itu dicurahkan ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan. Melihat itu, murid-murid gusar dan berkata: Untuk apa PEMBOROSAN ini ? sebab munyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin. tetapi Yesus berkata : ‘mengapa kamu menyusahkan perempuan ini ? Sebab ia telah MELAKUKAN SUATU PERBBUATAN YANG BAIK pada-Ku ; Matius 26 :7-10

Apa yang dilihat suatu PEMBOROSAN bagi sang murid, dilihat sebagai SUATU PERBUATAN BAIK bagi Tuhan. Siapa yang salah ? dan siapa yang benar ? sudah pasti Tuhan tidak pernah salah dan selalu benar. Jadi apakah sang murid tersebut salah ? Murid tersebut tidak salah, hanya saja value yang ada dalam dirinya saat memandang minyak narwastu yang tercurah kelantai berbeda dengan value yang dipandang oleh Allah.
Pada masa-masa saya ingin menyerah dengan Nona, selalu ada-ada saja tanda dari Tuhan yang seakan berkata ‘mbo’an jangan nyerah dulu, terus do’akan dia dan percaya pada-Ku’. Sekali lagi saya tidak bilang saya akan jadi dengan Nona karena Tuhan yang berkata seperti itu, namun biarlah itu tetap menjadi Misteri Ilahi yang nanti akan terjawab dengan berjalannya waktu. saat ini yang saya tahu adalah

“Nona memang tidak sempura, tapi layak untuk diperjuangkan”

Jadi ses, mau beli jas hujan yang mahal apa yang murah ?

Leave a Reply