Upgrade Diri

Kesadaran buat upgrade diri, baik secara tubuh, jiwa, dan roh berawal dari ketika saya sedang jatuh cinta dengan seorang cewek. pada awalnya saya adalah tipe orang yang punya motto ‘let it flow and let it fly’, biarkan saja hidup ini mengalir dan bebaskan kita untuk terbang. tapi dalam aplikasinya dalam dunia nyata, ini miris banget, dan mirisnya saat saya tidak tahu kondisi saya sangat miris.

Banyak perubahan yang saya alami, dalam waktu dua bulan terakhir ini,

  • dari yang dulu gapernah pake sabun muka, pakenya sabun bayi sekarang ga pernah absen
  • Dulu ga pernah peduli dengan kesehatan, sekarang selalu minum air putih sebelum dan setelah tidur.
  • dulu yang kamarnya berantakan, baju dimana-mana, buku berserakan, pulpen pensil ga tau tempatnya dmna, sekarang bisa tersusun rapi.
  • dulu yang ngakunya anak alam liar, bebas berekspresi, sekarang masih jadi pecinta alam, liar, dan bebas, namun sekarang lebih ‘agak’ rapihan.

Sebenernya masih banyak banget perubahan yang saya alamin, sejak perjumpaan pertama dengan wanita kampret itu. nanti bagian kampret nya di ceritain di kemudian hari, bahas yang ini aja dulu. tentang kesadaran diri saya kenapa saya harus meng-uprade-diri-saya.
Saya akui, kesadaran saya buat melakukan semua itu karena saya lagi suka, demen gitu sama mahasiswi, yang jelas cewek. iyalah cewek -__-”.
ga tanggung-tangung men, sekalinya suka sama anak kedokteran cantik pulak. seketika itu juga saya bercermin *ga seketika juga deng*. saya memikirkan, orang yang di dalam cermin itu sambil bertanya dalam hati.

“nih orang, cocok ga sih kalo ndampingin seorang dokter ?”

Dan dengan cepat dan jelas, ada paduan suara di dalam hati yang yang bernyanyi serentak dengan satu nada berkata :

TIDAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKS

seketika itu juga saya sadar, banyak yang harus saya rubah dalam diri dan hidup saya.
emang ya, cinta itu merubah segalanya. . itu kampret  nama nya

Ada yang bilang kamu harus jadi dirimu sendiri, gausah banyak tipu-tipu atau mengkamuflasekan diri sendiri, itu bener banget dan saya sangat setuju dengan hal itu.

tapi masalahnya masa iya kita ga berubah ? masa iya kondisi tubuh kta gitu-gitu aja ? masa iya keadaan spiritual dan roh kita ga ada perubahan.

ITU MAH BEGO NAMA NYA (btw, ini gue yang dulu)

Ya kalo kondisi kita, keadaan kita pribadi sudah menjadi pribadi yang luar biasa tanpa cacat cela dan siap di kurbankan, sih ya ga papa juga. tapi kalo kamu harus tau ga ada manusia yang sempurna *yang sempurna cuma lagu Andra dan Tulang Belakang* di nyanyiin lagi sama nona manis yang buat jatuh hati (Gita Gutawa).

Yak, mahasiswi kedokteran itu membuka mata hati, bathin, dan pikiran saya untuk mengUPGRADE diri saya, supaya pantas mendampingi dia (Padahal juga sekarang status kita ga jelas, malah makin parah)

yang jelas, saya sedang mencoba memantaskan diri saya untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi, dengan dasar KASIH KARUNIA TUHAN pastinya.

Terlepas nanti saya jadi menikah dengan dia atau tidak *PLISSSS TUHAN, Jadi ya. .  iyaa dong yayayayayaa * saya menyerahkan semua keputusan di tangan Agung Sang Bapa yang Maha Kuasa. saya akan terus belajar dan berusaha *tanpa paksaan* untuk menjadi pribadi dengan lebih baik lagi. baik tubuh, jiwa dan roh saya.

*Anggap aja bersambung*

 

Leave a Reply