Saat jalan mu terasa berputar

Okay, ini tulisan pertamaku di blog ini di tahun 2016. sebelumnya sempet buat blog tapi sudah penuh dengan sarang laba-laba.
Awal tahun ini, sering banget aku ngerenungin sesuatu tentang jalan hidup ku pribadi, baik itu yang sudah ku tempuh maupun yang akan ku tempuh, secara tahun 2016 bukan tahun yang biasa-biasa aja seperti tahun-tahun sebelumnya saat aku berada di Semarang.
Tahun 2016 adalah tahun penentuan kemana jalan hidupku selanjutnya, bersama siapa aku menjalani hidup ini. iya , secara dapet panggilan church planter dan  ga ngeti apa-apa tentang begituan, kan jadi bingung aja, CUMA MODAL PERCAYA aja, kalo KASIH KARUNIA sedang melanda Indonesia.
SAAT NYA BACK TO TOPIC
Jadi awal-awal di tahun 2016, aku ngerenungin perjalanan yang sudah aku lalui bersama Tuhan, tetiba terpikir
kok rada aneh ya perjalanan hidupku. . .
kok jalan yang ku lalui sedikit berbeda dengan jalan yang orang kebanyakan lalui. . .
kok jalan yang aku lewati itu menanjak, berputar, dan sangat terjal. . .
Kenapa bisa kepikiran begitu ?

  1. Aku di ciptakan Tuhan dengan pola pemikiran yang ‘agak’ berbeda dengan orang-orang kebanyakan, bahkan pola pikirku ini sedikit kurang ajar, sedikit loh.
  2. Pengajaran yang aku pegang dalam hidupku, “KASIH KARUNIA”  yang sudah dianggap seshat oleh beberapa ahli teologi, padahal menurutku apa yang merka tuduhkan berbeda dengan apa yang Pengajar Kasih Karunia ajarkan
  3. Masalah hati, ini yang paling ribet. kenapa Tuhan suruh aku mendoakan seseorang yang sudah jelas mengacuhkan bahkan menolakku, jadi ampe sekarangpun udah ga pake rasa-rasa lagi.

Kok Jalan ku berbeda ya Tuhan ?
Akhirnya aku mendapatkan rhema waktu koh Yoel kotbah di getsemani.
Tetapi Allah menuntun bangsa itu “BERPUTAR” melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.
TUHAN “BERJALAN” di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
Dengan tidak beralih “TIANG AWAN” itu tetap ada pada siang hari dan “TIANG API” pada waktu malam di depan bangsa itu. – Keluaran 13:18,21-22
Jadi ini rhema yang bisa ku ambil

  1. Tuhan emang sengaja membuat jalanku sedikit agak berputar. karena Dia tahu jalan itu jalan yang terbaik untuk ku lalui
  2. Sekalipun aku jalan d jalan yang ‘berputar’ Tuhan ada berjalan di depanku
  3. Dalam hidupku setiap saat ada “Tiang Awan’ dan ‘Tiang Api’

Seperti jawaban yang sangat klise sekali, tapi emang begitu adanya, terkadang sesuatu yang sederhana ini menyentuh sampai kedalaman hati yang paling dalam.
Au percaya Tuhan berjalan di depanku, dan Tiang Awan dan Tiang Api ada dalam setiap aspek dalam kehidupan ku

Leave a Reply