The GIFT : Ternyata cinta sedingin dan sebrutal itu

Kisah tentang satu perempuan yang mematahkan hati dua laki-laki namun tetap saja tidak bersalah.

Pertama kali melihat trailer dari film The Gift, ada rasa yang adem diliat. Perpaduan antara romansa dinginnya cerita antara orang yang buta dan orang yang berada dalam imajinasi yang luas. Baru kali ini gue memutuskan liat film karena trailer doang. Karena emang bagus sih.

“Saya buta, bukan mati rasa”

Tak banyak cing-cong, dua hari setelah rilis di bioskop, akhirnya gue nonton film ini. Jumat siang pergi, dan langsung beli tiket jam 1 siang. Masuk bioskop ternyata hanya empat orang yang ada disitu, gue sendiri, satu pasang orang berpacaran dan juga satu perempuan berhijab yang ga gue tau namanya. Lagian siapa juga mau nonton bioskop siang hari kalo ga niat banget ini mah wkwkwkwk.

the gift
Nonton sendiri ~ ehe

The Gift bercerita tentang Tiana (Ayushita), seorang novelis yang menetap sementara di Jogja untuk mencari inspirasi novel terbarunya. Kebetulan dia ngekost di salah satu tempat yang biasa orang sekitarnya bilang rumah Jendral, karena memang rumah itu punya Jendral yang sekarang bekerja di kedutaan Indonesia untuk Itali.

Alih-alih tinggal di Jogja supaya bisa fokus dan mendapatkan inspirasi menulis novel barunya, konsentrasi Tiana terganggu oleh dentuman suara musik rock yang diputar oleh anak jendral tersebut di setiap malam, Harun (Reza Rahardian). Digedor-gedor tapi tak menyaut, hanya si simbok yang meminta maaf atas keributan di malam hari. Keesokan paginya, ditemukan sepucuk kertas yang bertuliskan “maaf”, lalu kemudian berlanjut ajakan untuk sarapan bareng. Kenapa harus sarapan ? gue mana tau.

Dari undangan sarapan bersama, perlahan Tiana mengerti dan semakin penasaran atas dunia Harun. Harun yang buta, punya kemarahan yang mendalam pada ayahnya yang seorang tentara. Di Kaliurang, menabrakkan mobil yang dipakai ayahnya hingga hancur dan akibatnya, kornea matanya pun ikut hancur.

Akibat depresi, denial, kebencian yang menjadi satu membentuk Harun menjadi orang yang keras, tapi Tiana tahu bahwa hatinya tetap saja lembut, Tiana tertarik akan dunia yang dihidupi oleh Harun, semakin dia penasaran, semakin dia mencari tahu, semakin dia mencari tahu, semakin dia masuk di dalam dunia Harun.

“Saya buta, bukan mati rasa” kata Harun ketika berada di Kaliurang

“Apa tujuan hidupmu ?” Tanya Tiana

“Menyelesaikan apa yang diselesaikan di Kaliurang” Jawab Harun.

Kita bakal tahu pernyataan itu di bagian akhir film The Gift ini, plot twist untuk penonton yang bebas menafsirkannya.

Ketika Harun sudah mulai menunjukkan perhatian dan perasaannya yang dihasilkan dari rasa penasaran Tiana itu, tiba-tiba muncullah Arie (Dion Wiyoko), Teman dari kecil Tiana yang sudah lama mengagumi Tiana, bahkan berjanji kalau umur 30 Tiana masih belum bersuami, Arie akan menikahinya. Nah Loh.

Tiana berbohong sama Harun

Long story short, Arie jelas membuat Harun yang tempramental menjadi cemburu. Dan mengusir Tiana dari rumah Harun, Tiana pergi meninggalkan Harun dan menjadi istri Arie dan tinggal di Itali.

Bagian Harun yang marah besar sama Tiana, jelas DABEST BANGET. Reza Rahadian emang SUPERB ketika ada di adegan ini, gue bisa dapet rasakan emosinya.

“Gue tertutup, dingin, sendirian, kejam, dan perlahan lo masuk dan buka hidup gue, saat gue udah buka hati tiba-tiba lo pergi aja, njing emang” – Dialog dalam hati.

Latar berubah menjadi Itali.

Yang jadi bikin film ini menarik adalah ketika penonton dituntun bahwa Tiana mempunyai dunia sendiri, dunia yang dia ciptakan dalam kegelapan, ini juga alasan yang menjadikan Tiana sebagai novelis sepertinya. Dalam film ini nyaris tak dapat dibedakan mana yang menjadi dunia nyata yang ataupun dunia yang Tiana ciptakan, terihat ada beberapa keanehan yang bikin gue dalam hati bilang loh kok. . . loh kok. . . namun pada akhirnya gue jadi ngerti.

Konflik antara Arie dan Tiana pun tak bisa dielakkan lagi.

“Dunia kamu terlalu berwarna Arie, aku takut. . .” kata Tiana

“TAPI DUNIA KALIAN SAMA” balas Arie.

JLEB. . .

Tai. . .

Ini mah kisah nyata gue wkwkwkwk, buat kalian yang berusaha menahan setiap sesak dalam kecemburuan karena dia lebih nyaman dengan yang lain, you’re not alone dude.

Beberapa plot twist memang apik banget sih nih film, seperti  skenario Arie yang akan mengoperasi Harun, lalu kenyataan yang Tiana sembunyikan dan Arie baru tau itu juga menjadi bagian yang bikin menghela nafas.

“Saya yang membawa Tiana pergi dari hidup kamu, dan Tiana memutuskan meninggalkan kita berdua” Ucapan Arie nyaris bikin gue nangis, kampret banget nih cewe wkwkwkwk.

the gift 2Film ini punya lanskap yang cantik banget, keindahan Jogja, Kaliurang, Pantai dan Itali bener-bener memanjakan mata, bagian-bagian yang punya nyawa magis juga begitu manis. Juga ada beberapa bagian sureal yang kadang bikin kita bingung ini beneran atau enggak tapi tetep menikmati dari art sinematografinya karena begitu rapinya.

Plot ceritanya rapi banget ditulis (ya iyalah, dua tahun men), tapi emang yang namanya romance serius ya kita harus serius ya dek, besok kita bahas yang lebih serius lagi. Jalan ceritanya, akan banyak menunjukkan scene maju-mundur yang bercerita banyak tentang Tiana di masa lalu, untuk menegaskan latar belakang kenapa Tiana menjadi orang yang seperti itu. Alasan-alasan yang sangat menguatkan kenapa Tiana memilih membuat dunianya sendiri. Juga pertemuan Tiana dengan Arie pertama kali, sehingga dibagian akhir film kita jadi tahu puzzle puzzle cerita yang berceceran menjadi satu gambaran yang utuh.

Emosi-emosi cerita yang dingin itu bikin kita keluar bioskop jadi gelisah dan bilang anjir nih film . . .

Musik latarnya juga cocok, dan ketika sudah selesei filmnya jangan langsung beranjak karena lagu Izinkan Aku Menyayangimu nya Iwan Fals diremake ulang dan dinyanyiin sama Ayushita DAN ITU MANIIIIISSSS BANGEETT.

Satu hal yang bikin saya menyayangkan film yang nyaris sempurna ini adalah mengetahui fakta bahwa pendonor kornea seharusnya orang yang sudah meninggal atau ketika sudah mendonorkan kornea nya bisa dipastikan orang tersebut meninggal. Mas Hanung membuat kesalahan disini (maap mas), bahkan menurut saya kalau dibuat jalan cerita seperti itu, ke magis an dan nyawa film ini akan tetap kuat.

Jadi apakah film ini layak untuk ditonton ? WAJIB. Kalau kalian pecinta film dan film bukan saja sebagai escapism, film ini punya warna yang sendu, kelam, namun elok tak ada duanya.

Jangan lupa tonton film ini bersama orang yang disayang, bukan pacar gapapa yang penting sayang – cenayang.

Tiana
Tiana (Ig @Ayushita)

Akhir kata, Terima kasih sudah menemaniku dalam kegelapan – Tiana

9.7 Untuk THE GIFT

4 Replies to “The GIFT : Ternyata cinta sedingin dan sebrutal itu”

  1. Waktu liat trailernya emang bikin pengen nonton sih, sayang aja kaga sempet2 sampe ni film udah kaga ada di bioskop lagi T.T

    https://www.noovihandayani.com/

    1. Gigih Prayitno says: Reply

      Asli keren banget sih filmnya. . pertama keluar langsung nonton gue wkwkkwkwk

  2. bagaimana review film ini?

    1. Gigih Prayitno says: Reply

      Lupakan endingnya, overall layak ditonton

Leave a Reply