Rara ; Konco Perpisuhan

Kalau ada yang tanya, siapa salah satu sahabat saya ?
Saya akan jawab Amira ; Rara ; Ra~puh ; Ra~isa ; Rara~su.
Satu orang dengan banyak nama panggilan.

_dsc0434
Amira, Nisia AT Ngitun,Gunungkidul, Jogjakarta

Kita satu jurusan, bahkan pernah satu kelas beberapa kali, namun bukan itu yang membuat kita dekat. Kita hanya punya satu kesamaan ; tidak suka berdiam di rumah dan selalu ingin pergi kemanapun kita mau (dan kalau ada uang tentunya).

Awalnya dari pendakian bersama ke Merbabu untuk pertama kalinya ber-14 orang, disana bertemu dengan Riki yang menjadi cikal-bakal Purapala~su, sebuah organisasi indiependent yang sangat berbahaya dalam dunia pendakian, kenapa berbahaya ? karena kita kalau mendaki pasti lama, bukan karena kita ingin menikmati perjalanan tapi memang karena kita le~mah.

dsc04106
First time ke Merbabu

Pada dasarnya masing-masing dari saya dan amira adalah pribadi yang sopan, lembut, tidak suka memaki, penyayang orang tua, dan tidak suka pertengkaran. Namun semua itu tidak terlihat ketika kita bersama, pisuhan dimana-mana, kata-kata semacam asu, jancuk, fakyu, ndes secara tidak sengaja terlontar dari ucapan lidah kami yang polos ini, makan sambil ongkang kaki, tersering ngomongin orang tua. Memang Amira merusak kepribadian saya yang sudah soleh dan sopan ini ūüôĀ

dsc05828
Purapala~Su Squat ; Riki – Saya – Blue – Amira

Kenapa saya bisa menjadi sangat akrab sama wanita macam ini ?

Satu-satunya alasan saya mau berteman dengan dia karena ketika kita sedang naik gunung atau pergi ke suatu tempat, Amira ini salah satu dari sedikit teman-teman yang bisa mengambil poto saya dengan ikhlas dan niat. Hahhahaha

_dsc0450
Kita Camping di Ngitun Beach, Gunung Kidul

Pernah ga sih kalian ketika sedang memotokan teman kalian hasilnya bagus tapi ketika gantian mereka mengambil poto anda hasilnya kaya poto 3×4 hitam putih ? ala kadarnya.

Teman macam ini sebaiknya jangan di deketin, bikin emosi ga stabil.

Menurut saya. . . .

Dia (Amira) adalah satu wanita petualang yang ga ribet dan kuat, ga ngerepotin dan ga manja kalo kita sedang pergi. Figur yang kuat sudah terbuktikan dari cerita perjalanan kami bersama Purapala, mendadak asma ketika ke merbabu, ambieyen ketika di sindoro, hampir putus dengan pacarnya ketika ke gunung prau, ah sosok kuat mana lagi yang perlu dibuktikan dari mbak rara ini, anak kedua Pak Idris dari dua bersaudara. Yang paling menyakitkan adalah kenapa mbaknya lebih cantik dari dia, ah andai saja saya bersahabat dengan mbak ulfi bukan dengan dia

Jpeg
Prau, 23-24 Desember 2014

Banyak perjalanan yang sudah kami lewati, Pendakian ke Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, Prau, Andong, dan camping di pantai Ngitun. Kayaknya cuma itu deh, emang sama Purapala ini kebanyakan wacanannya.

Dia, wanita yang enak diajak main, ga ribet, bisa tidur dimana aja, makan ga neko-neko, ga suka ngeluh, tapi cukup untuk temen main aja, untuk temen hidup aku masih pilih kamu kok dek.

Dia, adalah salah satu yang menjadi saksi seberapa parah ketika saya sedang baper, pernah suatu waktu,ketika bulan puasa, saya baper akut karena kelakuan  adek dokter itu, sudah sempet muterin tembalang, undip satu keliling, hingga akhir nya saya memutuskan buat chat dia.

Ra, temenin aku malam ini daripada aku gila.

malam itu, dari jam 10 hingga jam 3 pagi kita bercerita tentang banyak hal, apapun yang penting aku ga gila. dari sana saya bisa tau nikmatnya kopi, pahit tapi ada rasa yang bisa dinikmati. Pesan segelas kopi tanpa gula dan kamu akan mengerti yang pahit bukan cuma hidupmu saja *tsah

p1060174
Sindoro “drama” kita¬†

Sebenernya, banyak malam-malam kita habiskan berdua, kopi, cokelat panas, es teh mangga, tahu kemul, singkong goreng, bukan hal mewah, bukan obrolan yang berat, kita sering bareng bukan karena apa-apa, karena kita ga punya temen lagi, biasalah syndrom mahasiswa akhir waktu itu, sudah banyak yang lulus, wisuda dan pergi entah itu ketempat baru atau kembali pulang, dan rara ini cukup jenius, dia bisa lulus hanya dalam 5 tahun. Berkali-kali bimbingan dan ganti judul, akhirnya judul yang dulu pertama kali di ajukan yang jadi skripsinya, memanglah anak bimbingan Bunda Utami dan Rani Sensei paling Dabest.

Buat Gema Mahardika selaku pacarnya mbak Rara, terima kasih Gem sudah mau bersabar menghadapi mbak Rara, aku tau gimana sulitnya menghadapi wanita yang satu ini, yang kadang suka-suka dia sendiri, gamau dibilang anak kecil padahal kelakuannya begini, pengen di mengerti tapi dengan cara yang sulit dimengerti. Aku percaya setiap masa-masa sulit yang kalian hadapi akan menjadi sebuah rangkaian cerita yang apik yang punya rasa tersendiri buat hidup.

14583395_158883624565986_6391669582859337728_n
Langgeng selalu kalian ya, jangan berantem mele

Gem, tolong jaga dan cinta mbak rara selalu ya, kalau ada rasa-rasa ingin berhenti dan menyerah menghadapi dia, cukup lambaikan tangan ke kamera saja, aku ngerti ini jauh lebih ngeri dari Uji Nyali yang setan-setan itu, inget ya Gem, cukup lambaikan tangan ke kamera dan istirahat sejenak untuk mendinginkan kepala, jangan pergi dan tinggalin mbak rara, kalau kamu pergi, aku yang bingung siapa lagi yang mau sama mbak rara.

Dan hari terakhir sebelum dia pulang ke wonosobo untuk waktu yang lama, kita membuat surat taruhan, yang intinya akankah kita di bersamakan dengan pasangan/calon pasangan yang sering kita perbincangkan setiap malam. Akankah dia bersanding dengan Gema, dan saya dengan perempuan itu.

img_20150827_120018
Kita sudah buat cerita, Purapala~Su

Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuktikan siapa yang menang. Kita tidak bertaruh apa-apa, kita hanya sedang membuat sebuah cerita yang nantinya kita bisa tertawakan kembali ketika kita sudah tua nanti.

Ah. . . Thanks God.

img_20170125_113614_hdr
Sudah selesai

And last. .

Don’t ever doubt our frienship will last. .. .wherever you go, go with all heart
– Prof. Dr. Yos Johan Utama S.H., M.Hum

(catatan Rektor Universitas Diponegoro waktu wisuda bersama Ijazah dan Transkrip Nilai)

Tertanda, konco sing sering misuh

Gigih Prayitno

0 Replies to “Rara ; Konco Perpisuhan”

Leave a Reply