Puan

Puan. . . . . . . .
Akhirnya aku berada pada titik ini, dimana tak ada lagi daya pada tubuhku dan kengerian itu terus menghantuiku. Aku lemas, batinku hancur dan langkahku tertatih. Rasanya tak lagi aku kuat, tapi aku harus tetap tegak meskipun sekarat. Jangan takut ini (mungkin) hanya sementara, semoga aku bisa berjalan dan berlari lagi. Akan kubangun lagi harapan yang berbeda, puing demi puing, tingkat demi tingkat, rasa demi rasa. Percayalah aku bisa karena aku kuat.

Puan. . . . . . .
Terima kasih, karena lebih dari satu tahun ini warnamu banyak dalam perjalanan hidupku. Saat aku mulai untuk terus mengamatimu, hingga diam-diam kusebut namamu dalam doa ku. Belum lagi semua jalan terjal yang harus kulalui, tembok-tembok pertanyaan yang tak bisa ku rengkuh, kepastian yang tak ku dapatkan, dan akupun berada pada petak abu-abu. Ingin maju salah, namun mundurpun ku tak ingin. Percayalah itu sungguh melelahkan, kata Dilan itu (terlalu) berat, kamu takkan kuat.

Puan. . . . . .
Semoga ini keputusan terbaikmu, aku legawa, aku akan jalani hidupku walaupun masih tersisa sesah harap kecil dalam nadirku tentangmu.

Puan. . . . .
Aku tahu bahwa tidak ada alasan lagi bagiku untuk bertahan lagi, tak ada kekuatan bila semua harus dilanjutkan.  Aku takut, aku hancur, dan aku habis. Masih terasa dalam ingatanku tentang perih yang kurasakan, hingga menghadapi malampun aku tak siap. Aku putar lagu-lagu keras dari SID hingga Avenged Sevenfold untuk memekakan telingaku. Ternyata aku tidak siap dengan keheningan yang menyiksaku, perkataannya dalam dan tajam, perlahan dia menghampiriku dan berkata “mampuslah kamu”.

Puan. . . .
Puan. . .
Puan. .
Kalo gede mau jadi apa ? :p

Puan.
Terima kasih sudah mengajarkanku untuk terus berjuang walau akhirnya aku duduk di kursi yang paling belakang.

One Reply to “Puan”

  1. […] anggap sebagai sebuah perjalanan merayakan kesedihan, rentetan pengalaman dan grievance di bulan Januari 2018. Perjalanan yang serba mendadak dan perencanaan yang sangat minim. Rencana berangkat hari […]

Leave a Reply