Precious Price

Masih sampai kapan engkau tidak percaya sepenuh kepada-Ku (?)

Beberapa sabtu yang lalu, saya pergi ibadah di Getsemani bersama weni, memang sudah setiap sabtu selalu diusahakan untuk berada disana. Getsemani adalah rumah ‘istimewa’ yang selalu dirindukan.

Sabtu yang lalu, ketika dalam suasana beribadah, ada dua kata yang terbesit dalam benakku, Precious Price (Harga yang Istimewa). Mungkin Tuhan sedang mencoba mengingatkan saya untuk percaya sepenuhnya pada Dia. Bukan karena tanpa alasan, tapi memang situasi yang sedang saya hadapi seperti flat dan tak terlihat secercah harapan. Semakin saya pikirkan tentang masa depan dan cita-cita saya dan men-compare dengan keadaan saya saat ini, sepretinya semuanya mustahil, terlalu berat, dan jiwa ini seperti terdesak untuk ‘menyerah saja’.

Bagaimana tidak, semua yang saya rancangkan begitu besar dan tinggi dan harus melalui tahap-tahap yang tidak mudah dan kadang saya ragu kalau itu hanya ambisi saya saja.

hei, buat bisa kerja di PBB itu tidak mudah seleksinya berat, bahasa Jepangmu apa kabar ?.
hei, yakin mau ambil magister Hubungan Internasional UGM.
hei, tanggung jawabmu beberapa tahun nanti bukan dirimu sendiri saja, dia juga.
hei, dia punya cita-cita untuk yang luar biasa, kamu harus bisa cover semuanya baik semangat maupun financial, karena nanti dia adalah tangung-jawabmu.
hei, biaya sekolah anak semakin mahal, hati-hati vaksin palsu.
hei. . .  Pastor.
Semarang City Worship .
Masih ingat dengan Sharon dan Shalom (?) kesayangan masa depan yang sudah kamu doakan dari sekarang.

Masih ingat mau buat sekolah dan rumah sakit untuk orang-orang yang kurang beruntung daripada kamu.

Dan masih banyak keinginan dulu pernah kamu buat. Tapi sekarang, jangankan bermimpi bagaimana menghadapi hari esok saja saya tidak bergairah. Kenyataan bahwa kapasitas yang saya miliki masih sangat terlalu kecil untuk mewujudkan semuanya dan rasanya sudah terlambat untuk memperluasnya. Rasanya lebih cocok untuk hidup biasa-biasa saja, tapi kok saya tidak rela bila itu terjadi.

Kamu pernah bilang kalau kita ini terbentuk dari sperma terkuat dan tercepat, jadi saat aku ingin menyerah ingatlah dulu, bahwa kita terlahir karena kita menang melawan ribuan bahkan jutaan sperma yang lainnya. Tidak salah, tapi kalau gitu semua manusia dibumi adalah sperma terbaik. Jadi kamu adalah terbaik diantara yang terbaik lainnya. Tapi kok saya ingin berhenti disini.

Ketika saya sudah berada dalam salah satu titik terendah, ternyata ada satu hal penting yan terlupakan. Iya itu ‘Precious Price’, Sebuah harga yang sangat mahal.

Sebuah drama yang sangat panjang berawal kejatuhan Adam dan Hawa kedalam dosa yang membuat mereka dibuang ke bumi dan hidup dalam ‘kutukan’ selubung dosa, menyatakan manusia tidak layak menghadap Tuhan berusaha untuk mengembalikan hubungan dan identitas yang sudah rusak karena dosa. Skenario yang sangat apik dan pelik berjalan selama ribuan tahun untuk mengembalikan manusia pada citra dan gambaran Allah pada penciptaan. Hingga pada titik puncak, sebuah hadiah di berikan pada manusia, ketidakmampuan manusia menyeleseikan masalah dosa berujung pada sebuah hadiah manis yang tak ternilai diberikan kepada setiap orang yang percaya. Itulah yang dinamakan Anugerah. bukan karena apa yang sudah dilakukan dan diberikan manusia kepada Tuhan, tapi karena identitas manusia itu sendiri, menjadi kesayangan Tuhan.

Penebusan atau penukaran dan jual beli manusia dari Sang Putra Fajar terjadi. Manusia yang sudah terikat dosa menjadi milik iblis DIBELI dengan Harga yang berharga – Precious Price. Orang kristiani mempercayai Yesus lah Precious Price itu, kesayangan Allah ditukarkan dengan Kesayangan Surga. Masalah kutuk dan dosa yang dibuat oleh Adam dan Hawa SELESAI dengan pengorbanan Sang Mesias membuat manusia memiliki status merdeka.

Hadiah manis yang diberikan Sang Penilik Semesta untuk manusia merupakan tanda bahwa manusia itu berharga di hadapan Allah, keberhargaan itulah yang membuat Allah tidak main-main dengan hidup manusia. Sesuatu yang berharga itu selalu diberi perlakuan dengan istimewa, dalam bingkai yang cantik nan elegan, Allah tidak akan mau meletakkan manusia dengan sembarangan dan dibiarkan tercecer begitu saja.

Kalau Tuhan sudah tebus kamu dengan harga yang mahal, Dia juga pasti tidak akan biarkan masa depanmu terancang dengan biasa-biasa saja. Yang Terbaik sudah dan akan datang.

PRECIOUS PRICE mengingatkan saya bahwa ada Tangan Kuat yang tak terlihat menaungi hidup saya, bukan karena kapasitas saya, tapi karena saya kesayanganNya. Sebuah rencana masa depan terbaik sudah ada di hadapan saya, dan saya ingin melihatnya.

Dan satu-satunya cara melihatnya adalah Percaya.

So when you don’t understand
When you don’t see His plan
when you can’t trace His hand
(just) Trust His Heart

Trust His Heart – Babbie Mason

Leave a Reply