Moving On

Buat orang yang pernah gagal dalam kehidupan relationshipnya, Move on adalah salah satu jalan keluar yang terbaik. Tapi yang menjadi permasalahan sebenarnya move on itu berada diantara susah susah gampang, dibilang susah tetapi banyak cerita-cerita yang berhasil move on, di bilang gampang ya banyak juga yang jungkir balik ga karuan terus garuk-garuk dinding kamar.

Kenapa kamu harus move on ?
Coba susur benang merah kebelakang, apa yang menyebabkan kamu harus move on ?
Ada yang gebetannya ga kasih lampu hijau untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius atau dia memilih seseorang yang lain daripada kamu.
Ada yang punya pasangan dengan karakter yang buruk dan selalu melakukan harassment kepada pasangannya.
Ada yang diselingkuhin, ditikung, ditusuk dari belakang.

Tentunya masih banyak alasan dan faktor menyakitkan  lainnya yang mengharuskan kamu memutuskan untuk moving on.
 Tapi kenapa banyak yang ga bisa move on ?
Ada yang masih sayaaaaaaaang banget.
Ada yang memaklumin perlakuan yang diterima *yang ini sumpah bodoh*
Dan banyak juga yang ga sadar diri.

Sebenarnya ketidakmampuan untuk move on itu dipengaruhi diri sendiri.

Ketika kita memutuskan untuk move on seharusnya kita sudah mengetahui dan mempertimbangkan bahwa dia bukan yang terbaik untuk hidup saya.

6362285875220582511297062633_art-of-moving-on
Gue pengen move on, tapi sampe sekarang susaaah.

Move on itu butuh waktu, dan menyakitkan.

Karena otak manusia tidak mempunyai sistem DELETE hanya mempunyai sistem TIMPA. Artinya kita tidak bisa menghapus apa yang tersimpan dalam memori otak kita,kita hanya bisa menimpa memori tersebut dengan hal-hal yang lainnya supaya jangan sampai ‘memori’ yang tidak diharapkan terpanggil kembali.

Sedikit saran, Jauhi hujan saat sendiri dan jangan dengarkan lagu-lagu Krispatih dan Anji. Si Badai itu emang bangsat banget nyiptain lagu pengantar bunuh diri buat orang-orang yang sedang berusaha move on.

Move on berarti kamu harus MENIMPA memori yang kamu letakkan diruangan spesial dalam pikiranmu dan mencoba menimpanya dengan kesibukan lain. Bukan hal yang mudah karena butuh waktu, kesibukan keramaian dan kewaspadaan supaya bayang-bayang si kampet itu ga kembali lagi.

Ada yang terus mencoba untuk move on, tak sedikit juga yang akhirnya menyerah menikmati rasa sakit dengan tetap mencintai dia.

Permasalahan sebenarnya adalah orang-orang yang gagal move on, belum bisa menerima sebuah fakta di masa lalu.

Orang yang gagal move on biasanya selalu melihat ‘kejayaan’ dan ‘kebahagiaan’ di masa lalu, yang sebenarnya pada masa itu ya ga jaya-jaya banget, ga bahagia-bahagia banget. BIASA AJA, tapi dimanipulasi dengan bayangan yang  terlihat indah.

Sebenarnya ketika kita jauh cinta, otak manusia memerintahkan produksi hormon endorphin secara berlebihan yang berfungsi untuk memblokir reseptor opoid pada sel-sel saraf, sehingga MENGGANGU transmisi sinyal rasa sakit, zat yang menyebabkan kita merasa senang, bahagia membuat kita senyum-senyum sendiri ketika membaca chat dari sang gebetan. Dalam pernikahan endorphin hanya bisa bertahan 4-8 tahun, dan sisa usia pernikahan dipengaruhi seberapa besar komitmen mereka dalam sebuah hubungan keluarga.

Dan ketika kita break up, produksi endorphin dalam tubuh menurun sehingga kita menjadi stress dan frustasi. Fakta sebuah kehilangan emang tidak mudah diterima, tapi melupakan kejadian yang ‘jahat’ untuk memanipulasi ‘waktu bahagia’ di masa lalu bukan hal yang baik.

Anda merindukan kenangan dimana dia peduli, having fun chat, perhatian, dan semua hal manis yang pernah dia lakukan sebenarnya adalah anda ingin merasaka endorphin itu bereaksi kembali.

Ini bukan tips bagaimana move on yang efektive dengan cepat tanpa bayang-bayang masa lalu lagi karena saya pun kadang susah move on (yang terakhir ini saya butuh 5 bulan, itupun masih sering stalking)

Buat kalian yang sudah memutuskan untuk move on tetapi belum berhasil, selalu ingat setelah kalian move on, anda akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pengalaman ini akan mejadi salah satu langkah untuk mendewasakan diri dan pastinya untuk mempersiakan kamu menjadi pendamping terbaik untuk pasanganmu nanti.

moving-on-quote-birds
Just like the bird flies, it’s time to move on

One Reply to “Moving On”

  1. […] beberapa kali nulis tema yang mirip-mirip tentang move on itu read my previous post in here and here. saya lakuin riset kecil-kecilan di twitter kebetulan ada yang threat tentang pengalaman mereka […]

Leave a Reply