Menikah

Oke tiba-tiba pengen nulis sesuatu opini tentang pernikahan.

Bukan karena saya mau nikah dalam waktu dekat, ITU SALAH BESAR.

Why do i write this topic ? Karena sebenernya akhir-akhir ini banyak banget teman-teman baik teman SD SMP SMA bahkan teman perkuliahan pun yang sudah dan akan menikah. Buka Facebook ada gebetan waktu SMP sudah menikah, buka Instagram, ada teman satu kost untuk mau menikah, ada juga adik tingkat di fakultas yang ternyata kemarin juga baru menikah, dan hari ini ketika saya sedang menulis ini ada orang gereja yang juga melaksanakan pernikahan menikah. So, it’s too many marriage and happy story in this month.

Disclaimer ; tulisan ini pure opini pemikiran saya sendiri tidak ada niat atau unsur menjelekkan menjatuhkan atau apapun itu ini benar-benar murni dari apa yang saya pikirkan. Dan pemikiran inipun tentang saya dan apa yang menjadi perspektive saya, bukan kisah orang lain atau siapapun.

So, boleh setuju ataupun tidak setuju dengan hal ini. It’s not a big problem for me, it’s just an my opinion, anyway.

bridal-636018_960_720
source ; pixabay

Pernikahan adalah hak dari setiap manusia yang ingin membangun sebuah keluarga dan yang sudah tidak tahan lagi, daripada zina ye kan. saya tidak mempermasalahkan anda mau menikah atau enggak yang jadi pikiran saya adalah kenapa kita harus menikah. Kegusaran hati saya adalah ketika banyak orang menikah dengan pemikiran yang sempit tentang pernikahan. Seharusnya konsep menikah itu bisa jauh lebih besar dan menakjubkan dari yang kaum manusia lemah itu pikirkan.

Ada yang memutuskan untuk menikah dengan usia muda, ada memutuskan tunggu sukses, ada yang mau senang-senang dulu (that’s me) dan masih banyak alasan orang mengapa dia mau menikah atau menundanya.

Buat saya sendiri yang umurnya sudah diatas 21 tahun keatas, yang (mungkin) secara umur sudah terukur cukup tua, namun masih kekanak-kanakan, belum lagi mental yang jauh dari sekedar siap, pasti ada keinginan untuk menikah dan membangun sebuah keluarga, but not for now. Buat saya, menikah bukan menjadi prioritas penting dan mendesak untuk saat ini, masi pengen keliling Indonesia dulu.

Mimpi saya masih begitu besar, idealisme saya masih begitu tinggi, keinginan-keinginan sayapun masih begitu banyak, belum lagi bagi seorang yang punya hobi suka jalan-jalan, masih banyak tempat yang mau saya pijakkan. simplenya, saya masih terlalu liar untuk masuk dalam dunia pernikahan yang terlihat sangat membatasi keinginan dan kehendak saya.

Kedua menikah itu bukan hanya sekedar untuk build familiy, making love and having kids. Saya ingat ada seorang teman yang bilang bahwa hidup itu terlalu sempit kalau hanya sekedar memikirkan pasangan hidup (saja). Karena seharusnya, ada sesuatu yang lebih besar daripada alasan-alasan diatas. Terlihat sangat idealis bukan ?

Ada perkataan menarik dari @fallaadinda bilang bahwa jangan pernah berharap ketika kamu menikah akan menemukan kebahagiaan, kenapa ? karena sebenarnya menikah itu seperti kamu masuk dalam kotak kosong. Jangan pernah berharap akan ada kebahagian berasal dari sebuah kotak kosong, semuanya tergantung apa yang kita (suami-istri) isi pada kotak kosong tersebut.  Menikah bisa menjadi nice dream, namun bisa juga juga menjadi nightmare buat hidup manusia, tergantung dengan hal-hal apa saja yang diisi pada ‘kotak kosong’ tersebut.

maldives-698501_960_720
source ; pixabay

Menikah bukan hanya untuk membangun sebuah keluarga kecil dengan anak yang unyu-unyu, tapi menikah sama untuk sesuatu yang lebih besar daripada itu. Contohnya, menikahlah dengan tujuan turut serta memajukan kecerdasan bangsa, atau mengentaskan kemiskinan, bisa juga bertujuan ikut melaksanakan ketertiban dunia, kan jadinya terlihat antimainstream dan lebih keren.

Atas dasar (tujuan-tujuan mulia) itulah mungkin kamu akan bisa menentukan siapa yang harus kamu nikahi. Bukan hanya sekedar tentang bersama orang yang kamu cintai saja, tapi juga tentang bersama orang yang memiliki mimpi yang besar juga.

Jadi, selamat berbahagia buat gebetan waktu SMP, teman satu kost an, teman gereja. semoga jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah 🙂

Leave a Reply