Menghargai sebuah karya

Siapa sih yang gasuka sesuatu yang gratisan ? buku, novel, film, lagu.  apalagi hal yang kamu suka itu memiliki ‘isi’ yang bagus ?

Saya suka banget dengan buku,jenis buku yang saya bacapun sangatlah beragam, dari religious book, novel, inspirational book, hingga kumpulan cerpen. Dari bacaan ringan sampe bacaan yang lumayan berat. Pokoknya sering bangetlah baca. Dan paling tidak bisa menahan diri kalau lagi ada di toko buku, setiap kali masuk selalu ada aja buku yang dibeli. Karena saya berprinsip I am what I read not what I wear. Bodo amat baju mau selusuh apa, yang penting otak gue ga boleh lusuh. Dan buku yang bagus itu pantas untuk dibeli dan dibaca, jadi menurut saya kadang agak aneh rasanya kalo ada yang lebih memilih makan atau ngopi di tempat yang mahal hingga ratusan ribu, tapi masih mengeluh kalau mau beli buku.

buku
beberapa koleksi buku

Beberapa tahun yang lalu, saya mencoba e-commerce, membeli buku di sebuah portal online.

And . . . pilihan harganya pun sangatlah beragam. Ada harga yang standar hingga yang paling miring. Kebetulan dalam pikiran saya, gils ini buku murah banget, tanpa tahu mengapa buku tersebut bisa murah. klik. . .klik. . . bayar, beberapa hari kemudian buku yang saya pesan sudah tiba.

Ketika dibuka, isi buku nya seperti yang saya harapkan, tapi kenapa kertas yang dipakai sejenis kertas buram ? dan saya menyadari ternyata buku yang saya beli adalah buku bajakan. Pada saat itu saya masih tidak ambil pusing. bodo amat, yang penting buku yang gue pingin udah ada di tangan gue, bahkan ada perasaan seneng, buku yang dibeli dua kali lebih murah dibandingkan kalau beli di toko buku sini. I don’t care about original book, I get this one.

Hingga akhirnya, Rene Soehardono mentrigger anak-anak muda untuk mulai menulis, apapun itu tulislah dalam buku harianmu. Sayapun mulai menulis, dan akhirnya I decided to start blogging. Blog saya pun berisi tentang pengalaman, curhat, cerita perjalanan, ide-ide yang ada dalam kepala saya.

Ternyata menulis itu tidak mudah.

Kadang sulit untuk menemukan ide, ketika ide sudah muncul, kita mengalami kesulitan untuk mulai menulis, ketika sudah mulai menulis ada lagi kesulitan untuk mengakhirinya. Banyak sekali tulisan-tulisan saya berakhir di draft, tanpa tahu bagaimana akhirnya. Dan bahkan ketika satu tulisan sudah selesei, lalu dibaca ulang, ternyata isinya tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan saat itu, ada miss delivering saat saya membacanya.

Artinya apa ?

Ternyata membuat sebuah karya itu tidak mudah. I have plan to write book, and I still stuck in first part. Dari ide-ide yang harus dibangun, lalu bagaimana supaya pesannya terdeliver dengan baik, belum lagi harus dibaca ulang, terus bagaimana mengemas itu menjadi sesuatu yang menarik, it’s not an easy thing.

Dan masih ada orang-orang egois suka dengan hal yang berbau bajakan. Harga buku bajakan murah karena penulis buku tersebut tidak mendapatkan royalty dari penjualannya, saat kita membelinya sebenarnya kita sedang tidak menghargai orang yang sudah bersusah payah membuat sebuah karya yang karyanya itu kita nikmati.

Buku, film, lagu, karya apapun yang nilainya bagus itu sebenarnya dibangun dengan susah payah, tidak bisa terbentuk dalam waktu yang instant tanpa daya dan upaya.

Jadi, mulailah menghargai setiap karya yang kita nikmati, jangan mempunyai mental gratisan, karena pada akhirnya ketika kita mempunyai mental gratisan, kita akan dihargai dengan ‘gratisan’ pula.

Ketika anda tidak menghargai seseorang, ya jangan marah kalau anda tidak akan dihargai juga.

 

Leave a Reply