Lost in Singapore (1)

 Part 1, time to preparing

Kali ini saya mau bercerita pengalaman pertama kali  ke luar Negeri. Tuhan itu baik banget, klik disini cerita nya. Puji Tuhan dapet berkat dari Tuhan dikasih kesempatan travelling ke Singapura, Negara kecil yang menjadi pusat ekonomi Asia Tenggara.

Beberapa minggu sebelum keberangkatan sudah mulai observe dulu tentang Singapura, Observe ini penting banget, supaya ketika di Singapura ga buta-buta amatlah, mulai searching tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi,kalau bisa yang free, maklumlah backpacker nggembel. Surfing internet kesana kemari mencari tempat-tempat wisata yang recommended untuk di kunjungi. Akhirnya ditulis ada 30 tempat yang (dalam rencana) ingin di kunjungi. Walau pada akhirnya ga semua tempat bisa dikunjungi tak apalah, lebih dari sekedar itu, mencari informasi tempat-tempat yang ingin dituju itu punya kepuasan tersendiri bagi para pejalan dan petualang.

wp-1491697138142.jpeg

Setelah selesai dengan urusan tempat, selanjutnya menyusun urutan perjalanan dan bagaimana akses menuju kesana. Dari hari pertama hingga hari terakhir mulai direncanakan. Deretan tempat yang berdekatan mulai digabungkan menjadi satu. Jangan sampai waktu disana terbuang dengan sia-sia.

Singapura terkenal dengan MRT (massive rapid transpotation), alat transportasi yang cepat dan murah, tapi tidak semua tempat bisa diakses dengan MRT, ada yang harus menggunakan Bus Singapura, dari jurusan dan nomor bus mulai dicatat.

Setelah tempat dan akses sudah siap, sekarang tinggal melihat peraturan-peraturan di Singapura, semua sudah tahu Singapura punya seperangkat peraturan yang ketat yang harus dipatuhi, jangan coba-coba melanggar, denda yang sangat tinggi siap menanti. Seperti larangan jangan makan permen karet, dilarang makan dan minum di stasiun dan dalam MRT, satu lagi yang perlu di ingat, ketika menaiki eskalator, kita harus berada di sisi kiri eskalator, karena sisi kanan hanya digunakan untuk orang-orang yang terburu-buru.

Oh iya satu lagi, Singapura adalah negara dengan biaya hidup termahal kedua didunia, (awalnya pertama, tapi sekarang diambil alih oleh Hongkong), jadi jangan lupa buat perencanaan biaya untuk hidup disana, dari makan, minum dan transportasi. Mau makan berapa kali, budget untuk beli oleh-oleh, dan biaya tak terduga harus dipersiapkan. Fyi makanan di Singapura 3-7 Dollar, tergantung tempat dan menu yang di pesan, dan air mineral sekitar 4 Dollar (setara 37 Ribu Rupiah), mehong banget kaan.

Packing. . .

Seni dalam packing juga diperlukan, biar ga ada barang yang sia-sia ketika dibawa. Pakaian secukupnya, TUMBLR, snack untuk cemilan di penginapan, Perlengkapan mandi, sandal, perlengkapan dokumentasi (Kamera DSLR, Kamera Digital, Action Cam, Tongsis, Monopod, dan Tripod), buku bacaan, buku catatan, pena (ini penting untuk mengisi immigration card ketika di pesawat) dan jangan lupa peta, iteniary, passport, dompet, dan tiket jangan sampai lupa, karena itu adalah roh perjalanan kita.

Perlu diperhatikan juga, colokan di Singapura berbeda dengan di Indonesia, kalau di Indonesia biasanya hanya dua lubang, di Singapura (Internasional) sudah memakai 3 lubang. Jadi jangan lupa bawa penghubung diantaranya.

Semua sudah siap, semua sudah dipacking rapi, saatnya berangkat. . .

Menuju tak terbatas, dan melampaiunyaaaaaaaa.. .

Leave a Reply