Lo Pikir Lo Keren (?)

beware. . tulisan ini jauh dari sensor yang sopan.

lplk
source : google

Awalnya gue tau Adriano Qalbi, karena dia disumon sama Pandji Pragiwaksono ketika di SUCI, waktu Mamat Alkatiri yang sedang stand up. Adriano Qalbi adalah (katanya) salah satu orang yang punya daya pikir yang berbeda, katanya (lagi) sih belio bisa membuat komedi melalui nalar yang tidak dibesar-besarkan. Selepas itu, baru mulai googling siapa itu Adriano Qolbi. Ternyata dia dijuluki sebagai bapak podcast Indonesia. Podcast Awal Minggu selalu hadir setiap senin. Dalam podcast itu sebenarnya Adri hanya mengutarakan pemikiran-pemikirannya tanpa dasar survey, apalagi jurnal ilmiah. Pemikiran-pemikirannya kritis dan setiap denger itu rasanya “oh demn, this guy is totally right”. Selamat bang, gue salah satu pengikut kolam tai yang bakal ketemu “Jesus” waktu second coming. wkwkwkwkwk

LPLK adalah spesial show stand up comedy, ya pokoknya stand up comedy lah. setelah info LPLK Jogja keluar, beburu langsung pesen tiketnya dihari itu juga. Puji Tuhan dapet tiket yang 85ribu an sahaja. Diawal oktober yang jauh lalu, sudah bener-bener niat mengosongkan jadwal, pokoknya tanggal 24 November gue harus ke Jogja. Akhirnya sepakat berempat ; dua dari semarang, dua dari pemalang buat nonton LPLK.

WhatsApp Image 2017-11-26 at 06.23.29(1)
The team ; kita sadar tampang kita jauh dari standar tampan, jadi potensi untuk jadi homo lebih kecil

Perjalanan ke Jogja pun penuh dengan rintangan. Akhir-akhir ini memang Jawa Tengah dan sekitarnya sering banget diguyur hujan deres. Nyaris tiada hari tanpa hujan. Persiapan sudah mateng. Pokoknya jangan lupa bawa jas hujan.

Berangkat dari Semarang jam 1 siang. Baru berangkat sekitar 15 menit ternyata hujan sudah mulai menyerang. Sesiap akhirnya jas hujan dipakai. Awalnya sih aman-aman saja. tapi ternyata jas hujan yang dipake tembus. Alhasil pakai jas hujanpun sia-sia. Baju, celana, dan yang dalampun sudah mulai basah.  Sialnya, hujan baru berhenti ketika baru sampe Magelang. sekitar 2 jam lebih, harus bermotor ria dengan hujan dan baju yang basah. Kayaknya bukan gigih kalo engga seterong.

Perjalanan dari Magelang ke Jogja pun masih panjang, karena ternyata ada perbaikan jalan yang menyebabkan macet yang panjang. Baju yang basahpun, udah jadi kering lagi. Akhirnya sampe di jogja sekitar pukul 5 lebih. Langsung menuju homestay, untuk ketemu Kak Jo dan Moses yang emang udah di Jogja sejak jam 2 siang.

Lama tak bertemu, kangenpun terobati. ga ada canggung-canggungan, semua mengalir begitu cair dengan tawa yang menggelegar. Saya, bang Jerson, Kak Jo, dan Moses adalah orang yang (pernah) melayani di gereja yang sama waktu kuliah di Semarang dahulu.

Biasanya saya dan Kak Jo adalah orang yang cukup “relijius” dan baik. Tapi ketika kami berkumpul, semua kebaikan dan kerelijiusan itu hanya mitos belaka, terlebih semenjak pikiran saya jadi lebih terbuka. jadi mirip dengan miras, liar dan jahat sih, tapi enak. Inget ya dek adek, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Tapi saya lebih suka pergaulan yang buruk dengan kejujuran yang baik.

Sampai homestay, langsung mandi dan siap-siap. Jam setengah tujuh pesen grab, lalu menuju ke lokasi di Hotel Horizon apa gitu, lupa gue namanya. Rencanya abis regist mau keluar dulu nyari makan, tapi waktunya ndak cukup. Ya mau nda mau, harus bisa berdamai dengan cacing-cacing di perut.

Registrasi berharap dapet tiket, ternyata cuma ditandai “X” doang di tangan. awalnyanya sih biasa aja, pas masuk kedalam ruangan, ternyata latar panggungnya polosan doang, ga ada backdrop atau apa gitu kek buat ngehias. “anjir” ga niat banget ini orang buat “special show”. 

Sekitar jam 7.12 show dibuka sama prolog si Adri sendiri. tentang kondisi pendaftaran dan panggung yang gue bilang sebelumnya.

Opener pertama dibuka sama Yuzril Fahriza, yang pernah main di film cek toko sebelah, berperan sebagai banci. kegelisahan-kegelisahannya diutarakannya, dari kemacetan di jakarta, kondisi background hidup dia yang dari SD hingga kuliah di Muhammadiah, kondisi kalo nge Job di Jogja, pengalaman pertamanya  nonton bokep dan masturbasi. Pokoknya semua materinya penuh dengan kata-kata sensor. Yang paling ngena, ketika dia ngomong bahwa banyak orang berpendapat semua masalah manusia bisa dijawab dengan menikah. Lo ga belum lulus skripsi ? ga punya pasangan sih. Kok lo belum mapan ? makanya nikah biar ada motivasi penyemangat hidup. “anjing itu semua” katanya. Seakan-akan orang yang (belum) tidak menikah merupakan orang paling sial sedunia, dan orang yang sudah menikah, hidup menjadi lebih muda “Bullshit”.

Opener kedua dan ketiga adalah Iqbal Baiquni dan Fico Fachriza. Honestly, i have no idea who is Iqbal Baiquni. Kalo Fico mungkin udah kenal karena dia jebolan SUCI Kompas TV yang terkenal dengan salam “mikuuum”. Materi yang disampein sama Iqbal Baiquni ini sangat sensitif banget, apalagi kalo background dia itu adalah NU banget, dan dia juga adalah seorang guru. Awalnya gue sempet bingung dengan materi yang dibawain, maklum ga terkenal sih, tapi diujung-ujungnya gue berdecak kagum sama ni orang. Bagian favorit gue ketika dia salah satu murid SD nya bertanya, kalo sholat subuh tapi burungnya bangun itu batal apa engga (i trully believe every man will understand what i mean LOL). Bagian favorite gua juga ketika Bang Iqbal nyampein tentang Nabi Ibrahim pasti kaget kalo ka’bah buatannya jadi logo partai LOL. Asli dah, pecah banget yang itu. 

Opener terakhir adalah Fico Fachriza, gue udah terbiasa dengan pola komedi Fico yang sekarang lebih kena kritik gegara sering ngomong anjing itu. Bit Fico yang paling favorite menurut gue adalah tentang menderitanya orang gendut kalo lagi Sholat. Bagian paling pecah ketika ada orang teriak yang seharusnya ga diteriakin ketika ada di Masjid (maaf, disensor yha).

Akhirnya, setelah 3 opener selesai, giliran main key yang keluar.  Salah satu yang jadi kebiasaan bang Adri adalah dia stand up selalu bawa contekan.
“stand up comedy itu adu lucu, bukan adu hapal” katanya
“BOOOOOMMM” sontak audiens beri tepuk tangan.

Gue ga tau berapa lama bang Adri, speak up. Tapi asli, lapar gue dan temen-temen menjadi nomor dua gegara acara ini.

Bit-bit yang dibawain bang Adri pun, sangat sensitif, vulgar, penuh dengan makian, tapi dia sangat jujur dan masuk akal banget. Disaat para komika yang lain berusaha menghiperbolakan kata-kata, dan mencari patahan-patahan yang kadang nyeleneh, bang Adri membuat gue berdecak kagum seraya berkata “Anjir, ini bener banget”.

Bit favorite gue itu tentang perbedaan stalker anak jaman dulu dan sekarang, second coming nya Jesus, tentang bullying, sama tentang pernikahan yang bahagia. bangsat banget lah pokoknya.

Secara personally, bit tentang second coming Jesus itu paling bikin ketawa sampe nangis, gue yang backgroungnya kristen, sudah cukup lelah tentang hal-hal berbau akhir zaman.

“ELO JADI DATENG ?”
“KIRAIN CUMA CERITA MASA LALU AJA”
gila, itu pecah banget.

Bit lainnya, yang paling ngena dengan gue adalah tentang pernikahan. “no one knows how the marriage works”, sebagaimana kita tahu bahwa tidak ada yang tahu jalan “pernikahan” mana untuk menuju bahagia. Pernikahan itu kaya lo naik mobil sama pasangan lo, tapi lo ga tau tujuan lo kemana. Dan sedihnya lagi, itu jalan SATU ARAH. mau balik arah ga bisa, perempatan sebelumnya udah jauh banget. Sialnya lagi, orang-orang yang berani balik arah bakal mempengaruhi keyakinan yang masih satu arah.

Ah. .  pecah pokoknya.

WhatsApp Image 2017-11-26 at 06.23.30
Bang Adri, kok kaya gue yang bikin spesial show. itu kenapa cuma pake sandal gunung ?

btw, ini spesial show pertama yang gue liat. Pengalaman ini akan meyakinkan gue untuk selalu liat spesial shownya bang Adri selanjutnya kalo di Jogja.

Berangkat kena hujan, pulang pun kena hujan lagi, badan pegel semua, mata pedih, belum lagi jarak pandang yang makin dekat karena derasnya hujan pas di Bawen, nyaris oleng dan akhirnya istirahat di Indomaret dulu. Gue ga nyesel sama sekali. puas banget. ga mengecewakan.

From the bottom of my heart, i just wanna say thank you.
Lo pikir lo keren ? tai lo semua.

One Reply to “Lo Pikir Lo Keren (?)”

  1. […] petualangan ke kota Jogja. Saya sendiri padahal baru minggu kemarin ke jogja, liat supershow stand up comedy Adriano Qolby, sekarang sudah di Jogja lagi […]

Leave a Reply