Kulari Ke Pantai

Karena masih belum kuat dari kulari dari bayang-bayangmu yang manis.
Bukan review film hanya ingin bercerita saja.

Setelah kemarin dunia maya rame dengan Indonesia darurat lagu anak which is true, Indonesia juga ternyata darurat film anak ( yang Indonesia banget), selama ini kita film-film anak yang disajikan di bioskop kita itu berasal dari Disney, Pixar, dll, bukannya salah atau engga bagus, tapi (sedikit) engga Indonesia banget. Mira Lesmana dan Riri Riza menangkap kegelisahan ini. Dibawah naungan Miles Film, mereka akhirnya memproduseri lagi sebuah film anak.

Miles film emang kalo buat film selalu garap dengan serius, udah banyak karya-karya dibawah naungan rumah produksi ini yang sudah teruji seperti Ada apa dengan cinta (2000), Gie (2005), Untuk Rena (2006), 3 hari untuk selamanya (2007), Laskar Pelangi (2008), Sang Pemimpi (2009), dan masih banyak lagi dan yang terbaru ini Ku Lari Ke Pantai, Favoritku ? YA TETAP KAMU.

Ini trailer Kulari kepantai

Salah satu alasan kenapa gue nonton film ini karena ada rang-orang keren yang gue tau main di film ini seperti @eduardsuhadi sama istrinya, terus ada teh @ligwinahanato (Mama Meli) juga wkwkwkwk.

Ku lari ke pantai bercerita rencana perjalanan ibu (uci/marsha timothy) dan anak (sam/maisha kanna) dari Jakarta menuju G Land, Banyuwangi untuk menemui surfer idolanya, Kailani Jhonson. Rute yang dilewati dari Jakarta melalui Cirebon – Temanggung – Magelang – Pacitan – Blitar – Bromo – Baluran (Situbondo) dan terakhir di Banyuwangi.

Namun, ada perubahan kecil pada rencana perjalanan Mama Uci dan Sam sehari sebelumnya, Rencana perjalanan hanya ibu dan anak saja, bertambah satu lagi, Happy (Lil’li Latisha), sepupu Sam ikut dalam perjalanan mereka.. Bukan tanpa alasan, Mama Happy (karina Suwandi) melihat ada attitude yang kurang baik yang dimiliki oleh Happy, Happy sebagai anak kota merendahkan Sam sebagai anak kampung, Akhirnya, Mama Happy meminta Happy dan memohon Mama Happy ikut dalam road trip Mama Uci dan Sam, dengan tujuan sehabis perjalanan panjang itu Sam dan Happy bisa menjadi sepupu yang akur dan saling menghargai antar keduanya. Btw dek Lil’li Latisha ini menggemashkan sekali, perpaduan pipi dan lesung pipi nya, pengen tak unyel-unyel rasanya.

Menggemashkan pipimu dek :3 (sc : @lilli_queenb)

Jadi, apakah Sam dan Happy bisa menjadi sepupu yang baik ? dan tidak menikung satu sama lain ? apakaha mereka rebutan lelaki populer ketika waktu SMA kelak ? INI FILM ANAK AYOLAH MEN.

Cerita perjalanan yang dikemas apik ga membosankan, tiap-tiap daerah yang dilewati dengan ketertarikan yang ikonik, seperti sate gondrong di Cirebon dan “pantai rahasia” di Pacitan. Perjalanan yang awalnya krik-krik, Sam yang tidak memperdulikan Happy, akhirnya malah jadi lebih ngerti kondisi masing-masing setiap mereka, even tidak langsung memahami dan menoleransi, ya kurang lebih kayak hubungan kita lah ya 🙁

sc ; milesfilm

YUUU. . . . .WAHYUUUUUU

Jangan lupakan Dodit dan Suku Dani disana tidak hanya sebagai pemanis di film tersebut, tapi juga pemberi warna dan penyambung alur antar cerita gitu juga dengan Om Ed dan Mama Mela. Ga ada pemain yang sia-sia di film ini.

KONTEEEMPLAAAAAAASSSIIIIIII WUUUUUUUUUUUU.

Bingung kan apa yang lagi gue ceritain, nyesel ga nonton loo.

Isu-isu utama kehidupan di film ini ditampakkan berasa real seperti di kehidupan sehari-hari, anak kota yang selalu ngomong bahasa enggeres, yang kadang merendahkan nak kampung, kebutuhan akan penerimaan anak-anak sehingga ga jadi dirinya sendiri, sampai ketakutan pada orang tua yang bikin kadang anak menyembunyikan sesuatu.

Screening dan skoring film ini bagus banget, pemandangan-pemandangan yang ditampilkan merangsang kita untuk yuk ah pergi lagi, masih banyak tempat di Indonesia yang bagus loh. Pergi pergi pergi. . . masa kamu mau disini-sini aja loo, gue aja baru dari Bromo kemarin wkwkwkwk

Ga permasalahan kehidupan dunia anak-anak aja, ada isu hubungan keluarga dan pasangan hidup terselip di film ini. Uci menikah dengan Irfan (Ibnu Jamil) dan idealisme mereka membawa keluarga kecil pergi dari bisingnya kota dan tinggal di pulau Rote, awalnya si kakak Mama Uci tidak setuju dengan keputusan mereka.  Diakhir cerita, sang kakak, Arya (Lukman Sardi) bicara pada Uci :

“Kamu beruntung punya suami kaya Irfan ci, yang bisa ngerti apa maunya kamu”

dan seketika NYES. . . Ini nih.

Rasanya ada paduan suara yang bersorak “AYO NIKAH. .  AYO NIKAH. . AYO NIKAH” Iya aku ngerti kok maunya kamu, tapi kamu aja yang ga ngerti aku.

Canda loh yaa. . . Intinya film ini bagus banget, Kerja Keras Miles Film sungguh-sungguh terbayar puas. Semoga berikutnya akan muncul film-film Indonesia bagus lainnya. Thanks Miles Film for making this movie

INDAHNYA INDONESIA (sc : MilesFilm)

Leave a Reply