Jodoh ?

Pikiran tentang ini kembali mucul ketika ada seseorang menshare akun line rohani yang berisi tentang perbedaan antara pacar dan jodoh dari Tuhan. Tidak ada yang salah dari inti apa yang disharekan, namun menurut saya sedikit kurang tepat aja ketika ada konsep tentang jodoh dari Tuhan, ya memang ada hal-hal yang sudah Tuhan tetapkan tinggal maukah kita masuk kedalam rencananya atau tidak, namun ada hal-hal tertentu khususnya tentang pasangan hidup yang tidak semudah itu. btw ini hanya pendapat pribadi saya saja, apabila ada yang tidak setuju dengan pandangan saya, ya gapapa namanya juga kehidupan, mungkin kita bisa saling sharing bertukar pikiran dalam Tuhan.

TIDAK ADA JODOH DALAM KEKRISTENAN

Nah loh. . . bingung kan ? Yap sebenarnya konsep tentang jodoh tidak ada dalam Alkitab. Tidak ada satu ayatpun didalam Alkitab yang menuliskan dia (laki-laki) harus memperistri sia (perempuan), orang ini jodohnya adalah orang ini yang berasal dari daerah ini bla bla bla dan seterusnya. Alkitab tidak pernah menuliskan Ishak harus menikah dengan Ribka, atau Hosea harus menikah dengan Gomer (btw saya pakai contoh dua tokoh ini, karena kasus Ishak dan Ribka sangat mendekati dengan kasus anak-anak muda mencari pasangan hidupnya).

Sebenarnya, konsep tentang jodoh atau soulmate sendiri bukan berasal dari Alkitab atau cerita tua-tua Yahudi zaman dahulu. Soulmate sendiri terbentuk dari Mitologi Yunani yang terkenal dengan macam-macam dewa nya, dahulu diceritakan pada zaman dewa-dewa, manusia itu diciptakan dengan diciptakan dengan 4 tangan, 4 kaki,dan satu kepala yang punya dua wajah(agak serem ya ). Karena bentuk tubuh yang kayak gini, manusia ingin menjadi lebih kuat dari dewa-dewi dan mencari cara memanjat sampai ke surga. Dewa Zeus sebagai pimpinan geng para dewa merasa kesal dan memutuskan untuk memisahkan manusia menjadi dua supaya manusia jadi lemah dan juga lupa dengan ambisinya karena terlalu sibuk mencari bagian dirinya yang sudah dipisahkan tadi. Sejak saat itulah manusia mulai mencari soulmatenya.

Dan (maaf) bodohnya Gereja memasukkan konsep ini kedalam pokok pikiran kerohanian. Saya tidak menentang dengan konsep perjodohan, saya hanya sedikit tidak setuju aja.

Terus ? Bagaimana ? Kita gapunya pasangan hidup dong ?

Pada awalnya, Manusia itu diciptakan untuk menjalin hubungan dengan Allah dan untuk kemuliaan Allah. Jadi tidak ada dalam pikiran Allah untuk menciptakan seseorang yang harus menikah dengan seseorang yang lainnya.Manusia diciptakan dengan Tujuan untuk kemuliaan Allah.

FREE WILL dari ALLAH.

Banyak pasangan suami istri yang sudah menikah akhirnya bercerai dengan alasan

‘ternyata dia bukan jodoh saya yang dari Tuhan (ini statement paling kampret)’.
‘saya salah pilih tulang, ternyata yang selama ini saya bukan bersama tulang rusuk, tapi tulang babi’.

atau ada juga alasan yang terlihat rohani

‘Tuhan menyuruh saya menceraikan dia karena dahulu saya salah pilih, dia bukan jodoh saya’.

Perjanjian Baru sangat MENENTANG Perceraian apapun alasannya, karena itu merusak gambar Allah dalam pernikahan.

Back to Free Will, Karena Tuhan TIDAK MENETAPKAN jodoh buat manusia, Tuhan memberikan kehendak bebas bagi manusia untuk memilih siapa yang akan menjadi pasangan dalam hidupnya. Jadi kita bebas memilih siapa saja yang akan kita nikahi dengan syarat sama-sama sepakat dan suka pastinya. Nah, dalam proses memilih dan menentukan itulah kita HARUS melibatkan Tuhan. karena hanya Tuhan sendiri yang tau aslinya manusia.

Ishak dan Hosea

Ishak tidak pernah ditetapkan untuk menikah dengan Ribka, bahkan Ishak tidak mengenal Ribka sebelumnya. Tetapi yang menarik adalah saat Eliezer (hamba Abraham) yang diberi mandat mencari calon istri untuk Ishak, BERDOA kepada Allah Abraham dan MEMINTA TANDA siapa yang akan menjadi calon istri Ishak. Singkat cerita, karena TANDA tersebut, Elizer menemukan Ribka. Yang menarik adalah, Ishak dan Hosea adalah salah satu DARI SEDIKIT pria di zaman perjanjian lama yang mempunyai satu istri saja. Abraham, Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Salomo tokoh-tokoh besar Alkitab ini mempunyai istri lebih dari satu.

Tapi Ishak, dia setia dengan Ribka seorang saja.

Kemudian San Nabi, Hosea.
Seorang Nabi adalah utusan khusus untuk menyatakan kehendak Allah. Allah menyuruh Hosea menikahi seorang perempuan sundal (pelacur). Allah tidak menyuruh secara spesifik siapa perempuan sundal yang akan Hosea nikahi, Hosea diberi PILIHAN BEBAS untuk menikahi perempuan sundal yang mana. Pada akhirnya gambaran pernikahan Hosea adalah gambaran hubungan Bangsa Israel dengan Tuhan. Hosea digambarkan sebagai Allah, dan perempuan sundal digambarkan sebagai bangsa Israel saat iru. sekalipun bangsa Israel melacur tapi Allah tetap mengasihi Israel sebagai kekasihnya.

Jadi sekali lagi, jika anda merasa salah pilih pasangan, satu-satunya yang pantas disalahkan adalah diri anda sendiri bukan Tuhan. Bila suatu saat nanti anda memilih pasangan tanpa melibatkan Tuhan dan kemungkinan yang buruk datang menimpa anda, salahkan saja saja jangan Tuhan.

Dan penyesalan selalu datang belakangan.

Selamat mencari, memilih da berpetualang bersama Tuhan. Tuhan masih menulis cerita cinta.

Leave a Reply