Mampu Bertahan di Tahun Ini Saja Sudah Lebih dari Cukup

https://unsplash.com/photos/NDw-WCFk1fo

Jadi. . . .

2020. . .

Huft. . .

🙁

Gimana 2020-nya? Hehehe.

Banyak yang setuju, dalam 10 tahun terakhir, tahun 2020, menjadi tahun terberat untuk banyak orang. Baru masuk bulan keempat, belum genap 100 hari, di tahun 2020 sudah banyak hidup orang ngos-ngosan.

Coba aja recap dari awal tahun di Januari sampai sekarang. Bisa kita lihat, dengar, dan rasakan dengan jelas kalau lebih banyak berita dengan sentimen buruk dari pada sentimen baik. Mulai dari kabar dalam skala global, nasional, hingga personal, bener-bener ga ada yang stabil. Akhir-akhir ini hidup kita dihadapkan dengan banyak ketakutan, kekhawatiran, dan kesedihan.

Berita-berita mulai dari isu perang dunia ketiga, banjir di Jakarta, kebakaran di Australia, meninggalnya tokoh idola, dan virus corona bangsat yang sedang menggila ini buat mental tertekan habis-habisan. Mereka yang tak mampu bertahan, akan hancur berantakan.

Belum lagi, kelihatannya virus korona ini belum menunjukkan perubahan yang lebih baik secara signifikan dalam waktu dekat. Saat Indonesia belum sampai di puncak pertama, China sedang ada gelombang kedua dengan tanda-tanda yang berbeda dari sebelumnya. Kalau second wave COVID-19 terjadi di sini, maka habislah kita.

Kita, dalam beberapa bulan ke depan, masih harus menghadapi hal yang sama. Yang jadi masalah, apakah kita masih punya cukup kekuatan? Gambarannya seperti ini, kita mah kuat-kuat aja kalau disuruh megang gelas yang isinya air. Tapi, kalau megangnya seminggu gimana? Apa sebulan? Dua bulan? Masih kuat? Berat gelasnya padahal engga bertambah apalagi berkuang, tapi tangan kita udah pasti pegel bukan main. Itu baru gelas, lah ini, virus korona HADEEEEH.

Baru masuk bulan keempat, 100 hari pun belum genap, tapi napas hidup sudah mulai engap. Di tahun ini, hidup banyak orang tidak sama lagi. Gara-gara korona, sistem imun kita diserang, stabilitas ekonomi menjadi berang. Banyak perusahaan, baik skala besar hingga umkm tidak mampu bertahan lagi sehingga dengan terpaksa satu-satunya jalan keluar adalah PHK untuk pekerja, mungkin kamu salah satunya.

Banyaknya PHK para pekerja ini juga berarti semakin kecil kemungkinan mereka yang baru wisuda untuk mendapatkan kerja. Tidak hanya bersaing dengan rekan-rekan mereka yang juga baru akan memasuki dunia kerja, tetapi juga mereka yang sudah berpengalaman dan harus bertahan menyambung nyawa. Beberapa orang akan mengalami hal ini, dan semoga saja kita semua akan baik-baik saja.

Dengan banyaknya kejadian mencengkam dalam beberapa bulan belakang, membuat kita bertanya dalam hati, masih beranikah kita melihat hal-hal yang akan terjadi beberapa bulan ke depan? Saat peristiwa tak menyenangkan terjadi, mimpi buruk jadi nyata, ketakutan jadi raksasa, mampukan kita melihat harapan yang bahkan tak kasat mata di depan sana?

Yang namanya survive selalu tidak mudah, beberapa hal yang dianggap tidak penting dilepaskan, segala cara agar tetap bertahan dilakukan, apapun itu yang penting bisa melihat secercah harapan. Dan saat semua sudah terlewati, kita akan jadi lebih kuat karena harus menghadapi yang jauh lebih besar nanti.

Saat ini, yang bisa kita lakukan ya sama-sama saling jaga, mencoba melawan ketakutan, melepaskan kekhawatiran yang selama ini secara tidak sadar kita pelihara.

Kita semua sedang mencoba bertahan, sedikit demi sedikit menanam harapan di balik bayang-bayang besar ketakutan. Saat semua kejadian selalu tak menentu, hati kita meragu, berusahalah untukmunculkan harapan kecil yang baru. Dan dalam doaku, semogasemesta selalu bersamamu.

Harap pegangan, perjalanan kita masih panjang.

Leave a Reply