Eksistensi Diri

Akhir-akhir ini saya sering merenungkan tentang eksistensi diri mungkin tepatnya aktualisasi diri. Ada beberapa peristiwa yang mengingatkan saya tentang hal itu, namun tak akan saya ceritakan disini karena menyangkut privasi orang lain.

Tanpa sadar kita semua butuh diakui, butuh dilihat, nih loh sebenernya aku ini ada. Saya pun tanpa sadar juga mengalami hal itu, saat saya post photo di instagram saya berharap saya banyak orang yang me-love photo saya, dan harapan itu berubah menjadi rasa frustasi karena tidak sedikit orang yang mengacuhkan photo saya. miris bukan, ketika aktualisasi diri kita ditentukan seberapa banyak like/love postingan di instagram, line, path, facebook dan akun media sosial lainnya.

Sedih bukan ketika nilai hidup kita ditentukan oleh pendapat orang lain, dan tidak sedikit dari kita yang menjadi seperti yang orang lain harapkan, bukan menjadi diri kita sendiri.

Setiap orang ingin diakui keberadaannya
Setiap orang ingin diterima
Setiap orang ingin dihargai
Setiap orang ingin dilihat posisi dan statusnya
Setiap orang ingin diperhatikan

Semua hal tersebut merupakan memang kebutuhan dasar jiwa dari manusia namun jika dalam posisi yang cukup. Terlalu berfokus pada semua hal itu sebenarnya membuat kita menjadi self-oriented, memikirkan diri sendiri, pokoknya semua harus tentang saya, saya tidak peduli dengan orang lain ini saya dan ini prinsip saya, ngeri kan ? begitulah saya.

Self-oriented menunjukkan kalau sebenarnya saya belum mempunyai gambar diri yang benar untuk hidup saya sendiri, saya masih perlu membuktikan pada diri sendiri dan orang lain kalau saya itu ada dan mampu. Memang tidak mudah untuk membenahi semua itu, perlu waktu, usaha dan kesadaran diri.

bagaimana cara memulihkannya ?

a. Kosongkan dirimu, berdamailah dengan dirimu sendiri dan dengan  Allah
b. Sadar bila sebenarnya dari dalam hatimu, kamu butuh diakui, diterima, diperhatikan
c. Lihatlah dari dalam hatimu, apa yang sebenarnya sedang Allah rencanakan untuk hidupmu

Tullian Tchividjian mengatakan Kasih Karnia tidak mengharuskan kamu untuk menjadi siapapun.

Leave a Reply