Dulu aku pernah jatuh hati

Dulu aku pernah jatuh hati, tapi sekarang aku jatuh sejatuh-jatuhnya
. . .
Bagaimana tidak, dia yang memporak-porandakan semuanya.
. . .
Sudah hampir 10 bulan aku mencoba mengejar dia, berusaha agar dapat sedikit saja aku  bisa lebih dekat dari dia.
Sudah terlalu sering merasakan lelah.
Sudah tak terhitung rasanya ingin menyerah.
Sudah beberapa kali aku diam
dan ingin mundur.
. . .
Tapi aku masih berdiri disini untuk orang yang sama atas perasaan yang sama. Jika aku menjadi Tuhan, aku akan menjadi muak dengan gumaman kecil yang berkata
Tuhan, aku mencintai dia.
Lord, i love her so much. please guide her in Your way.
. . .
Aku masih ingat saat itu, saat kita ada di gereja bersama, aku berdoa
Bila cuma satu yang bisa ku perjuangkan selama hidup, aku ingin memperjuangkan dia yang ada di sampingku.
. . .
Ternyata
memperjuangkanmu menghancurkan pola pkir yang sudah mem-batu.
memperjuangkanmu itu, tanpa sadar setiap pagi ku sebut namamu
memperjuangkanmu itu, memaksa aku untuk level up dan berubah
memperjuangkanmu itu, menuntut aku bersiap menghadapi kenyataan di depan yang terlampau berat.
bahkan aku tak pernah berpikir sejauh ini dan seakan-akan kau sangat dekat.
Dalam setiap apa yang aku pikirkan dan rencanakan, aku tidak bisa menjadi sendiri selalu ada bayang-bayangmu dalam setiap apa yang ku rencanakan beberapa tahun nanti.
. . .
Satu-satunya senjata terampuh yang ku miliki itu DOA
Seperti kata Nasia, “Berserah tapi tidak menyerah”
Ku buka lagi catatan harianku, ku lihat sudah berapa kali aku ingin menyerah.
DAHULU AKU PERNAH JATUH HATI, TAPI SEKARANG AKU JATUH SEJATUH-JATUHNYA PADANYA
 

Leave a Reply