DAY 1

04-05 Maret, 1 Malam di D’Season Hotel Jepara

Sebenarnya, MISI 21 Masih dalam perencanaan, masih ada beberapa rencana yang belum dimatangkan bahkan ada beberapa MISI yang belum tau mau ngapain. Secara garis besar perencanaan MISI 21 masih 70 Persen. Mba Evi ngajak buat pergi ke Bandengan dan menginap di D’Season Hotel, tanpa pikir panjang, aku mah YES. Ada keraguan untuk menjadikan ini sebagai hari pertama MISI 21 namun setelah berpikir cukup panjang, akhirnya ini menjadi hari pertama dari 21 hari dalam MISI 21.

Favor of God banget, bisa menginap di D’Season Hotel tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun, bagaimana tidak sebagai mahasiswa yang baru saja nyelesein kuliah, belum diwisuda dan belum mendapat pekerjaan, Bisa menginap di Hotel bintang 3, btw thanks berat buat mba evi buat sponsornya. Perjalanan dari Semarang pukul jam 12 siang, sebelumnya makan siang dulu di simsix, selesei makan siang langsung jemput Jyoti di sekolah, lalu langsung Cus ke Jepara. Perjalanan ke Jepara lumayan jauh, sekitar 2 jam dari semarang. Saya menikmati perjalanan ke Jepara.

Ketika sedang dalam perjalanan, sedikit bernostalgia ketika melewati kecamatan Mijen daerah Demak, dalam perjalanan Oh men, saya merindukan TIM KKN desa Mlaten. Agung, Nov, Ida, Zaki, Dyah, Hafi miss you gaes. Perjalanan tetap berlanjut. . .

Akhirnya, tiba di D’Season Hotel. Check in lalu ke pantai ber photo ria, selfie, membangun istana pasir yang ga jadi pada akhirnya berenang di kolam renang, karena berenang di pantai Bandengan sangat tidak memungkinkan.

Pada malam hari, setelah makan malam, saya berkontemplasi sejenak dalam kesunyian alam, angin, pantai, ombak yang menderu, merenung apa yang saya bisa pelajari dari perjalanan ini karena saya tahu hidup adalah perjalanan dan perjalanan adalah sebuah pelajaran.

 1. ANAK-ANAK MUDA, BERPETUALANGLAH

Pada liburan-liburan sebelumnya, tujuan utama liburan saya adalah Gunung, Pantai, dan semua yang berbau alam. Bukan hanya sekedar keindahan di puncak yang saya cari, namun rasa lelah dan kebersamaan bersama para sahabat yang menjadi sebuah value yang tak pernah tergantikan. Puncak hanya bonus, dan selalu ada-ada saja yang membuat rindu pada ketinggian diatas permukaan laut. Beruntung bila kita mempunyai budget yang cukup bahkan melimpah, namun sekalipun budget anda sangat miris, jangan sampai itu menghalangimu untuk meniti titik-titik terindah di negri ini.

Saya belajar, Alam liar adalah sebuah petualangan, Penaklukkan diri sendiri, sebuah self journey yang menekankan value pada adrenalin anak-anak muda. Saya pernah nyaris mati karena kedinginan di pos watu kotak gunung sumbing, tidur hanya berselimutkan sarung saja di puncak gunung merbabu karena sleeping bag saya di pakai oleh rombongan dari Joga yang nyaris hipotermia kedinginan, dan turun dari gunung tidak beralas kaki, karena sepatu saya dipakai oleh rekan perjalanan yang kesusahan turun gunung karena tapal sepatunya rata..

Sebuah sensasi adrenalin yang akan menjadi kenangan dalam cerita hidup nanti di hari tua. Alam selalu mengajarkan banyak hal, keindahan, sunrise, berada diatas awa, persahabatan, Tuhan, berjuang sampai titik akhir, menjadi dewasa, menjadi diri sendiri, perduli, survive dan masih banyak hal lagi. Dan akan masih banyak cerita dan perjalanan yang bisa ditulis pada setiap perjalanan kita.

Kapan terakhir kali anda berdiam bersama angin lalu menitikkan air mata ?

Kapan terakhir kali anda melihat pelangi, dan terdiam sejenak menikmati bias warna cahaya yang tepantul dari butiran-butiran air hujan ?

Kapan terakhir kali anda hanya bisa terdiam melihat ada samudera awan dihadapan anda ?

Kapan terakhir kali anda benar-benar menikmati hidup yang Gusti Allah berikan ?

SUDAH LUPA ? ANGKAT RANSELMU SEKARANG, PERJALANAN ITU TAKKAN PERNAH TERGANTIKAN. . . PERCAYALAH
 
2. MENIKAH, KELUARGA MENJADI PRIORITASMU

Dengan tipe liburan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kalau biasanya piknik ke Gunung atau pantai dengan budget terbatas, tapi kali ini piknik dengan rasa yang berbeda. Bermalam di sebuah hotel bintang 3 dengan pemandangan langsung kepantai tidak kalah menariknya. Memang ada sedikit rasa berbeda namun sebuah keindahan sang Pencipta masih tetap bisa dinikmati, tergantung dari sudut mana kita bisa melihat dengan benar. Memang tidak ada tas carrier segede gaban yang ditenteng, ga ada udara dingin yang menusuk tulang, ga ada seni mendirikan tenda, ga ada keringet yang membasahi kaos oblong gambar Ryan Gigs pemain sepakbola dari Manchester United. Saya menikmati piknik ini, hanya saja sedikit berbeda, walaupun sedikit agak janggal, namun selalu ada saja perjalanan dan perjalanan yang bisa dituliskan.

Tempat seperti memang tidak cocok untuk jenis manusia seperti saya, tapi tempat seperti ini sangat cocok buat keluarga saya.

Perjalanan seperti ini tidak akan memuaskan adrenalin saya, tetapi tidak untuk keluarga saya. Terdapat value yang berbeda antara alam liar dan hotel berbintang. Saya tidak akan membawa istri dan anak-anak saya yang masih kecil nanti untuk pergi mendaki ke gunung sindoro, merapi, slamet apalagi sumbing, karena perjalanan disana sungguh menyesakkan jiwa. Saya juga tidak akan mengajak istri dan anak-anak saya nanti untuk mengendarai motor selama 9 jam untuk pergi ke pacitan. Karena value piknik didalam keluarga bukanlah sebuah alam bebas yang mengancam nyawa dan keluar dari zona nyaman, tapi sebuah liburan dengan value kebersamaan dan kedekataan antara orang tua dan anak. Karena KELUARGA bukan hanya sekedar HOUSE, namun juga HOME.

Leave a Reply