D.E.F.E.N.S.E

Baru-baru ini aja, sejak tulisan ini sedang ditulis, aku baru aja merenungkan sesuatu.

Sesuatu tentang keputusan, tentang pembelaan, tentang pertahanan diri, tentang menikmati hidup.

D.E.F.E.N.S.E. . . . . Yap, pertahanan diri, membela diri, sedang berusaha untuk membuat diri ini tetap terlihat hebat dan kokoh.

Seringkali dalam berbagai peristiwa, ketika keadaan kita bukan dalam situasi yang baik, cenderung secara otomatis, kita selalu mempunyai respon yang cenderung untuk mempertahankan diri.

Kecenderungan kita, saat ada seseorang yang menegur/menasehati karena ada sesuatu yang salah dari dalam diri kita, selalu kita mempunyai beribu alasan untuk menyatakan kalau yang salah itu bukan dari diri kita, namun dari keadaan di luar kita. Saat kita di nasehati, selalu ada ‘defense’ yang keluar dari diri kita kalo oh itu kan bukan tentang saya.

Kenapa kita tidak jujur pada diri kita sendiri, lalu jujur kepada Tuhan ? *simpan bagian ini dahulu*

-PERJALANAN HIDUP-

Sebuah fakta yang ada, kalo waktu itu terus berjalan.

Tak perduli kamu sedang melakukan apa
Tak perduli kamu sedang bersama siapa
Tak perduli kamu sedang menikmati atau meratapi hidup
Waktu akan terus berjalan, detik, menit, jam, hari, minggu bulan dan tahun akan tetap melaju.

Tapi sadarkah kita, terkadang dalam hidup ini, kita selalu berada ditempat yang salah dan dengan waktu yang salah ?

Kita menginginkan sesuatu yang bukan kita butuhkan
Kita mendambakan sesuatu yang saatnya belum tiba
Kita mengharapkan sesuatu yang sebenarnya bukan yang hal yang baik dalam hidup kita.

Dalam hidup kita, ada begitu banyak kebutuhan yang harus terpenuhi dalam hidup kita, baik itu materi, maupun psikologis, atau yang lainnya juga. Namun, ‘gengsi’ membuat kita mengaku kalau semua kebutuhan itu terpenuhi dengan baik bahkan melimpah.

Omongan nya sudah mulai ngelantur -__-“

Okay, kembali ke DEFENSE lagi. .

Akhir-akhir ini saya mengalami sebuah tekanan dari sekitar, sebenernya bukan tekanan juga sih. Tetapi saya merasa orang-orang terdekat seolah berkata.
‘Umurmu sudah 23 mau 24, mbok ya cari pacar’

Bukannya tidak mau pacaran, banyak hal yang menjadi pertimbangan, seperti komitmen yang tidak akan pacaran sebelum umur 25, oke 1 tahun kurang 7 bulan lagi. Belum lagi si Nona Manis baru saja menyeleseikan semester satu, masih ada 6 modul lagi yang akan dia jalanin, perjalanan ini masih sangat panjang. belum lagi akhir-akhir ini hubungan dengan si Nona Manis, sudah sangat jarang, hanya sebatas doa yang selalu diungkapkan kepada Sang Kuasa. Masih banyak kenyataan yang menyedihkan yang menyatakan bukan sekarang waktunya.

Sebuah perjalanan yang saya nikmati, tiba-tiba kacau karena mendengarkan suara di sekitar. bukan berarti itu suara yang jelek, bukan berarti itu suara yang salah. Namun itu suara yang terdengar ketika belum waktunya.

D.E.F.E.N.S.E saya mulai keluar ketika mendengar suara-suara tersebut.

Namun bahayanya adalah, ketika suara yang kita dengar itu benar dan dengan waktu yang tepat, kita malah membuat D.E.F.E.N.S.E untuk orang tersebut. Padahal niatnya baik dengan tujuan yang baik.

Jadi. . . saya harus apa ?

Satu-satu nya Pribadi yang tau siapa diri kita dan apa yang kita butuhkan adalah Allah.

Nama nya adalah Penasihat Ajaib.

Leave a Reply