Ahok kalah, saatnya kembali ke duniamu

Kemarin itu hari yang cukup menegangkan, perasaan yang campur aduk, dari pagi hingga sore hidup dibuat dengan penuh ketidakpastian.

Yap, saya adalah salah satu orang yang selalu mantengin segala info tentang bapak Basuki Tjahaja Purnama aka Ahok. Dari bulan juni/juli 2016 sampai april 2017 sepertinya ga ada info-info terlewatkan tentang beliau. Hingga memanasnya kasus penistaan agama. Bulan oktober-november-desember adalah bulan yang cukup panas untuk situasi pilkada DKI.

Januari hingga maret pun tak kalah panasnya, hingga puncaknya kemarin 19 April 2017, Quick Count mengatakan sang petahana kalah dalam petarungan menjadi gubernur DKI Jakarta. Saya pribadi sangat menyayangkan kompetisi ini masih jahat, kotor dan tidak sehat. Ketika yang diangkat seputar isu agama, ayat, mayat dan intimindasi dari beberapa pihak untuk membela agar jagoannya menang.

Dari jam 2 siang, saya udah nyalakan layar laptop buka hasil quick count di kompas tv, angka-angka yang terus berganti, kadang naik kadang turun, tak jarang juga tetap di percentage yang sama.

Harap-harap cemas, berharap Ahok menang, dan cemas ketika angka dilayar laptop tidak kunjung naik. Akhirnya yang di cemaskan pun terjadi, pasangan Basuki-Djarot kalah 42% : 57% melawan Anies – Sandi.

Saya yakin hari itu adalah hari patah hati sebagian besar penduduk Indonesia. Orang yang sudah bekerja keras, jujur, transparan, peduli dengan orang miskin, Kalah.

Harapan Ahok akan meneruskan pekerjaannya harus berhenti disini. Agaknya sudah hilang semangat untuk hari kemarin. Hingga akhirnya Pak Ahok konpers

“Kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan juga yang ambil. Jadi biasa aja. Ga usah terlalu gimana2.” – kata Ahok sambil tertawa di konpres.

Yaudah, mau tak mau harus terima kenyataan, ga ada gunanya masuk dalam kesedihan yang mendalam, sedih sih iya, tapi ya harus move on.

Salah satu yang patut saya syukuri dari pilkada ini adalah saya bisa tau orang-orang yang hebat, pinter, kreatif, meskipun (sangat) nyeleneh sperti Victor Kamang, TsamaraDKI, Iman Sjafei, Pangeran, Gus Sahal, Gus Nadirs, dan masih banyak lagi akun-akun twitter panutan. Masih yakin bahwa Indonesia masih berisi orang-orang keren. Ya walaupun yang ga keren lebih banyak sih.

Setelah Ahok kalah lalu . . . . .

Untuk saya pribadi saatnya berhenti dari euforia pilkada DKI, karena memang sudah selesei. Saatnya kembali melihat diri sendiri, sampai saat ini sudah ngapain aja, sudah berbuat kebaikan apa aja, mau ngapain besok.

Gausah terlalu serius mikirin nasib Pak Ahok yang kalah, karena sekarang pasti Pak Jokowi lagi mikir ini Ahok enaknya ditaroh jadi menteri atau ketua apa. Sok sokan mikirin nasib pak Ahok padahal nasib sendiri aja masih belum jelas.

Gausah soksokan sedih tentang Jakarta, karena elo masih stay di Semarang, Jakarta ga terlalu ngaruh buat orang yang tinggal dan kerja di luar Jakarta..

Untuk saya pribadi, sekarang saatnya mikirin besok untuk bayar cicilan rumah gimana, masih ada pendidikan tinggi yang harus diseleseikan, masih ada mimpi-mimpi yang harus di capai, masih ada masih ada anak-istri masa depan yang perlu di kasih makan, dan masih ada dedek-dedek gemez yang perlu ditaklukkan.

Sok sokan peduli dengan hidup orang, skripsi aja belum di kelar-kelar. Sok sok an membela diatas keadilan, baru di kafirin temen sendiri aja udah mewek, itu belum di demo FPI berjilid-jilid.

Kagum dan salut dengan Pak Ahok itu harus, kerja keras dia, transparansi untuk ga terima suap dan korupsi, hati dia untuk rakyat kecil emang harus di kagumi kalau bisa dijadikan panutan dan ditiru. walaupun emang lambe nya sedikit agak keblinger sih, itu yang harus diwaspadai.

Kalau kata TsamaraDKI

Terkadang kita sudah memberikan yang terbaik, tapi terkadang itu semua belum cukup. Semua harus tetap disyukuri. #TerimaKasihAhok

c9w9m1cuqaafccr

Perjuangan bapak akan selalu melekat di hati kami, meskipun Pak Ahok kalah, bapak tetap menjadi pemenang di hati kami.

Sekarang. . .

Life must go on, brave yourself to face it. Your dream, mission, and all of your will try to achieve it, if you want to, you’ll find way.

Time to make all my dream comes true. . .

Leave a Reply