2 Minggu di Kampung Inggris

Ga kerasa udah dua minggu ada di Kampung Inggris, Pare kediri.

Awalnya merasa asing dengan keadaan di sekitar, bukan tentang budaya dan makanannya tapi karena memang kali ini pergi sendirian.

Pada saat mau berangkat sudah ada tanda-tanda manis dari Tuhan lewat Secret Admirer yang ngasih bunga yang sampai saat ini belum tau siapa nyonya R sebenarnya. Tak apalah seenggaknya saya bisa berangkat meninggalkan semarang dengan senyum manis.

First impression saat sampai di Kediri, kota nya bagus, rapi, tertata, ga terlalu semrawut. Seenggaknya kota ini nyaman buat saya tinggali dalam sebulan kedepan.

Fyi, kampung inggris itu bukan di kota kediri tapi di Pare, salah satu kecamatan di kediri. Waktu tempuh dari stasiun kediri ke kampung inggris sekitar 30 menitan, itu udah santai banget.

Sebagai orang asing, pergi sendirian dan akan tinggal agak lama di tempat baru merupakan pengalaman yang baru yang akan menjadi pelajaran baru.

Sampai kampung Inggris

Sampai di kampung ini, ternyata ini bukan kampung-kampung amat. Banyak bangunan permanen dan pertokoan di jalan utamanya. Kebetulan Lembaga kursus yang saya masuki adalah Brilliant, terletak sedikit agak kedalam dari jalan utama namun tetap aja kampung yang bukan kampung.

Selesei mengurus administrasi, langsung di tempatkan di camp. For the first time, saya tidur dengan orang asing. Roomate saya namanya Radju dan Cahar, para anak muda yang baru lulus SMA.

Siangnya di adakan placement test, yaitu tes untuk anak-anak baru untuk mengenali seberapa jauh kemampuan mereka agar bisa di tempatkan di tempat yang tepat. Test nya ada dua macam yaitu tes tertulis dan wawancara. tes tertulis hanya mentranslatekan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Lumayan sukses namun saya tahu grammar saya pasti banyak yang salah. Setelah tes tertulis, ada tes wawancara, awalnya saya bingung apa yang mau di wawancara, ternyata hanya wawancara biasa saja, pertanyaan klasik dan alasan kenapa memilih tempat ini. Pewawancara saya saat itu adalah Miss Ita, Miss yang punya muka jutek tapi ternyata sangat baik hati.

USA Class

Keesokan harinya ada pengumuman pembagian kelas, hanya ada dua jenis kelas yaitu kelas basic dan intermediete. Saya masuk kelas USA yaitu kelas intermediete. Awalnya kelas USA adalah gabungan dari kelas basic yang naik kelas dan anak baru yang langsung lompat ke intermediete. Tapi mereka (orang lama) memisahkan diri dan bergabung dengan kelas Indonesia. kelas USA ada sekitar 20 orang.

Teacher

Pengajar kelas USA ada ms. devi untuk kelas vocabularry, ms. ita untuk kelas speaking, mr. andre untuk kelas grammar, dan mr. reef untuk kelas pronunciation. Semua teacher sudah mumpuni untuk menjadi pengajar, mereka punya skill dan ciri khas yang berbeda-beda. Saya sangat salut dengan Mr.Andre dan Mr.Reef. Menurut saya mereka berdua sangat jenius. Mr. C dengan grammar teachingnya mampu membuat saya tak bisa mengalihkan pandangan saya, beberapa detik saja lengah, bisa kacau semuanya. Begitu juga dengan Mr. Reef lulusan Manajemen yang punya perfect pronun. DIA PINTER BANGET.

Family

Ga perlu lama buat bisa adaptasi di tempat ini, terutama di USA Class, kurang dari satu minggu yang awalnya ga kenal jadi dekat banget berasa keluarga, iya keluarga. Mungkin ini salah satu moment terbaik saya di tahun 2016, bertemu dengan orang-orang hebat dan baik hati. Merekalah yang membuat saya betah disini.

2 Minggu sudah berlalu, beberapa orang sudah pulang dan dua minggu lagi saya juga pulang, USA Class akan tetap ada di hati 🙂

Leave a Reply