Yang Terbaik

Hari ini saya memulai lagi pembacaan Alkitab setahun dari awal, karena ikut-ikutan program JPCC. Pembacaan kejadian justru di mulai dari bulan Februari, timming nya pas lah antara saya dan JPCC *eh.

Berawal liat postingan kalender ayat di instagram salah satu DATE di Instagram, iseng-iseng minta softcopy jadwal kalendernya, ternyata di bales.

Softcopy jadwal bacaan setahun sudah di tangan. Dalam panduannya di bagian terakhir di katakan tulis saja pesan atau impresi apa yang sepertinya Tuhan katakana lewat Firman Tuhan tersebut. Ini bisa berupa janji atau perintah. Tulis saja, jangan takut salah, karena ini adalah proses pembelajaran setiap pribadi menangkap isi hati Tuhan.

Hari ini tanggal 2 Februari, saya mmbaca Kejadian 4-7.

Pasal pertama berisi tentang Kain dan habel, saya menangkap ada sesuatu yang berbeda yang belum saya rasa senyata ini.

Semua orang Kristen pasti tahu tentang cerita Kain dan Habel. Anak Sekolah Minggu pasti sudah katam dengan cerita tersebut. Namun sebelum ini, saya bertanya mengapa persembahan kain di tolak Tuhan ? saya dengarkan banyak kotbah, baca artikel, baca buku, malah yang saya temukan penjelasan yang menjelimet ga karuan, ya mungkin karena kapasitas otak saya kebanyakan MSG kali ya jadi ga bisa mengerti kenapa persembahan Kain di tolak Tuhan.

Dan saya menemukan apa yang saya pertanyakan selama ini, cukup jelas dan detail yang tertulis.

Beberapa waktu kemudian Kain mengambil sebagian dari panenannya lalu mempersembahkannya kepada TUHAN. – Kej 3:3 BIS

Lalu Habel mengambil anak domba yang sulung dari salah seekor dombanya, menyembelihnya, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada TUHAN. TUHAN senang kepada Habel dan persembahannya,- Kej 3:4 BIS

 

Kain mempersembahkan sebagian dari hasil yang dia dapat, dan Habel mempersembahkan bagian yang terbaik.

Impressi yang pertama keluar ketika baca ini adalah “Jangan-jangan persembahan gue di terima Gereja tapi ga di terima Tuhan” LOL

Saya mencoba merenungkan parameter apa yang digunakan untuk menentukan itu ‘sebagian dari hasil’ atau memang ‘bagian yang terbaik’.

Dan saya TIDAK MENEMUKAN satu indikator apapun yang bisa menentukan persembahan ini hanya sebagian dari hasil seseorang atau ini bagian yang terbaik.

Hingga satu sore tadi, saya menyadari suatu hal. . .

Satu-satunya yang bisa menentukan persembahan yang kamu bawa itu adalah bagian yang terbaik atau bukan ya DIRIMU SENDIRI.

Juga yang paling mengetahui kamu adalah dirimu sendiri dan Tuhan. Jadi (sepertinya) Tuhan memakai dirimu sendiri untuk menjadi parameter persembahan yang kamu bawa.

Mencoba jujur dan terbuka dengan diri, setiap ibadah, persembahan yang kamu bawa itu sebagian dari yang kamu punya atau bagian yang terbaik ?

Bukan tentang jumlahnya, belum tentu jumlah yang besar itu persembahan yang terbaik menurut Tuhan dan jumlah persembahaan yang kecil hanya sebagian dari hasil. ya pokoknya kamu tanya dirimu sendiri lah (Kamu tahu, Tuhan tahu dengan tidak menghakimi).

 

Ada yang merasa ‘kok aku kaya dipalak Tuhan ya’ ?

Jangan kebanyakan makan micin ya mbak mas, pak buk semuanya.

Saya percaya yang namanya Persembahan, Pelayanan, Penyembahan itu bukan cuma sesuatu yang berada dalam lingkup gereja atau lembaga rohani saja, tapi sebenarnya seluruh hidup kita itu adalah persembahan, pelayanan dan penyembahan. Seluruh hidup ya, seluruh, bukan cuma ketika di gereja, doa, komsel, atau apapun itu.

Bagian yang terbaik adalah apa yang kita punya (benda) dan apa yang bisa kita lakukan (perbuatan).

Pasal ke Lima sampai ke Tujuh dari kitab Kejadian bercerita tentang NUH.

Saya tuliskan dalam jurnal saya ketika membaca Nuh, apa yang Tuhan perintahkan kepada Nuh sebenarnya bukan untuk kepentingan Allah, tapi kepentingan dan keuntungan Nuh sendiri. Perintah Tuhan itu menyelamatkan Nuh dari bencana super dahsyat yang pernah ada di muka bumi, bayangin aja gunung tertinggi di dunia aja ampe kelelep sama air bah, banjir Jakarta mah bukan apa-apanya Muehehehe

Perintah Tuhan itu menyelamatkan dan mengindarkan kamu dari hal-hal yang ga perlu kamu hadapin.

Contoh tentang persembahan ini, bukanya kita semua tahu akar dari segala kejahatan ini adalah CINTA akan uang, garis bawahi dan cetak tebal C.I.N.T.A.

Sebenernya ya Tuhan ingin menyelamatkan kamu, sudah banyak contoh yang hancur karena uang kan ?

Tuhan sedang mencoba menyelamatkan kamu dari CINTA YANG SALAH, Yap cinta akan uang.

Kalo merasa Tuhan malak kamu sebenernya itu agak gimana gitu, Surga itu ga butuh uang kita (gereja sih iya), kata Pdt Christ Manusama “Dia jual satu bintang aja di galaksi ini, ga ada yang bisa bayar’. Lah elo ? persembahan 100 ribu aja masih mikir-mikir.

Yuk kita sama-sama belajar, ini hasil perenungan singkat saya, saya juga masih banyak harus belajar. Belajar mempersembahkan bagian yang terbaik, menjadi rendah hati dan peduli dengan sekitar, melakukan sesuatu yang baik untuk sekitar.

Tuhan tidak menghukum Kain karena persembahannya, Tuhan menghukum kain karena dosa sudah menguasai hatinya dan membunuh Habel.

Tuhanpun tidak akan menghukum kita karena persembahan kita hanya sebagian dari yang kita punya, bukan bagian terbaik kita. Kasihnya jauh lebih besar loh.

Even “He reject our offering”, His Love still great and His Mercy remain uncountable. Our things can’t change His Affetion to us.

For our better life, why not ?

Still learn and keep humble.

Leave a Reply