The Weakness

Berada di pare sudah 1 bulan 1 minggu (3 minggu lagi) udah cukup membuat saya intropeksi diri, Biasanya playing victim dan sering mojokin temen di pojokkan, hal itu ga akan pernah membuat saya maju.

Udah tau playing victim kan ? itu loh, orang yang selalu ga mau dan ga bisa di salahkan. Selalu menempatkan dirinya jadi korban kuda keadaan. Aku kasih contoh nih ya

Aku bego karena pemerintah ga bener buat kurikulum pendidikan, setiap pergantian menteri selalu ganti juga kurikulumnya.
Aku menderita karena subsidi bbm di hilangkan, biaya transportasi menjadi naik, bahan baku naik juga, orang dibawah semakin tertindas
Aku jomblo karena pemerintah tidak bisa mengatur regulasi para single dengan benar *lah
Dan ujung-ujungnya kalo ga nyalahin Jokowi pasti bilang semua konspirasi wahyudi, dasar Israel zionis kejam.

Nih, sebanyak dan sepinter kamu cari alasan untuk menyalahkan orang lain dan situasi atas keadaan kamu sekarang, ga akan membuat kamu maju sedikitpun, enggak akan buat hidup kamu jadi lebih baik. Camkan itu hey kisanak *lagi ngomong di depan cermin*.

Akhirnya, disini saya mendapat beberapa pencerahan. Ya semacam hidayah gitu cuma beda jalan aja.

Intropeksi dan jujur sama diri kamu sendiri, karena itu adalah faktor terbesar kenapa kamu susah untuk maju.

Ada banyak hal yang jadi weakness saya, tapi yang paling parah dua ini.
 

Pertama ; Selalu meremehkan segala sesuatu

Ini semacam penyakit yang sudah merajalela, harus segera diatasi. Semacam cikal-bakal benih kesombongan.
Ah, gini doang mah gampang.
Kalo kaya gitu, gua juga bisa.
Cuma gini doang nih ?
Dan akhirnya apa yang saya remehkan, itulah yang bikin malu saya pada diri saya sendiri. Bego amat sih lu.
Contohnya ketika di speaking class, Ms Ita berikan kita topik untuk di bahas. Kita di kasih waktu untuk berpikir dan membuat opini sendiri, setelah itu kita mempresentasikan di depan.
Well, i am going to telling my opinion. I get LGBT issues topic.  LGBT is. . . . . . . . . . *mampus*
Vocabulary, Grammar, Tensis, Idea, tiba-tiba pergi entah kemana.

Dan akhirnya, saya presentasi dengan vocab itu-itu saja, dan grammar yang ga karuan. Selesei giving opinion, dalam hati saya bilang “harusnya gue bisa lebih dari ini, dasar bego lo”.

INGAT : hal meremehkan adalah awal dari kesombongan, dan kesombongan adalah awal dari kejatuhan. Jadi ketika kamu menyepelekan sesuatu itu berarti kamu sudah jatuh sebelum kamu jatuh.

Sama kaya pelajaran Grammar for Intermediete sama Mr. Andre. Karena dia tutor Grammar, jadi ya harus perfectsionis. Materinya sudah di jelaskan dengan mantap. .tap. . tap.

Secara teori sih, saya sudah paham betul. Ah teori ini gampang lah, kalo dah bisa teorinya pasti nanti bisa ngerjainnya (awalnya gitu prinsip kemalasan saya dimulai).

Ketika exam di setiap akhir minggunya, selalu saja ada aja yang salah. Yang bikin kesel itu salahnya bukan hal-hal besar, just little things, but grammar is grammar. TALI tanpa L jadinya TA*SUDAHLAH (ini prinsip Mr. Andre kalo ngoreksi our exam).

kurang ‘s’ untuk benda yang plural lah, salah nempatin auxilary lah, salah preposisi lah.

Dalam hati bilang “gua kok kampret amat sih, gini aja bisa salah”.

Setelah di identifikasi kelemahan saya di bagian ini, ada dua hal yang harus saya lakukan untuk mengatasi ini.

PERTAMA harus sadar diri kalo kamu itu masih cetek banget ilmunya. Belum apa-apa aja udah belagu banget. Kalo dah bisa menggandakan sesuatu berarti ilmu kamu sudah bisa setara dengan kanjeng dimas taat pribadi yang selalu setia sama satu wanita.

KEDUA, harus banyak-banyak latihan. dalam hal apapun itu (pelajaran, musik, design grafis, bahkan sampe bercinta) the more practice will make you better and better. Tingkat kemampuanmu berbanding lurus dengan kualitas dan kuantitas latihanmu. Semakin banyak kita latihan, semakin jadi pintar kita.

Kedua ; Selalu MENUNDA

Yang ini juga sama berbahayanya. udah seperti cinta yang gila, susah untuk di lepaskan. Disini saya sudah menetapkan jadwal apa-apa saja yang harus di lakukan, seperti baca The Guardian, dengerin BBC Radio, kerjain Grammar, Hapalin Vocabulary.

Parahnya, setiap hari jadwal yang dibuat selalu saja kacau berantakan. Satu hari yang terimplementasikan kadang cuma baca The Guardian sama dengerin BBC Radio. Yang lainnya, ntaran aja deh.

Karena menunda itu, jadinya berantakan semua target disini.

Bedakan menunda dengan malas, malas itu tidak ngapa-ngapain, sedangkan menunda adalah melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak lebih penting dari yang di rencanakan.

Diatas tadi cuma pembelaan aja, males sama nunda itu sama-sama menumpuk pekerjaan yang bikin kita keteteran sendiri.

Berbahayanya adalah akan selalu ada aja hal yang bikin fokus kita untuk menunda melakukan sesuatu. Youtubelah, Instagramlah, AskFmlah, Facebooklah. Linelah,. . .lah. Padahal juga isinya ya itu-itu aja. Ga ada yang lain. Tapi kok rasanya yang ga penting itu selalu narik saya buat ngelakuin hal yang ga penting itu. Disitu kadang saya merasa sedih dan mulai mengkambing-hitamkan setan sebagai penyebab saya jadi malas dan penunda.

Yang jadi sumber masalahnya ya dari kita sendiri bukan setan.

Satu-satunya memperbaiki hal ini dengan cara saya harus menemukan motivasi kenapa kamu harus melakukan itu dan tidak menundanya *halah*

Satu-satunya saya melakukan apa yang menjadi rencana saya supaya saya dapet score 575 di Toefl Score dan 6.5 di Ielts poin saya nanti.

Itu adalah salah satu gerbang saya bisa melanjutkan sekolah di luar negeri. Saya sudah mantapkan untuk pergi ke negara yang 80% penduduknya adalah atheist ; ga percaya Tuhan.

Tujuannya saya ingin meraih mimpi saya, dan menjadikan hidup saya berguna bagi nusa dan bangsa.

Setelah disini saya menemukan banyak motivasi, support, keberanian yang baru untuk melangkah. I belive the effort never betray us.

Perjalanannnya tidak mudah.

akan banyak keringat dan air mata
akan banyak hal yang harus di korbankan
akan banyak rasa sakit dan kesusahan yang harus dihadapi
akan banyak kritikan yang harus kita terima

dan akan ada cinta yang harus dilepaskan.

My decision is this. i will never stop until i can stand the place where my dream in there.

106702

Stay Calm and be brave

God Bless

Leave a Reply