Self Affirmation Story: Perjalanan Belajar untuk Bisa Menerima Diri Sendiri

Hi sobat bgstku. . .

I have a little secret that i never reveal for you

I didn’t like with my name. Artinya sih bagus, gigih, berjuang, tangguh, teguh. Tapi masalahnya dari aku SD bahkan sampai sekarang, ketika sedang perkenalan dengan orang baru aku harus mengeja nama GE I GE I HAH pake HAH dengan pengulangan frasa terakhir.

Aku ngelakuin itu berulang-ulang setiap kali kenalan dengan orang baru. Bentuk pengucapan H ini emang bgst sih. Sebagai konsonan yang lemah sehingga pelafalannya di lidah jadi tidak begitu jelas sehingga banyak orang yang menangkap nama aku itu GIGI padahal ga ada Kang Arman, Dewa Budjana dan anggota yang lainnya.

Bahkan ketika SMA aku pengen banget ganti nama jadi Gyh Cihuahua, iya ini nama jenis anjing (bgst) WAHAHAHAHA, atau ganti nama jadi Greyz dengan nuansa sedikit dark, yang ini emang cukup alay sih karena pada masa-masa itu syndrom EMO dan My Chemical Romance lagi kental-kentalnya di tahun 2009-an.

Bahkan karena nonton film Korea aku juga pernah pengen ganti username di Twitter jadi TIRUKAKA KURUKURU KANTAPIA SAURUSIA LOL (yang sampai sekarang masih  aku inget faks). Se-absurd-itu ternyata aku ya.

Kemudian sampai berjalannya waktu, yang kadang aku masih engga suka sama namaku sendiri, aku hampir memutuskan buat nama baptis Tamarisk(a), sebuah pohon perjanjian antara Abraham dengan Melkisedek. Nama itu sebenarnya filosofis banget dan punya karakter yang Alkitabiah.

Pohon Tamariska

Dulu juga sempat dalam waktu yang cukup lama aku benamkan nama T Gigih Prayitno.

Selain itu, aku juga enggak suka dengan orang yang manggil Gigi (again, without H), kadang aku gemes dan pengen ngoreksi tapi kadang yaudah lah dimaklumin aja. Dan memaklumin kesalahan penulisan nama itu butuh waktu bertahun-tahun, padahal mah apa sih arti sebuah nama.

Tapi sebenernya aku searusnya bersyukur dengan nama itu, karena di Indonesia banyak nama yang bikin kita geleng-geleng kepala, ada yang namanya Tuhan lah ada yang namanya Anti Dandruflah, ada yang namanya Reino Luna Syahrini lah, dan masih banyak nama aneh lainnya yang bisa kalian googling.

Tapi kan tiap orang punya keresahannya masing-masing dan salah satu keresahanku yang adalah nama Gigih yang sering banget dipanggil Gigi.

And loooooooong story short aku akhirnya terima nama itu Gigih Prayitno bukan T Gigih Prayitno, bukan Gyh Cihuahua, bukan Greyz apalagi Tirukaka Kurukuru Kantapia Saurusia.

Pasir Berbisik in Action

Yang kedua, sebenarnya mungkin sejak SD hingga November 2011 (I still remembered that time) aku itu orangnya minderan. Karena apa? Karena aku aku punya tampang di bawah standar alias jele. Kalau ada yang bilang cakep itu relatif dan jelek itu mutlak itu beneran sobat, dan kalian tidak sendiri, masih banyak orang jelek di luar sana.

Apalagi buat mereka yang udah tau dan kenal aku sebelum 2011 itu aseli sih, KACO SEKACO-KACONYA. Gambarannya pada era 2011 an adalah muka jerawatan, item kurus, rambut gondrong DAN PONI LEMPAAAR HADEEEEEH.

Kalau dipikir-pikir, sekarang aku sudah aga mendingan. Karena ternyata ada yang jauh lebih penting dari sekadar punya tampang yang tampan, yaitu UAAAANG DAN MAPAAAN.

Ya emang punya wajah yang elok atau rupawan itu bagus tapi bukan segala-galanya. Kalau kamu masih punya beberapa alternatif penggantinya. Kamu kalau tau kamu jele, ya seenggaknya kamu harus lucu, pinter, dan kaya. Ya selalu usahakan alternative lain buat jadi bagian dari dirimu. Tapi pertama-tama kamu perlu belajar untuk menerima dirimu sendiri.

Jadi bagaimana bisa menerima diri sendiri seperti diri sendiri?

1. Be Honest

Unsplash
Ready for Love

Yang lucu dari hidup kita itu, kita sering maksa orang lain buat jujur sama kita tapi kita sendiri sulit jujur sama diri sendiri. Banyak orang yang ku temui masih suka denial dengan dirinya sendiri.

Sama kaya kalo kamu engga jujur sama dokter, kamu engga akan mendapatkan obat yang tepat. Kalau kamu engga jujur sama dirimu sendiri, kamu engga akan bisa menemukan dirimu sendiri.

Jujur bicara tentang banyak hal, tentang kesukaan kamu, tentang orang yang kamu cintai, tentang kebahagiaan kamu, tentang kekecewaan kamu, tentang kemarahan kamu, tentang ketidakterimaan kamu, tentang semua hal tentang dirimu.

Menurut aku, jujur menjadi satu kunci untuk agar sebuah pintu yang bernama Self Affirmation.

Kalau kamu sakit, jujur lah sama dirimu sendiri

Kalau kamu terluka, jujur juga

Kalau kamu kecewa, dikhianati, dikucilkan, dimarahi, diapa-apakan itu, jujur aja.

Kalo kamu lapar, makan jujur kacang ijo :”

It’s okay being not okay

Karena dari sana kamu bakal lebih mengenal dirimu, kalau kamu sudah kenal sama dirimu maka untuk menerima dirimu sendiri akan jauh lebih mudah.

Sudah saatnya ga perlu maksa orang lain untuk jujur, kamu butuh untuk jujur sama dirimu sendiri.

2. Love Yourself First

Unsplash
Found Selflove

Tentang selflove ini kayaknya udah seringpun aku bilang ke banyak orang. Kamu ga bakal bisa menerima dirimu sendiri kalau kamu belum bisa menyayangi dirimu. Membahagiakan diri adalah tanggung jawab kamu sendiri bukan pasangan bahkan orang lain.

And remember this, to love yourself doesn’t mean you’re selfish.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menemukan selflove mu, kamu perlu mejaga jarak buat orang-orang yang punya dampak negatif yang sering buat kamu uring-uringan. Kamu juga ga perlu untuk selalu merasa ga enakan sama semua orang. Dan kadang yang kita butuhkan hanya jarak. Jarak untuk kita mengerti apa yang seharusnya kita lakukan untuk kebaikan diri kita.

Kalau kamu tau bagaimana kamu menyayangi dan perhatian sama dirimu sendiri, kamu ga akan menuntut orang lain untuk melakukan hal itu untuk kepentingan dirimu sendiri. Kita hidup di dunia yang sudah rusak, jadi kamu mau mengharapkan apa

3. Learn to Keep Growing Up

Unsplash
Growing Up

Ini dia sobat bgstku, perihal tentang dirimu sendiri agar kamu selalu berusaha untuk jadi best version of yourself. Menerima diri sendiri bukan berarti kamu ya udah aku begini ya begini, kalau kamu engga terima ya menjauh aja dari aku.

Itu bukan self affirmation but childish, iya kekanak-kanakan. Ketika kamu tidak belajar untuk bertumbuh sebenarnya kamu bukan sedang memelihara hidup kamu tapi ego kamu.

Engga ada pertumbuhan tanpa perubahan, dan tidak ada perubahan tanpa rasa sakit. Growing up isn’t always makes you happy, but makes you great.

Karena seyogyanya ada banyak yang harus kita pelajari dan ubah, dari penampilan, pengetahuan, skill, karakter, self control, management dan masih banyak hal yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Semua butuh proses, semua butuh waktu dan semua butuh rasa yang harus dikorbankan.

“If you can’t fly then run, if you can’t run then walk, if you can’t walk then crawl, but whatever you do you have to keep moving forward.” ― Martin Luther King Jr.

Ga usah terlalu memusingkan proses orang lain, bila kamu harus berjalan lambat tidak usah memaksa jadi cepat, ketika kamu harus jadi cepat jangan melambatkan diri.

Kamu adalah kamu bukan orang lain.

4. Tragedy is Comedy

Unsplash
It’s a Comedy

Di tulisan awalku tadi kalau ngerti sebenarnya aku cerita tentang “tragedi” yang sudah aku alamin bertahun-tahun mungkin belasan tahun.

Dan menurut aku komedi adalah tingkat tertinggi dari penerimaan diri. Kalau kamu udah bisa menertawakan dirimu sendiri, merasa lucu dengan kebodohan-kebodohanmu, ingin ketawa ketika mengingat-ingat lagi masa lalu yang sebenarnya pahit, itu artinya kamu sudah selesei dengan segala “tragedi” yang kamu hadapi.

Komedi adalah cara terbaik bagaimana kamu menceritakan keresahanmu, seorang teman pernah bilang kalau mau cari bahan untuk ketawa kamu bisa menertawai diri sendiri.

Aku pernah ditolak (berkali-kali) ketika aku (merasa) sudah berjuang dua tahun lebih, atau dijauhin perempuan bahkan bahkan sebelum aku mendekat. Sebenarnya kalo diingat-ingat ini kisah yang miris, tapi karena semua kisah paling menyedihkan yang kamu alami harus kamu terima sebagai bagian hidup kamu. Sesebel kamu sama namamu, sejelek apa mukamu, sengenes kehidupan cinta mu, atau apalah itu, kamu bakal bisa menuntaskan semua itu ketika kamu sudah bisa menertawakan dirimu sendiri.

I used to think that my life was tragedy, but now i realize it’s a comedy – Joker, 2019

5. Wisdom is The Key

Unsplash
Wisdom Journey

Banyak pelajaran tentang kehidupan yang perlu kamu tahu, karena hidup bukan hanya sekadar hitam atau putih, makanya kamu harus mengerti ada banyak hal yang perlu kamu kuasai sebelum kamu bertindak.

Aku percaya hidup selalu punya alternative ketiga, bukan hanya sekedar baik-buruk, hitam-putih, gelap-terang, a-b, tapi selalu ada alternatif yang kadang engga kamu tahu kalau kamu engga mau belajar dan membuka diri.

Selagi kamu masih hidup, akan banyak hal yang perlu kamu mengerti, dan kamu butuh kebijaksanaan dalam bersikap, kebijaksanaan juga buat kamu lebih berprinsip.

Selamat bersenang-senang 🙂

Leave a Reply