SATU-SATUNYA

Minggu, 5 Juni 2016,

Hari ini saya beribadah di IFGF Semarang, pada saat itu ibadah hampir selesai, tiba-tiba Roh Kudus berkata di hati saya ‘setelah ini kamu beribadah ke GBI Gajah Mada’, awalnya saya rasa itu pikiran yang melintas saja, tapi ketika ibadah hampir benar-benar berakhir, suara itu semakin jelas. Dan jelas saja selesei ibadah saya langsung pulang dengan cepat dan saya pergi ke GBI Gajah Mada.

Saya terlambat sekitar 3 menit karena lupa kalau sabtu-minggu simpang lima ditutup karena car free day dan juga kebetulan hari ini ada parade untuk menyambut bulan Ramadan, bergegas saya masuk ke ruang ibadah GBI Gama, sesampainya disana seperti biasa para jemaat mulai memuji dan menyembah Tuhan, dan saya menikmati semua pujian penyembahan, disana saya keseringan diem aja sambil mikir, sebenernya apa yang sedang saya lakukan dan apa yang akan saja pelajari.

Pujian demi pujian terus berlanjut, hingga persiapan menuju Firman Tuhan sang bapak Pendeta mengatakan bahwa didalam Perjanjian Lama, Allah menyebut diriNya sebagai Pribadi yang Cemburu, cemburu artinya jangan sampai ada ilah lain didalam hidup kita, Dia mau menjadi SATU-SATUNYA dalam keseluruhan hidup kita, seketika saat saya mendengar perkataan bapak Pendeta, ada hal-hal yang terhubung dalam pikiran saya dan saya percaya itu adalah pekerjaan Roh Kudus.

Allah mau menjadi yang SATU-SATU NYA dalam semu aspek kehidupan kita, itu sama saja artinya Dia ingin DIA menjadi SATU-SATU NYA sumber pertolongan kita, bukan salah satu nya, saya sadar di dunia ini ternyata begitu banyak sumber pertolongan yang bisa kita dapatkan, baik dengan mengandalkan kekuatan dan pikiran kita, baik dengan kekuatan dan cara Tuhan, atau ada juga dengan pertolongan setan. Dan Tuhan ingin kita menjadikan DIA SATU-SATUNYA sumber pertolongan kita.

Masalahnya adalah LEBIH MUDAH Menjadikan Tuhan salah satu sumber pertolongan kita daripada menjadikanNya SATU-SATUNYA. Karena terkadang kita tidak mengerti BAGAIMANA CARA yang Tuhan buat dan KAPAN WAKTU Tuhan melakukannya. KEDUA hal inilah yang membuat kita terkadang menjadi ragu-ragu, ingin menyerah,  frustasi, mempertanyakan keberadaan dan Kasih Tuhan dan membuat ‘sumber pertolongan’ kita sendiri.

Menjadikan Tuhan SATU-SATUNYA membutuhkan rasa percaya yang lebih besar
Menjadikan Tuhan SATU-SATUNYA mengharuskan kita benar-benar berserah penuh
Menjadikan Tuhan SATU-SATUNYA mengajari kita tunduk total ada cara dan waktu Dia
Menjadikan Tuhan SATU-SATUNYA menuntun kita pada JALAN RENCANA NYA
Menjadikan Tuhan SATU-SATUNYA adalah PERCAYA dengan IMAN yang terkadang tidak masuk akal.

 Iman sebesar biji sesawi itu bisa memindahkan gunung, dan juga  Iman yang dipunyai Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi itu MENAKLUKAN KERAJAAN-KERAJAAN (ibr 11:32b-33a)

Leave a Reply