Why Do I Like Blackpink? The Revolution in Your Area

Buat mereka yang berteman dengan gue baik di Twitter maupun Instagram, pasti ngerti ada yang berubah dengan apa yang gue cuitkan dan post di Instagram Story. Yap, sesuai dengan judul tulisan ini, BLACKPINK. Baik itu di Twitter maupun Instagram gue mengklaim diri sebagai Blink, sebutan untuk penggemar girlband Blackpink. Padahal, dulu waktu debut dengan beberapa lagu mereka yang hits yang selalu trending di Youtube seperti Kill This Love, Boombayah, sampe personilnya ngeluarin single solo gue merasa biasa aja sama Blackpink.

Gue hanya sekadar tahu ada gilrband yang hits yang diminati banyak anak muda, Saat itu, ketika gue coba denger lagu-lagu Blackpink yang hits, dalam hati gue bergumam “ hmmm, its not kind of my music”. Awal mendengarkan Blackpink emang jenis musik mereka bukan yang gue biasa dengerin.

Terus kenapa sekarang gue jadi penggemar Blackpink yang kaya orang gila? Sebentar-sebentar, ini baru mau gue ceritain. Semua bermula dari gue beli airbuds tws. Karena HP gue udah ga ada colokan jack-nya, colokan headset-nya gabung dengan charging-nya. Jadi, ya agak ribet, mana pake USB type-C. Ya udahlah gue beli Airbuds TWS yang masih terjangkau ditambah lagi ada promo diskon dan gratis ongkir. Ketika kebutuhan dan kesempatan saling berpotongan, tentu tidak akan gue lewatkan. Setelah gue pesen, itu barang nyampe keesokan harinya. Kurang dari 12 jam dari checkout, airbuds udah di tangan gue.

Airbuds udah di tangan, nunggu apalagi selain unboxing dan nyoba gimana rasanya pake airbuds. First time pake airbuds ternyata cukup ribet pairing-nya, sedikit berbeda dengan speaker Bluetooth. Untungnya gue berhasil mem-pairing airbuds tws ke smartphone. Pengen coba bagaimana kualitas airbuds, gue cari lagu yang bisa didengerin. Entah gimana caranya, gue buka Youtube dan lihat section trending-nya. Ada lagu How You Like That-nya Blackpink , kemudian gue puter lagu itu, DAAAAAAAAAAN walaupun ga sopan masuk telinga, lagunya ENAK BANGEET tapi ga kaya mau meninggal.

Di telinga gue, bass sama dinamika lagu How You Like That itu nendang banget. Ditambah interlude yang easy listening jadi kombinasi apik untuk didengerin. Setelah itu, kepo dong lagu-lagunya Blackpink, gue buka Spotify di sana ada lagu-lagu Blackpink ketika live di Tokyo Dome. Bener emang!! Gue bisa dengerin satu album live-nya seharian. Kualitas audio dan suara yang bersih ditambah riuh penonton itu punya sensasi tersendiri sampai gue pengen nonton live-nya langsung.

“kadang apa yang ga lo suka bukan karena lo bener-bener ga suka itu, tapi karena lo belum nemu cara yang sesuai dengan kesukaan lo.”

Sebelumnya, gue denger beberapa lagu Blackpink dengan speaker smartphone yang kita semua tahu gimana kualitas suaranya. Terus, gue coba denger lagi makai earphone dengan harga Rp 150 ribuan, enak dengerin beberapa lagu yang sebelumnya gue suka, tapi experience buat dengerin lagu baru masih kurang. Terus, gue coba upgrade lagi dengan airbuds tws yang sebenernya harganya ga mahal-mahal amat and BOOOOM BLACKPINK IN YOUR AREA!!!.

Seandainya, kalau gue ga upgrade ke airbuds tws, sampai sekarang gue ga akan suka dengerin lagu-lagu Blackpink. Sekarang, dengerin lagu-lagu Blackpink udah kaya duit aja, butuh bangeet. Alasan gue suka sama Blackpink ya karena lagu-lagunya yang bagus, bukan karena personilnya yang cantik dan bisa dance. Kalau masalah cantik mah, pacar gue juga ga kalah cantik :p

Perubahan gue dari yang biasa aja sama Blackpink ke suka aja ini juga mengkonfirmasi satu hal, setiap orang pasti berubah. Entah itu kesukaannya, sikapnya, perspektifnya, atau cara berpikirnya. Jadi, gue ga heran juga kalau ada orang-orang yang dulu gue kenal setelah ditemui sekarang mereka “berubah.” Baik berubah menurut yang kita suka atau yang tidak kita suka, ya itu seharusnya jadi keputusan merdeka tiap-tiap orang. Menurut gue, selama itu ga merecoki ranah privat orang lain, ya fine-fine aja.

Kalau ditarik ke belakang banyak pola pikir dari gue yang berubah dan mungkin orang-orang yang dulu pernah ketemu dan ngobrol banyak ama gue bakal heran dengan perubahan yang drastis ini. Misalnya saja tentang posisi gue terhadap LGBTQ. Dulu, waktu PGI (Persatuan Gereja Indonesia) memberikan surat edaran terkait pandangan PGI menghargai LGBTQ, gue dengan keras menentang itu dan bilang PGI sudah memberikan ruang untuk para pendosa. Namun, sekarang menghargai orang yang secara merdeka menentukan hidupnya, termasuk orientasi seksualnya. Sebuah prinsip yang tidak popular dan tidak disukai oleh banyak orang.

Itu baru satu dari banyak hal tentang apa yang telah berubah. Masih banyak pandangan-pandangan udah berubah dari gue, seperti tentang hubungan pasangan beda keyakinan, rokok, ganja, bahkan yang paling ekstrem tentang suicidal.

Yang harus kita pahami, berubah adalah salah satu ciri dari growing up. Coba saja ditarik dari awal hingga akhir kehidupan, secara fisik sudah kelihatan akan banyak perubahan. Begitu juga dengan pola pikir dan pandangan orang terhadap sesuatu. Justru kalau tidak berubah, hal itu patut dipertanyakan. Jadi, ga perlu takut terhadap perubahan dan ga perlu heran kalau orang-orang di sekitar kita berubah.

Satu lagi, yang sering jadi masalah, kita sering menaruh ekspektasi orang untuk berubah sesuai dengan keinginan kita. Tau engga, itu bisa jadi dua masalah yang berbeda. Kita berharap orang berubah, ketika mereka tidak berubah, kita menganggap orang itu tidak punya kemampuan untuk memperbaiki dirinya jadi dewasa. Terus, ketika orang tersebut berubah, tapi progress-nya terlalu lamban atau mereka berubah tidak sesuai dengan keinginan kita, kita malah jadi sebal sendiri. Ya, salah sendiri taruh ekpektasi diri ke orang lain, siap-siap kecewa aja.

Berubah selalu jadi tanggung jawab diri sendiri. Berubah untuk diri sendiri aja susah, jadi jangan maksa orang lain untuk bisa berubah dengan cepat. Biasanya, perubahan itu beririsan dengan waktu dan pengalaman. Awalnya gue biasa aja dengan lagu-lagu Blackpink, terus beririsan antara gue beli airbuds tws dengan comeback Blackpink comeback yang release single baru dan trending dalam waktu singkat. Hasilnya, lo bisa liat apa yang terjadi di timeline Twitter dan Instagram Story gue.

Lets start revolution in your area”

Leave a Reply