12 Kiat Mudah Menghadapi 2019 Agar Lebih Chills dan UWU untuk Pemula

Setidaknya selama 2018 kamu dan aku, kita pernah belajar sesuatu.

Tahun 2019 tinggal besok nih, apapun yang sudah terjadi di 2018 itu sudah berlalu dan pastinya udah banyak hal yang kita lalui selama setahun ini, banyak pelajaran, kesalahan, perasaan yang hadir dalam hidup kita.

Dua ribu sembilan belas sebenarnya kita hanya sekadar sedang memasuki selebrasi kalender dengan angka yang baru dan jumlah libur yang baru juga. Tapi momen ini ga ada salahnya kita rayakan sebagai titik temu mengusahakan kehidupan yang lebih baik.

Nah, semakin kita mengamati perubahan perilaku dan perkembangan di lingkungan kita, tentu banyak hal-hal pada generasi sebelumnya tidak ada kini menjadi hal yang bringas, menyeramkan dan perlu diwaspadai untuk kepentingan hidup kita sebagai manusia, sesuatu yang menyeramkan itu misalnya mulut netizen yang budiman. Mulut netizen ya mulut kita juga la.

Perubahan keberbudayaan dan nilai-nilai manusia itu mengalami distorsi dan pergesekkan sehingga menyebabkan banyak hal negatif seperti rasa sakit, hubungan yang hancur, kehidupan yang tidak dipersiapkan, relasi yang menjadi racun dan harapan yang hilang, akal sehat dan kebaikan menjadi kemewahan dengan harga yang sangat mahal. Untuk sekadar ingin hidup aja menjadi lebih sulit.

Nah sebagai pemula, saya mencoba mencoba merunut kiat-kiat khusus buat kalian yang merasa sebagai pemula supaya di tahun 2019 bisa lebih chills, tenang, kalem dan UWU. Kiat ini bukan buat yang sudah expert dalam hidupnya ya, jadi nga usah terlalu serius dibacanya.

Okay, here we go. . . .

1. Find Your Selflove, Do What Makes You Happy

Temukan dirimu dan berbahagialah (sc: Unsplash)

Selflove ini penting banget gaes. Karena menurut gue masih banyak orang-orang di dunia ini belum bisa menemukan tempat dan cara bagaimana mereka memberikan apresiasi kepada diri mereka sendiri sudah mau bertahan dan melanjutkan hidup.

Selflove itu berbeda dengan selfish, kalau selfish itu egois bagaimana kamu mementingkan dirimu sendiri di atas kepentingan orang lain, atau menggunakan orang lain untuk melakukan keinginan diri mu tanpa memperhatikannya, sedangkan selflove itu bagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, memberikan penghargaan, dan mempunyai value tentang hidup yang sedang kamu jalanin. Selflove ini semacam mengapresiasi dan berterima kasih kepada dirimu sendiri sudah mau menjalani hidup.

Banyak sekali cara kamu menemukan selflove. Jenis selflove tiap orang pun berbeda-beda, ada yang melakukan travelling, makan-makan, baca buku, nonton bioskop, pergi ke karaoke, bahkan melakukan hal-hal ekstrim untuk memacu adrenalin mereka seperti dengerin lagu Kufaku apa Kangen Band gitu.

Kenapa Selflove menjadi list yang paling atas?  Karena kita ga bakal tau hal-hal tak terduga yang bisa terjadi di kehidupan kita, kita ga pernah merencakan bad things happen into our live, tapi bukannya malah ada banyak hal buruk terjadi di hidup kita kan? Seperti kehilangan orang-orang tersayang, dibuang, diduakan, diabaikan, ditinggalkan, dijatuhkan, diasingkan dan masih banyak di di di lainnya.

Nah, Selflove seenggaknya membantu kita untuk mengatasi hal tersebut. Tanpa harus dengan orang lain, kita masih bisa bahagia kok, karena bahagia tanpa berpura-pura kan hak segala bangsa. Stop comparing dan putuskan dirimu bahagia tanpa harus menganggu orang lain.

 

2. Cut Off  the Toxic Relationship

(sc: unsplash)

Pernah ngerasa berada dihubungan yang tidak mengenakkan, bukannya membuat kamu bertumbuh tapi malah banyak kebencian yang timbul. Ntah itu sama teman atau pasangan kita sendiri. Kita ga bisa menghilangkan orang-orang toxic supaya ga ada di lingkungan kita, yang harus kita lakukan adalah membuat jarak agar orang-orang tersebut tidak berada pada lingkaran pertemanan yang merusak.

Semakin kita beranjak menuju dewasa, lingkaran pertemanan itu semakin mengecil tapi dengan kualitas hubungan yang semakin besar.

Kita semua membutuhkan tempat dan teman yang bisa mendukung, bukan menjatuhkan.

Gue bahkan ga percaya dengan statement yang bilang kalau semua orang itu dasarnya baik. Yang gue pahamin kita, semua orang itu berawal seperti kertas putih kosong bukan sudah baik dari awalnya, kamu bisa jadi baik atau jahat itu tergantung apa yang kamu tuliskan di ‘kertas kosong’ tersebut selama bertahun-tahun sampai sekarang. Keputusan-keputusan yang kita ambil lah yang menjadikan dia bisa baik atau jahat. Dia bisa berkata-kata merendahkan atau tidak, memperlakukan orang lain semena-mena atau tidak, suka menjelekkan atau tidak ya itu semua hasil tulisan di ‘kertas kosong’ lagi.

Orang-orang narsis, toxic dan suka nyakitin seperti itu yang membuat suatu hubungan bikin banyak aura negatif mending ditinggalin aja, kenapa? BIKIN CAPEK.

 

3. Stop Love-Hate Relationship

Love-Hate Relationship (sc: Unsplash)

Pernah benci sama orang tapi selalu kepoin hidupnya? Selalu memperrhatikan stories yang dia buat, ucapannya, tindakannya, dan semua aspek dari A sampai Z bahkan tidak ada yang terlewat dari pandanganmu. Selalu ngomongin hal yang sama, kejelekan yang sama tanpa, berulang-ulang tanpa menimbulkan keadaan yang lebih baik. Nah itu, Love-Hate Relationship.

Sebenarnya prilaku Love dan Hate itu sama saja, cuma berada dalam dimensi yang berbeda, gue pernah denger ada yang bilang sebenernya benci itu adalah kekaguman yang negatif, ya lo sebenernya kagum tapi di sisi yang negatif yang bisa menimbulkan rasa iri, kebencian, tapi agaknya bisa memuaskan nafsu.

Love-Hate Relationship ga akan membawa kamu kemana-mana yang ada kamu bakal capek dan jengah sendiri dengan asumsi-asumsi yang kamu buat sendiri.

Gue pernah berada dihubungan seperti ini, in love-hate relationship dan akhirnya gue putuskan buat DONE with this kind relationship. Ga main Instagram untuk beberapa lama, WhatsApp orang-orang tertentu saja, dan mulai mengatur hal yang personal yang ingin dibuat stories atau apapun itu untuk kalangan sendiri saja. Hasilnya? Kamu bisa lebih banyak bersenang-senang, lebih banyak baca buku, lebih banyak nonton film. Dia yang kamu benci yaudah lewatin dan relain aja, kamu berhak untuk berbahagia kok.

Kamu tau apa bisa membuat kamu bisa kamu lebih bahagia? Mute stories Instagram dan WhatsApp orang-orang yang bisa membuat kamu jadi lebih dengki dan menimbulkan asumsi jahat dan keinginan untuk berbuat buruk. Kadang gatau apa-apa itu sedikit lebih baik tau. Buat apa kamu tau banyak hal tentang orang lain tapi kamu nya malah ga tau dirimu sendiri la.

 

4. Don’t Lose Your Hope

Hope (sc: uUnsplash)

Tahun 2019 gue kasih tema buat hidupku sebagai YEAR of HOPE. Harapan sendiri itu seperti kekuatan kamu berjuang untuk hidup yang lebih baik, tak terlihat namun terasa. Orang-orang yang ga punya harapan itu seperti zombie, mereka hidup namun ga punya jiwa, ga punya gairah sukanya makan orang yang ‘hidup’.

Dari semua kekacauan yang terjadi, bencana alam yang melanda, bahkan kehancuran dan sakit hati yang kamu rasakan, kalau bukan dengan harapan dengan apa lagi kamu masih bisa bertahan hidup?

Menyalakan harapan di saat-saat yang berat itu tidak mudah, mencoba bangkit dan mencari alasan agar hidup masih bisa berlanjut untuk perlu usaha yang sudah jatuh berkali-kali. Tapi kalau ga punya harapan, hidup kita seperti hidup segan mati tak mau. harapanlah satu-satunya kemungkinan kita bisa mendapat hidup yang lebih baik, saat-saat masih terpuruk, nda punya apa-apa, harapan itu nyala kecil yang bilang nih gue bisa menjadi manusia.

Tetap nyalakan harapan itu, bukannya lebih baik menyalakan sebuah lilin daripada mengutuki kegelapan?

 

5. Do Some Kindness and Stay Humble

Kindness (sc: Unsplash)

Hidup sudah memperlakukan kita dengan tidak baik, tapi jangan sampai kehilangan kebaikan di dalam dirimu.

Kita selalu punya kesempatan untuk berbuat baik, dan berbuat baik itu pilihan. Mulai aja dari hal-hal kecil namun punya makna yang sebenarnya besar seperti tidak buang sampah sembarangan, beli gopay dari driver gojek, bilang maaf, tolong dan terima kasih, jadi pendengar yang baik.

Ada yang bilang kalau kita berbuat baik, kita akan mendapatkan kebaikan yang tak terduga, ga ada yang salah dengan itu, ya berbuat baik dengan berbuat baik aja, tanpa harus berharap karma baik yang akan menghampiri kita, toh semesta sudah memberikan kita kesempatan untuk hidup aja udah jadi hal baik untuk hidup kita kan?

Berbuat baik dengan tetap rendah hati ini menjadikan nilai dalam dirimu menjadi baik juga. Kamu bisa bersyukur tanpa harus melihat kebawah, ataupun tidak iri tanpa harus  melihat ke atas. Lakukan itu kita membutuhkan itu, agar dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang (Quote by Anies Baswedan wkwkwkwk).

 

6. Politik, Jangan Baper

Politic (sc: unsplash)

Itu kutipan dari ASUMSI sih, Politik Jangan Baper. 2019 itu tahun politik, banyak hal yang brutal dan diluar akal sehat kemungkinan akan terjadi di tahun politik ini. Pertarungan dua kubu ini membuat kamu kehilangan nalar dan kebaikan dalam kehidupan bersosial bahkan bisa sampai jijik. Lantas apakah kita harus apatis dengan dunia perpolitikan di Indonesia, ya jangan la.

Pilihlah presiden, wakil presiden, wakil rakyat di DPR dan DPD yang mewakili suaramu, yang memperjuangkan nilai-nilai yang sama seperti yang kamu perjuangkan. Kalau kamu merasa Jokowi memperjuangkan nilai-nilai dalam kehidupan kamu pilih dia tanpa harus menjelekkan Prabowo, begitu juga sebaliknya, kalau kamu merasa nilai-nilai perjuanganmu terwakili oleh Prabowo, pilih dia tanpa harus merendahkan Jokowi. UDAH

Ini semua sekadar nilai dan selera kita, aku suka banget makan sate padang, ga semua suka sate padang, aku suka durian banyak orang yang suka banget durian, tapi banyak juga yang benci sama durian. Tapi satu hal semua orang pasti suka dengan indomie goreng pake cabe rawit ditambah dengan telur ceplok mata sapi, BEUH RASANYA ENDES. Artinya apa? Yaudah selow aja, ga perlu pake ngegas gitu.

 

7. Menahan Diri untuk Tidak Mencaci-maki dan Merendahkan

online (sc: unsplash)

Hidup di zaman segala bentuk informasi bisa diterima dengan cepat itu bisa tidak jadi menyenangkan karena ulah-ulah yang kadang suka tidak bertanggungjawab. Kita masih perlu belajar banyak untuk mikir dulu baru ngegas, karena sekarang kondisinya malah sebaliknya Bodo amat lah gue nge Gas dulu pokoknya, urusan mikir kalau sempet aja.

Kita sudah kehilangan value dan etika berhadapan dengan orang bahkan tidak pernah kita temui dan kenali, hanya tahu dari sosial media saja.

Terlebih 2019 adalah tahun politik. Narasi Cebong vs Kampret ini sepertinya masih belum bisa diredakan apalagi dihentikan. Toh kelakuan yang di atas juga kadang suka ga bener, So akar rumput pun akan berdampak jadi lebih ga bener lagi.

Ketika ada berita, coba untuk tahan sebentar, jangan langsung nge gas, di kroscek ulang lagi, jangan kaya pentol korek api, digesek dikit langsung main bakar aja.

 

8. Investasi

Coin (sc: unsplash)

Investasi salah satu bentuk cara bagaimana kamu bertanggung-jawab dengan hidupmu dari sisi finansial, mempersiapkan untuk kehidupan yang lebih baik tentu sangat baik. Ada banyak cara investasi tentunya, properti, emas, saham, atau reksadana bisa jadi kebutuhan. Mulai aja dari kecil dahulu ga perlu nunggu penghasilan udah besar baru mau investasi.

Kita bukan kurang pengetahuan tentang ini, cuma kadang kita ga tahu aja, padahal udah banyak blog, buku, video yang menjelaskan berbagai investasi. Merencanakan hal baik itu penting loh.

If you fail to plan, you plan to fail

Cara berinvestasi pun sudah sangat mudah sekarang, jadi tunggu apa lagi ?

 

9. Do What Makes You Great

Do makes you great (sc: unsplash)

Kalau Selflove itu untuk kepentingan jiwa dan hidupmu di masa sekarang, do what makes you great bertujuan untuk kepentingan kamu di masa depan.

Lakuin apa yang menjadi kesenanganmu sekaligus bisa membawa kamu untuk hidup yang lebih baik. Coba deh bayangin kamu dibayar untuk ngelakuin apa yang kamu suka? Pasti seru kan. Nah masalahnya kamu akan dibayar kalau kamu udah punya kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Kemampuan yang sampai ‘dibayar’ itu ga akan keluar dalam waktu yang semalam.

Kamu suka nulis, belajar nulis, kamu suka bermusik latihan konsisten bermusik, kalau kamu suka bahasa asing, mulai belajar bahasa asing, kalau kamu suka masak, belajar konsisten masak, btw soal masak, gue punya temen waktu di Pare, Kediri kemarin. Namanya Maulana dipanggil Maul lulusan tata boga di sekolah Bandung gitu, Maul orangnya emang suka banget ngomongin makanan, roti, ya sejenisnya gitu. Dan tau sekarang dia kerja dimana? DUBAI, kan anjeng (sorry ul, i am totally proud to be your friend) wkwkwkwkwk

Consistent, Persistent dan Be Patient, lakukan hal-hal yang kamu tau itu bakal bikin kamu greater, benih yang kamu tanam akan bertumbuh dan menghasilkan buah suatu saat nanti. Hal-hal besar ga akan tumbuh hanya dalam waktu semalam aja. Do makes you great is not always makes you happy, but makes your life better.

 

10. Banyak Baca Buku

Woman with books (sc: unsplash)

Baca buku biar otakmu terisi, bagaimana pun juga apa yang kamu baca, apa yang kamu dengar, apa yang kamu lihat dan perhatikan, lingkungan yang disekitar kamu itu membentuk banyak hal. Cewek atau cowok pinter itu punya nilai yang tinggi banget loh, asal jangan songong aja.

Kalau kamu sudah mulai mencanangkan untuk mulai membaca, baca mulai hal-hal yang kamu suka aja dulu, novel teenlit, atau apa kek.

Gausah muluk-muluk mau baca satu buku setiap minggunya kalau kamu belum pernah baca satu buku sama sekali. Mulai dengan lima menit setelah bangun tidur, dan lima menit sebelum bangun tidur, kalau kamu konsisten bisa tuh satu bulan satu buku. Kan mayan daripada ga baca sama sekali.

Baca jadi pelarian tersendiri buat gue, kamu bisa bermain-main dengan imajinasimu, melarikan diri sejenak di dunia yang berbeda. Kadang kalau udah jenuh gue sering banget cari buku-buku receh yang ringan untuk dibaca tanpa harus mikir. Seru tau.

 

11. Beragama Sebagai Hubungan

Faith, Hope and Lova (sc: unsplash)

Beberapa tahun ini, ada fenomena “hijrah” yang marak di Indonesia, dan sayangnya sentimennya pun menjadi negatif. kenapa? karena kebanyakan diantara mereka berusaha menjadi lebih baik dengan merendahkan orang lain. Ga cuma di Islam saja, orang Kristen yang ‘hijrah’ tapi salah makna, yang menjadi ahli taurat dan orang farisi banyak banget, seakan-akan mereka yang punya nya surga. selow aja sih.

Apakah hijrah salah? kalau kamu gunakan ‘hijrah’ untuk memperbaiki diri, menjadi baik dengan semua orang, tidak menghakimi, menciptakan suasana yang damai tentu tentu bisa menjadi hal yang sangat baik.

Beragama sebagai hubungan berbeda jauh dengan komoditas untuk Instagram. Hubungan yang baik yang mengalir begitu saja, tenang namun dalam, ramah tanpa harus marah-marah, pure bukan insecure.

Justru bukannya hubungan yang dipamerkan secara berlebihan itu sebenarnya menandakan sesuatu yang tidak sehat sedang terjadi? Psycologist say like that.

Belajar beragama itu belajar tentang Tuhan bukan menuhankan agama, kalau kamu beragama tapi malah lebih banyak membenci dan dibenci, ada yang salah dengan ajarannya atau hati nya.  Kalo kata Danilla mah miliki iman yang murni, yang kamu tau kalau Tuhan dan dirimu ada untuk kebaikan dan kedamaian, bukan untuk kehancuran dan merendahkan satu sama lain yang kamu lihat berbeda.

 

12. Jangan Nyera

Jangan Nyera (sc: unsplash)

UDAH POKOKNYA JANGAN NYERAH AJA. KAMU TETAP BERJUANG YA. JANGAN NYERAH, ADA HAL BAIK UNTUK HIDUP YANG NGA NYERA.

LOVE YUUU!!!!

Dah ah, begitu kira-kira kiat tak menarik untuk menghadapi 2019 agar lebih chills, kalem dan UWU.

Buat kamu yang sudah sampai habis baca ini, Terima Kasih kalian Warbyasak.

Leave a Reply