R.E.S.T

Jika itu mau mu, terserah kau mau gimana, atau mau pergi ke neraka, aku tak perduli, aku mencintaimu, tapi aku sudah capek ngomong.- Pidi Baiq, Dilan 1991

Ungkapan dari Pidi Baiq cukup mewakili (walau tidak seluruhnya) apa yang sedang ku rasakan (iya rasakan, karena belum tentu kamu alami), kejadian beberapa hari terakhir (red : post twittermu) walau ga membuat saya sedih apalagi cemburu, tapi cukup mengisyaratkan seenggaknya aku harus istirahat dari cinta salah belum tepat.

Kamu ga denger apa yang aku teriakkan sewaktu aku naik kora-kora 2 malam yang lalu.
Kamu ga tau apa yang aku rasakan ketika naik kereta di tengah hujan tadi malam.

Rasana tidak karuan, tapi aku senang.

R-E-S-T

Aku masih mencintaimu
Aku masih mengharapkanmu
Aku masih mendoakanmu

Tadi malam, saat aku duduk sendiri masih dalam pengaruh ciu aku bergumam

“Tuhan, aku mau lepasin dia, untuk saat ini istirahat untuk semua nya”

September

September akan menjadi titik balik, langkah awal untuk semua nya. Kamu akan tetap hidup di duniamu, dan aku pun juga begitu. Aku akan pergi kemanapun aku mau menjejakkan kaki ketempat indah di negeri ini tapi tentang cinta perasaan, akan ku tinggalkan ditempat ini.

Aku masih harus mengusahakan kemandirian saya sendiri dahulu, melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan mencari lebih banyak pengalaman, pelajaran dimanapun, kapanpun, dari siapapun. Saya juga harus membuktikan pada diri sendiri, kamu dan orang tuamu kalau aku bisa di percaya.

Dan kamu harus tetap melanjutkan hidupmu, menggapai mimpi dan asa mu.

Sampai ketemu lagi, aku titipkan semua perasaan dan hatiku disini. Aku tidak tahu ini akan lama atau sebentar, yang jelas aku akan kembali lagi dengan atau tanpa kamu.

Maaf tidak semua bisa terungkapkan dalam tulisan ini

Be brave and stay Calm

God bless

Leave a Reply