How To Deal with Ourselves, Jalan Berdamai dan Menemukan Diri yang Hilang

Sebagai orang yang ga terlalu suka ngobrol dalam jumlah yang banyak, satu tujuan aku lebih memilih ngobrol paling banyak empat orang adalah aku suka ada obrolan-obrolan yang lebih mendalam, selain buka aib tentunya, tapi ketika kita membicarakan keresahan dan kegelisahan yang masing-masing kita alami.

Berbicara tentang apa yang sedang terjadi di masing-masing kita itu menjadi satu perhatian khusus buat aku sendiri, karena kan setiap hidup kita punya jalan cerita yang beda-beda, punya hal-hal yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan bebas, punya sisi gelap yang tidak ingin ditunjukkan.

Makanya, buat mereka yang sudah kenal ama aku secara personal pasti paham banget, biasanya tahapan-tahapan pembicaraan yang dilakukan itu mulai hal-hal yang ringan, julidin orang, terus berlanjut ke ngobrolin stabilitas negara, keadaan apa yang terjadi dengan esksistensi bermanusia dan pada puncaknya kita pasti ngobrolin hal-hal yang filosofis dan cenderung lebih banyak curhatnya. Ketika waktu pembicaraan semakin malam kita saling bicara lebih dalem lagi.

Life is abt Journer (unsplash)

Dari banyaknya pembicaraan yangs sering terjadi, satu kegelisahan dan keresahan yang sering aku dengar dan secara personal juga aku rasakan adalah bagaimana mereka berada di satu titik dimana mereka kehilangan diri mereka sendiri.

Ada masa-masa kita diserang dengan seribu perasaan yang berkecamuk yang tidak bisa didefiniskan dengan jelas, kita harus menghadapi keragu-raguan, bagaimana harus berdamai dengan diri sendiri dengan keadaan di masa lalu yang sering menimbulkan luka tersendiri.

Menghadapi hal-hal tak terlihat seperti ini tentu saja tidak mudah, dan semakin kita dewasa semakin mengerti kalau masalah hidup kadang terlalu complicated untuk diselesaikan, kalau engga engga diselesaikan akan terus menjadi hantu buat diri kita sendiri, selalu menjadi bayang-bayang ketidaknyamanan hidup kita.

Belum lagi kadang kita tidak berani mengutarakan keragu-raguan kita. Banyak diantara kita (termasuk aku) punya trust issue yang begitu besar dan membuat kita untuk ga mudah percaya sama orang, ada luka dan trauma yang masih tersisa yang bikin sulit buat kita untuk terbuka.

Merasa hilang dan bukan kehilangan benda tapi malah kehilangan diri sendiri itu sungguh ga enak dan buat diri kita jadi makin gamang, engga bersemangat dan merasa ga punya harapan lagi, semua terlihat fana beberapa orang pasti ngerti perasaan seperti ini.

let’s fight alone (unsplash)

Kalau kamu sedang merasakan hal-hal yang mengganjal perasaanmu itu, tenang kamu engga sendirian merasa seperti ini, sebenarnya ada banyak yang merasakan hal yang sama yang kamu rasakan, cuma kita sama-sama tidak berani terbuka saja.

Merasa hilang bukan berarti harus selalu bisa menemukan jawaban, justru kamu perlu untuk menuntun dirimu untuk jadi lebih tenang terlebih dahulu, karena ketika gemercik air makin kuat, kita menjadi semakin tidak bisa melihat diri kita sendiri.

Buat kamu yang tidak percaya dengan orang lain, jangan takut kamu masih bisa tetap tegak berdiri meskipun seorang diri. Setiap kita punya masa-masa berat yang harus kita lalui sendirian, jangan tanya kenapa karena kita sendiri ga akan pernah mendapatkan jawaban yang pasti. Tapi jalur semesta sudah menggariskan seperti itu, ya kita bisa apa?

“If you want to be strong, learn how to fight alone”

Kata-kata itu, jadi mantra paling kuat buat aku kalau apa yang sedang ku hadapi ini buat jadi lebih kuat dari sebelumnya.

Coba kamu luangkan waktu sejenak untuk kembali ke masa lalu.

Sudah berapa banyak kita menghadapi hal-hal yang sebelumnya kita pikir akan berat dilalui, tapi toh kita sudah sampai sejauh ini bukan tanpa arti sama sekali.

Pikirkan kembali sudah berapa banyak ketakukan yang kita hadapi? Berapa sering keraguan hadir di dalam hati? Berapa ratus kali kita selalu menemukan jalan buntu? Sebanyak kali itu lah kita masih bisa menghadapi hal-hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Dan kita sudah bisa mencapai perjalanan sejauh ini, Hebat bukan.

Dan kita di depan sana, kita masih harus menghadapi berbagai macam ketakutan dan keraguan yang jauh lebih besar lagi, kita butuh tenaga dan upaya yang lebih besar lagi.

Namun sebelumnya kita harus menemukan dirimu yang hilang terlebih dahulu.

Bila kamu merasa hidupmu seperti tanpa harapan lagi, dimana tenaga sudah tak punya daya, semua usaha yang kamu lakukan terasa sia-sia, mungkin kamu perlu memberi jeda pada hidupmu untuk sementara. Berhenti bukan berarti semuanya sudah berakhir, kadang berhenti diperlukan untuk luka yang perlu diobati dan hati yang harus ditata kembali.

Selagi kamu mengerti tidak ada salahnya melakukan beberapa hal ini.

#1 Give Your Life Space

Give yourself some space

Terlalu terburu-buru tidak akan membuat hidup kita jadi lebih baik. Semua kita perlu jeda, kita butuh untuk berhenti untuk sementara.

Kadang kamu perlu berhenti dan meredam semua ambisi karena kamu masih punya hati

Pada masa-masa jeda, ada tiga hal yang menjadi perhatian; kamu perlu menenangkan dirimu, kamu perlu mendengarkan dirimu, dan kamu perlu merasakan dirimu.

Saat kamu sedang stress, kamu bisa menenangkan diri dengan mencoba melakukan ini.

Tarik napas lembut perlahan selama lima detik
Tenang, tahan selama lima detik
Lalu, lepaskan secara perlahan selama lima detik
Lakukan hal tersebut berulang selama lima kali

Setelah kamu tenang, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah bagaimana kamu bisa mendengarkan dan merasakan dirimu.

Dalam masa-masa jeda, kamu bisa melakukan hal-hal yang membuat kamu menjadi lebih bahagia tanpa harus melukai orang lain.

Ini waktunya buat kamu untuk memberikan penghargaan dan perhatian pada dirimu karena sudah mampu berjuang sejauh ini.

Kamu bisa makan makanan kesukaanmu, nonton film favoritmu, membaca buku kesukaanmu, pergi ke suatu tempat baru dan merasakan bagaimana semesta mencoba menyapamu atau hanya sekadar berbincang dengan orang yang memberi perhatian dan menyayangi kamu.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, ada banyak kesempatan bagaimana kamu bisa mendengarkan dan merasakan sejatinya kamu.

Tak perlu tergesa karena hidup bukan sekadar tentang usia saja tapi bagaimana bisa menjadi bermakna.

#2 Talk to Yourself

Contem-plate

Berbicara dengan diri sendiri menjadi kebutuhan jiwamu itu sangat penting. Dan yang terbaik bagaimana kita berusaha menjadi jujur akan banyak hal. Kadang kita terlalu sering menuntut orang lain untuk jujur dengan kita padahal kita belum tentu mampu jujur pada diri sendiri.

Jujur karena telah melakukan banyak kesalahan, jujur ketika sedang tersakiti, jujur ketika harus menahan emosi, jujur karena ada bagian dari dalam diri yang terluka. Kalau kamu bisa terbuka dengan dirimu sendiri, kesempatan untuk menyembuhkan diri itu semakin besar.

Ketika melakukan self talking kamu bisa tuangkan apa yang kamu rasakan dengan jujur dalam berbagai media apapun, kamu bisa menulis, membuat jurnal pribadi, merangkai kata dalam bentuk puisi, atau bisa juga membuat lagu, atau melukis.

Satu lagi, jangan pernah menuntut orang lain untuk terus selalu bisa mendengarkan, karena kadang mereka tidak bisa mendengarkan diri mereka sendiri.

#3 Stop Judging Yourself

Satu hal yang harus kamu catat, ingat dan tidak boleh kamu abaikan, kamu harus berhenti untuk membanding-bandingkan dirimu dengan dengan orang lain baik yang di atas maupun di bawah mu.

Berhenti untuk tidak berusaha melampaui apa yang orang lain sudah capai, tapi berusahalah untuk melampaui dirimu sendiri.

Karena hidupmu ya tentang kamu, bukan tentang orang lain, begitu juga dengan mereka. Kita semua punya cerita masing-masing right? Kita punya perjuangannya masing-masing dan kita juga punya kekecewaannya masing-masing.

Membandingkan diri dengan orang lain justru akan buat kamu semakin tertekan bahkan mati rasa.

Inget, hal yang harus kamu seleseikan sendiri itu sudah menguras tenaga dan emosi yang bikin kamu capek banget, apalagi kalau kamu harus memasukkan hal-hal yang engga penting dari luar kamu.

Ketika kamu mulai membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain, sebenarnya kamu sedang membangun sebuah hubungan yang negatif dengan dirimu sendiri. Hal-hal yang seharusnya ga penting itu malah jadi satu pengacau bagaimana kamu seharusnya bisa bersyukur dengan dirimu sendiri.

Berlaku membanding-bandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain seperti memasukkan racun ke dalam tubuh, hanya akan menyakiti dirimu. Ingat, kamu perlu menjadi tenang, damai dan juga nyaman. Supaya apa yang hilang bisa ditemukan.

#4 Devoid your feeling and emotion

Tidak ada salahnya buat kita marah, cemburu, iri bahkan menangis. Menangis bukan berarti kita lemah, tapi berarti kita punya hari. Kamu boleh marah, kamu boleh cemburu, kamu boleh nangis, tapi ingat kamu tidak boleh melukai dirimu dan orang lain.

Feel good about yourself, no matter what life bring. Kita bisa merasa dan menyalurkan emosi bukan berarti kita akan terus hanyut dalam perasaan dan emosi tersebut. Belajar bahwa kebahagiaan bukan hanya sekadar emosi tetapi juga bagaimana kita bisa mengendalikan perasaan dan emosi kita.

Terima semua emosi baik yang positif maupun negatif dan pada satu titik kamu punya kekuatan untuk mengendalikan semuanya.

Menangislah, tapi jangan hanyut ke dalam tangisan
Marahlah, tapi jangan tenggelam ke dalam kemarahan
Cemburulah, tapi jangan terkuasai oleh kecemburuan

Merasakan semua emosi tersebut bukan berarti kamu akan menjadi orang lemah. Justru itu membuktikan bahwa kamu masih punya hati. Kita ga akan bisa untuk selalu menjadi kuat, tapi kita masih punya kekuatan untuk tetap bertahan. Iya, kamu bisa.

#5 Recognizing Your Strength and Trust

Re-define

Bila kamu sudah sejauh ini, tentunya kamu sadar betapa berharga dan kuatnya dirimu kan. Dari tadi aku berusaha untuk terus merepetisi untuk meredam keraguan bahwa kamu tidak mampu padahal kamu belum memahami dirimu sendiri.

Sekarang sudah saatnya untuk kamu mulai mengidentifikasi siapa dirimu sebenarnya, apa-apa yang menjadi kekuatan dan kelemahanmu, serta apa-apa juga yang harus kamu lepaskan. Lakukan itu semata-mata untuk dirimu sendiri.

Learn to love and trust yourself, ingat kamu sudah sejauh ini, kamu sudah menyimpan banyak kesalahan, ketakutan kekalahan, keraguan, rasa sakit. Rengkuh semua itu jadi sebuah kekuatan yang berbeda yang bicara bahwa kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, terjadi kekalahan yang sama lagi, meragukan yang sama lagi, mengalami rasa sakit yang sama lagi.

Hiduplah untuk berteman lebih dekat lagi dengan dirimu.

Bila kamu sudah sampai sejauh ini, kamu punya kekuatan untuk menaklukkan ketakutan yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Dan semua hal yang sedang dan akan kamu hadapi, itu semua menjadi bagian dalam sebuah perjalanan yang sangat panjang untuk menemukan dirimu.

Mengalah tidak selalu kalah, berjuang tidak selalu menang, tapi di atas semuanya itu kamu punya hidupmu sendiri untuk dijalani. Selamat Bersenang-senang.

Leave a Reply