Kepada Bapak Anies Baswedan.

Perkenalkan pak, nama saya Gigih Prayitno, saya sangat mengagumi baik pak Anies dan pak Basuki. Saya benar-benar kagum dan salut atas apa yang sudah bapak berdua lakukan. Baik bapak Anies maupun bapak Basuki sudah melakukan sesuatu untuk perubahan baik di Negeri ini.  Bapak berdua berdua menginspirasi kepada anak-anak muda untuk tidak diam dan hanya memikirkan kepentingan pribadi maupun kelompok saja, bapak Anies dan Basuki sudah memberi gebrakan bahwa kemana arah dan langkah Negeri ini sebenarnya di tentukan anak-anak muda dan rakyat Indonesia itu sendiri. Walaupun bekerja di bidang yang berbeda dengan gaya yang berbeda pula, saya menyadari bahwa Indonesia itu SATU pak.

Indonesia Mengajar, Kelas Inspirasi dan Turun tangan adalah bagian dari kerja Bapak Anies dalam menginspirasi negeri, belum lagi apa yang sudah bapak kerjakan ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Bapak Anies dan Bapak Basuki sudah menjadi bagian dari ratusan mungkin ribuan anak muda yang baik yang ingin membangun negeri ini, Para anak muda yang ingin melihat Indonesia RAYA.

anies-baswedan

Bapak menyulut semangat dengan memberikan statement bahwa orang baik tidak boleh diam, orang harus turun tangan mengambil andil untuk negeri ini. Bapak Anies sudah membuat orang-orang baik percaya kembali bahwa mereka punya kekuatan untuk perubahan yang lebih baik dan lebih nyata.

Saat bapak memutuskan untuk bertarung menjadi orang nomor satu di Jakarta, saya tahu banyak orang yang kaget atas keputusan bapak, banyak orang-orang terdekat bapak yang berada di persimpangan antara harus memilih mendukung bapak atau pak Basuki, karena diam buat mereka bukanlah sebuah pilihan. Akhirnya ada mereka yang memutuskan berada dipihak pak Basuki dan banyak yang masih berdiri bersama bapak. Apapun keputusan mereka sebenarnya baik dengan tujuan yang baik juga pak.

Dalam masa kampanye pun baik ketika berkunjung ke tempat-tempat penduduk, debat KPU, maupun hadir dalam acara di program televisi, banyak yang menyayangkan apa yang bapak lakukan dan kecewa dengan apa yang bapak katakan, seperti ketika bapak sowan ke FPI dan pada talkshow di Mata Najwa. Banyak yang mengatakan bapak sudah merusak tenun kebangsaan.

Sesungguhnya saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran bapak, dan tak seorangpun tahu akan hal itu pak. Tapi saya masih berharap pak Anies akan tetap melakukan hal yang baik dan benar tanpa merugikan orang lain, seperti apa yang sudah bapak lakukan jauh sebelum Pilkada ini dimulai.

Bapak Anies, tanggal 15 itu sebentar lagi, itu berarti perjuangan bapak Anies, pak Basuki dan mas Agus akan di tentukan. Tahukah bapak dunia persilatan maya, penuh dengan pertarungan sengit ? Banyak ujaran kekaguman dan rasa sinis dalam satu waktu yang sama untuk para semua kandidat Pilkada DKI.

Hari ini (9 Februari) di twitter, saya melihat video yang berisikan kekecewaan Pak Anies yang dirasa sudah merusak tenun kebangsaan, yang katanya juga video itu mewakili hati dari beberapa relawan Indonesia Mengajar. Para pendukung rival bapak pun tanpa ba bi bu menyebarkan video itu diikuti dengan ungkapan kecewa dan sinis ; tenun kebangsaan sudah dirusak oleh pendirinya sendiri.

Namun saya belajar bahwa satu kesalahan akan di ingat orang, namun seribu kebaikan dilupakannya. Padahal kenyataanya keburukan tidak serta merta meniadakan kebaikan yang sudah dilakukan. Kelas Inspirasi akan tetap memotivasi dan Indonesia Mengajar akan tetap menginspirasi.

kampanye-anies-baswedan

Saya berharap dan berdoa, siapapun yang terpilih menjadi Gubernur DKI nantinya, benar-benar ada di pihak rakyat dan membangun Jakarta menjadi lebih maju dan lebih memanusiakan manusia. Dan juga menepati apa yang sudah dijanjikan kepada rakyat Jakarta ketika berkampanye.

Pilkada akan segera berakhir namun hidup akan terus berlanjut pak, tetap sehat terus dan selalu menginspirasi kami para anak muda untuk membangun Indonesia. Tapi maaf pak Anies Baswedan, saya tidak bisa memilih bapak menjadi Gubernur DKI Jakarta, karena KTP saya Bengkulu pak.

Maaf atas kelancangan saya.

      Salam Hormat dengan Damai

       Gigih Prayitno / @gigiih89

Leave a Reply