kamu tau. . . pulang

Yang penting sekarang kamu sudah tau
Sejauh apapun kamu pergi kamu tau kemana harus pulang.

 
Malam itu, jantungku berdegup sangat kencang, nafasku menjadi sangat sesak, tiba-tiba suasana menjadi begitu mencekam, rasa dalam diriku dipenuhi rasa ketakutan. Sebenarnya apa yang sedang terjadi ?
Dan tiba-tiba aku terlelap begitu saja sampai malam benar-benar pergi.
Perkenalkan namaku Joshua, mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Semarang, aku sangat mencintai dunia fotografi dan musik, bagiku fotografi dan musik tidak bisa dipisahkan satu sama lain, ada yang mencoba berbicara lewat gambar ada juga yang berbicara lewat nada, keduanya memiliki sumber yang sama ; hati. Yaap, hati mencoba menjelaskan rasa yang sedang terjadi padanya karena apa yang dia lihat, dia dengar dan dia rasa, dari dalam situlah muncul objek-objek epic yang tertangkap kamera dan nada-nada sendu dengan lirik yang begitu mengusik kalbu.
Minggu-minggu ini merupakan minggu sibuk bimbingan dengan dosen pembimbing satu yang terkenal sangat killer. Dengan setia aku menunggu di depan ruang dosen sampai namaku di panggil oleh Ibu Dosen Pembimbing.
eh, koe bimbingan urutan piro ken ?” Tanyaku dengan logat jawa yang maksa
aku urutan limo jho, koe piro ?”  kata ken balik Tanya padaku
wah, aku jek sui nek ngono” timpalku dengan nada sedikit kesal.
Sambil mengisi waktu menunggu, ku buka jurnal harian ku, didalam sana biasanya kutulis apa saja yang kurasakan di hari itu tidak jarang penuh dengan coretan saat aku sedang emosi, murka, kecewa, geram, wajarlah aku tidak bisa menggambar dengan baik, aku hanya bisa menulis dan mencoret.
Kubuka lembaran jurnalku dengan cepat, untuk menulis sesuatu yang sebenarnya aku tidak tahu. Tiba-tiba diantara lembaran terbuka dengan sangat cepat terlintas satu nama
“ARTIKA AURORA”
“Ah, kenapa dia yang terlintas “ kesalku dalam hati
“kenapa pada orang yang aku menjadi penakut untuk menjadi aku”
“Tapi bagaimana kabar dia hari ini ? sepertinya sudah lama sekali aku tidak menyapanya”
Langsung ku ambil handphone ku, lalu ku search namanya di kontak LINE, berniat chat padanya.
Tapi, tiba-tiba saja kuurungkan semua niatku itu.
“B.O.D.O.H’’ geramku dalam hati.
. . . . .
Aku memang sudah mengubur dalam-dalam artika aurora dalam hati dan pikiranku, tertolak sekali dalam hidupku bukanlah sebuah hal yang mudah untukku yang tak mudah jatuh cinta. Banyak harapan yang sudah aku bayangkan saat aku bersama dia nanti, namun ternyata satu perkataan membuat aku dikecewakan oleh harapanku sendiri. Aku tidak menyalahkan dia yang menolakku, aku menyalahkan diriku sendiri mengapa aku membangun harapan yang begitu tinggi tanpa dasar yang jelas.
Dan benar, trauma itu begitu menyesakkan jiwa.
. . . . .
“Joshua, koe dikon ngadep sak iki” kata ken menyuruh aku menghadap dosen untuk bimbingan
oke sip, thanks bro” balasku
Tiba-tiba handphone ku bergetar, ah kuabaikan saja, fokus pada bimbingan tugas akhir ini.
. . . . .
Tak lama kemudian aku pun keluar dari kantor dosen, hari ini mood ibu dosen sangat baik. Ku check handphoneku berharap Tika menghubungiku.
Ternyata dugaanku salah, tadi hanya sekedar chat jarkoman dari grup kelas. Dan akhirnya aku melangkahkan kaki bergegas untuk pulang, hari ini cukup sampai disini, I just take me time. Sesampainya di rumah aku langsung ke kamar tidur, sepertinya hari ini begitu melelahkan, ah tidak bukan hari ini yang melelahkan tapi harapanku yang menyesakkan.
“Kak Josh, disuruh mamah anterin Bita ke sekolah, bita mau pramuka” kata Bita adikku
“eememmm, iya bentar kakak ganti baju dulu” jawabku
Akhirnya aku ganti bajuku, dan bergegas mengantarkan Bita ke sekolahnya.
“Kak josh, mau nungguin Bita apa pulang ? Tanya Bita
“Yaudah deh, kakak tungguin Bita disini aja” jawabku
Maklumlah Bita baru saja pindah ke Semarang, sebagai anak baru dia begitu sangat bersemangat dan antusias dengan sekolahnya, tak ada rasa malu ataupun sungkan sebagai anak baru di SD nya.
“hey Joshua, kok disini “ tiba-tiba ada suara wanita mendekat kearahku
“Eh, Tik iya nih, lagi anterin adik pramuka, bosen di rumah yaudah disini aja” jawabku mendadak
“kampret, kenapa perempuan ini tiba-tiba muncul” kataku dalam hati.
“Oh, Adik mu sekolah disini juga ? “ Tanya Tika
“Iya, barusan pindah dia dari Tangerang, baru juga dua minggu” jawabku
“Oh ya ? ponakanku juga sekolah disini juga” balas tika.
“Eh, udah dulu ya Tik, aku harus pulang, deadline skripsi harus kelar besok mau bimbingan lagi”  Kataku sambil mengambil motor dan bergegas pergi.
. . .
. . .
Loh, kok pergi ? kenapa ga disana aja ?
Sebagai lelaki aku memang penakut, aku memang pengecut, tapi aku memilih menjadi pengecut untuk saat ini daripada harus hancur berantakan sekali lagi oleh harapan yang kubuat. Bagiku, bukan perkara mudah untuk melupakan dia sekalipun apa yang dia lakukan dengan menolakku jelas-jelas menghancurkan hatiku.
Sepertinya rasa berdebar smriwing karena Artika itu masih ada sehingga aku harus menghindarinya.
. . .
Ku handphone, untuk menghubungi sahabatku
“ Dan,tolong jemput Bita yo, aku lagi badmood ki, mau ketemu karo Tika” kataku
“Huahahahahaha, oke bro” jawab Danu dengan ketawa ngejeknya.
. . . .
Malam mini, pikiranku menjadi sangat tidak tenang, kejadian hari ini begitu terasa begitu nyata.
Oh My God, baru ketemu dia sebentar saja efeknya seperti ini, benar kata nyanyian Kidung Agung, CINTA ITU KUAT SEPERTI MAUT, bahkan untuk orang yang namanya sudah di blacklist sepertiku, aku masih tetap menjadi tidak karuan. Malam ini tak tahu setan apa yang merasukiku, ku ambil handphone ku dan ku chat Tika
 Hey Tik maaf mengganggu kamu, btw selamat ya kamu sudah selesei sidang akhir.
Maaf untuk beberapa hari yang lalu atas aku yang menyatakan perasaanku, tapi hari ini aku belajar ga perduli responmu ke aku, aku masih tetap berdiri disini untuk perasaan yang sama saat kamu menolakku, aku gamau panjang lebar utarain apa perasaanku ke kamu toh kamu juga ga akan peduli dengan semua ini.
Yang penting sekarang kamu sudah tau,
Sejauh apapun kamu pergi, kalau aku rumahmu, kamu tau kemana harus pulang.  .
 
Dan tanpa piker panjang ku send  ke Tika.
. . . .
Dan Tika pun membalas chat ku
Thanks ya Jo.
. . . .
 
 
Sekian

Leave a Reply