Jangan Nikung Terlalu Tajam

Ga kerasa udah lewat sebulan ada di kampung inggris, walau udah ada peningkatan tapi belum mencapai target keinginan. Karena motor di titipin sama weny di Semarang, otomatis kendaraan pribadi disini adalah sepeda. Emang udah biasa kalo anak-anak kampung Inggris pada sewa sepeda untuk mempermudah akses transportasi mereka. Disini angkot jarang (namanya juga kampung) kalo naik ojek tiap hari ya tekor juga. Sayapun menyewa sepeda yang cukup murah dari biasanya, ternyata ada kekurangannya, rem nya awalnya baik-baik saja, namun semakin lama jadi tak berfungsi dan akhirnya tak berfungsi total.

Udah sebulan disini, paket belajar di Brilliant sudah habis. Sebulan berikutnya ambil paket di Elfast program ielts preparation sama di Brilliant untuk grammar dan speakingnya. Tanggal 25 ikut speaking di Dafodils juga.

Karena sudah ambil program di tempat lain, mau tidak mau harus pindah dari camp Brilliant. Peraturan disana menyatakan yang mengambil program di tempat lain tidak boleh ambil camp di Brilliant.

Jadi baru-baru ini pindah kost an, di Jalan Anyelir (anak kampung Inggris pasti tau), letaknya di tengah antara Elfast, brilliant dan Dafodils. Ya tetep lumayan jauh juga.

Letak kostnya pun sedikit agak menjorok ke dalam, dan tertutup dengan bangunan besar di depannya. Jalan masuknya pun tidak terlalu besar. Jadi buat anak baru sedikit agak kesusahan. Saya sediri beberapa kali kebablasan ke kost sendiri.

Kemarin sepertinya sedikit agak sial untukku. Sehabis makan siang rencanyanya akan pergi ke laundry karena baju kotor sudah menumpuk. Setelah dari laundry, langsung pulang ke kost lagi.

Bodohnya sudah tau sepeda ga ada rem nya, tapi kecepatan jalan si sepeda terlalu cepat dengan anggapan jalan masuk ke kost masih jauh.

Eh. . . .

Loh kok. . .

Itu kan kostannya. . .

Untuk kesekian kalinya kebablasan lagi. .

Liat ke depan, lalu ke belakang. . . wah sepiii.

Melihat kondisi sekitar, dengan kecepatan tetap, langsung banting stang sepeda menikung dan memutar untuk berbalik arah.

Yang penting yakin aja. .

Ketika sudah mau berhasil menikung, tiba-tiba keseimbangan dan akhirnya BRUUAAAKKK.

Saya dan si sepeda bersentuhan dengan tanah dengan gaya yang tidak enak dipandang.

Sakit ? Tidak terlalu sakit. Tapi MALU nya yang ga bisa di tutupin.

Dengan masa bodo, dan tidak melihat ke sekitar, saya bangkit dan balik ke kost an.

Dari situ saya belajar, jangan menikung terlalu tajam itu BERBAHAYA

Kadang kecelakaan terjadi bukan karena apa yang terjadi di sekitar kita, tapi karena ita tidak dapat mengendalikan diri kita sendiri.

Jadi ga usah macem-macem deh, apalagi mau nikung.

Nikung pake sepeda aja jatoh, apalagi nikung temen. – Sekian

Leave a Reply