Cermin Lelaki dan #PengakuanIbu, Bukti Tidak Ada Jalan Mudah dalam Sebuah Pernikahan

Pernah mendengar atau follow akun Instagram @cerminlelaki, satu akun Instagram dengan konten yang sangat konsisten berisi tentang curhatan para lelaki yang kebanyakan sudah menikah tentang permasalahan-permasalahan yang tidak terpikirkan malah muncul dalam kehidupan mereka.

Kalau lo baca isi curhatan banyak laki-laki ini, ternyata ragam permasalahan dalam kehidupan rumah tangga itu banyak banget yang bahkan yang awalnya bukan sebuah masalah besar, tapi sekarang malah jadi sesuatu yang sangat krusial, mulai dari jeratan pacar yang mengancam, rasa penyesalan yang dirahasiakan, kekecewaan terhadap istri, mulai insecure dengan apa yang sudah diraih dengan pasangan, calon istri yang disebut pelakor, pihak orang tua yang tidak akur dan masih banyak masalah lagi yang mereka gumulkan.

Cermi Lelaki

Sebagian besar laki-laki ini mengutarakan isi hati mereka di Cermin Lelaki ini menggunakan akun palsu/fake account, tujuannya ya supaya tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya sosok dalam sudah curhat tersebut. Mungkin karena stigma bahwa laki-laki itu harus kuat dan tidak boleh menceritakan masalah yang mereka hadapi atau juga rasa malu yang harus diantisipasi sehingga mereka menyembunyikan identitas mereka, dan dalam kehidupan nyata mereka berlaku layaknya hidup yang normal.

Mereka yang memutuskan untuk curhat, selain ingin mendapatkan ruang untuk mengeluarkan isi hari mereka, sebagian besar karena juga sudah tidak tahu bagaimana jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi dalam hubungan mereka. Dan perlu lo tahu, lelaki juga manusia, bukan superman yang bisa melakukan hal-hal luar biasa.

Rasanya tidak adil bila melihat dari satu sisi saja, di Instagram juga ada tagar #2019GantiPresiden eh bukan, yang benar tagarnya adalah #PengakuanIbu, tagar ini kalau engga salah diinisiasi oleh akun @haloibu.id, coba kamu cek sendiri.

View this post on Instagram

Saya seorang istri dan ibu, memiliki anak usia 6 bulan, saya pun bekerja paruh waktu di suatu instansi swasta. .
Sekilas kehidupan saya terlihat sempurna, mungkin memang sebenarnya sudah sempurna tapi saya yang kurang mensyukurinya. .
Saya hanya bisa dan berani bercerita disini, sejujur-jujurnya apa yang saya rasakan. Karena jika saya menceritakan ke suami atau keluarga, pasti runyam sudah. Suami saya sangat sayang dan dekat dengan Ibunya. Suatu hal yang sangat baik memang, tetapi lama-kelamaan saya merasa "tersisihkan". Setiap ada masalah suami lebih terlihat nyaman bercerita dengan Ibunya, bahkan untuk masalah rumah tangga kami dan bahkan ketika ia sudah tidak tahan dengan sifat burukku, ia menceritakan pada Ibunya. Saya merasa sudah tidak punya harga diri lagi di depan Ibu mertua. Padahal dalam waktu dekat Ibu dan Ayah mertua akan serumah dengan kami. Bagaimana saya bisa mengendalikan perasaan ini dan menghadapinya setiap hari? . .
#pengakuanibu A, 30 tahun, Karyawan swasta, Tangerang.

A post shared by Halo ibu, Apa Kabar ? (@haloibu.id) on

Isinya juga sama, yakni curhatan dari banyak ibu yang menghadapi masalah dalam rumah tangga mereka. Ada yang merasa menyesal telah menikah (muda), ada yang mengungkapkan lelah karena mengurus anak sendirian, ada yang jenuh dalam hubungan, ada yang trauma karena selalu disalahkan oleh suami mereka, keluarga dari pihak suami yang selalu ikut campur urusan rumah tangga mereka dan tentu masih banyak lagi curhatan tentang problematika rumah tangga yang mereka hadapi.

Lagi-lagi apa yang diceritakan oleh para ibu ini kemungkinan besar juga tidak diketahui oleh suami dan keluarga mereka. Baik Cermin Lelaki dan Pengakuan ibu ini dalam kehidupan nyata berpura-pura seolah-olah hidup sedang baik-baik saja, nyatanya masalah seperti ini akan menjadi bola es yang semakin lama semakin membesar, ketika sudah membesar barulah banyak aspek yang akan berdampak dan menjadi korban, salah satunya adalah anak.

Kenapa permasalahan-permasalahan yang disimpan rapat-rapat antar pasangan ini justru malah dikeluarkan dalam akun anonim di sosial media yang bahkan tidak mereka kenali?

Melihat fenomena kedua hal ini, ada banyak pertanyaan besar dalam kepala saya. Apakah mereka sudah terbiasa saling menyembunyikan rahasia dengan pasangan mereka? Kenapa bisa begitu? Jadi selama pacaran dan setelah menikah, apa yang mereka bicarakan? Kenapa bisa menikah kalau keduanya saling menyimpan rahasia? Pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya tidak ada dalam sebuah hubungan yang ideal malah jadi suatu hal yang serius untuk ditelisik.

Tapi, dari kedua akun ni gue menyadari satu hal bahwa tidak ada jalan mudah dalam sebuah pernikahan. Kemegahan dan kemeriahan sebuah pesta pernikahanmu tidak akan menjamin kalau kehidupan setelah pesta pernikahan akan berjalan dengan baik-baik saja. Banyaknya curhatan para suami-istri di Instagram Cermin Lelaki dan Pengakuan Ibu ini bukti bahwa setelah pernikahan hidup mungkin menjadi semakin tidak baik-baik saja, atau bahkan malah bisa jadi lebih berat dari sebelumnya.

Bila tidak diselesaikan keduanya akan saling memendam, dan tentunya tidak pernah menemukan hidup yang lebih baik dari harapan yang dibangun ketika akad.

Gue rasa sebelum lo menikah dan membangun rumah tangga ada dua pondasi besar yang harus kita dibangun secara kuat ketika kita sedang pada masa saling mengenal. Dua pondasi ini menjadi kunci utama agar kehidupan rumah tangga bisa menghadapi masalah sebesar dan seberat apapun itu, kalaupun ada banyak masalah yang ga lo pikirin sebelumnya muncul, kalau dua hal ini sudah terbangun dengan baik, gue yakin kehidupan pernikahan akan baik-baik saja meskipun harus berjalan tertatih.

Gak perduli apa jenis masalah dalam rumah tangga atau semengerikan apa ancaman yang akan dihadapi, kalau dua hal ini kokoh, bahtera rumah tangga akan tetap berlayar.

Dua pondasi paling penting ini adalah komunikasi dan rasa percaya.

Terlihat simpel, tapi kita semua tahu kalau membangun komunikasi dan rasa percaya itu bukan hal yang mudah, apalagi sama orang yang sama bertahun-tahun, sudah tahu tabiat buruknya seperti apa tentu ga akan mudah, apalagi kalau belum tahu apa hal-hal buruk yang ada antar pasangan.

Lo tahu artinya dari percaya kan? Jadi jangan sampai salah pilih orang yang mau lo percayai untuk sama-sama membsngun kehidupan pernikahan, salah pilih orang sama aja lo akan memunculkan banyak hal yang bakal menguras emosi dan energi lo sendiri. Nah, sebelum menentukan siapa yang mau lo percayai, komunikasi jadi salah satu jalan yang efektif untuk mengenal lebih dalam, tapi jangan berharap sepenuhnya karena kalau cuma komunikasi aja, akan banyak manipulasi di dalamnya. Jadi emang komunikasi harus dipadukan dengan waktu supaya lapis demi lapis tabiat dan karakter itu makin terlihat.

Dalam komunikasi, lo bisa berdiskusi membicarakan banyak hal untuk mengintip bagaimana cara dia berpikir dan menyelesaikan masalah, bagaimana dia melihat dan menilai sesuatu, bagaimana cara pandang dia, bagimana dia punya prinsip akan sesuatu. Intinya semakin dalam pembicaraan yang diobrolin, kemungkinan besar lapis demi lapis kepura-puraan itu akan ketahuan, kecuali kalau dianya emang udah expert dalam bidang tipu-menipu.

Menjadi sesuatu yang fundamental, komunikasi juga mengharuskan pasangan satu sama lain untuk saling terbuka dan tidak menyimpan rahasia namun tetap menjaga privasi. Artinya lo kasih kebebasan sama pasangan lo untuk bisa punya waktu sendirian, supaya dia bisa merasakan dirinya sendiri, begitu juga sebaliknya, pasangan lo juga harus kasih lo space buat diri lo sendiri. Mau engga mau lo butuh untuk lebih kenal sama diri lo.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dibicarakan antar pasangan, kalau ditutup-tutupi hal ini bisa jadi masalah yang cukup serius.

Beberapa masalah yang sangat sensitif dan rentan banget untuk menggoyahkan hubungan antar pasangan itu seperti finansial, komunikasi, seks dan keluarga. Bila dalam keempat hal ini masih goyah, benih-benih keretakan dalam rumah tangga itu sudah mulai tumbuh dan membesar, tinggal tunggu waktu aja semuanya bakal meledak dan menghancurkan semuanya. Ga percaya keluarga bisa jadi masalah? Udah banyak kok contohnya, seperti perang dingin antar mertua dan menantu, istri dan ipar, dan sebagainya. Apalagi masalah finansial, emang harus dibicarakan lebih dalam lagi, karena ekonomi menjadi masalah terbesar KEDUA yang menyebabkan rumah tangga menjadi hancur, peringkat pertamanya adalah karakter.

Leave a Reply