berbagi TELOLET

Awal bulan terakhir di tahun ini sepertinya tidak ada berita ‘bagus’ untuk negeri ini. Sosial media isinya nyaris penuh dengan hujat-menghujat, sebar-menyebarkan berita hoax, tanpa ada refleksi diri sediri, merasa dirinya yang paling benar. Semua saling menjelek-jelekan, umpat menumpat, sumpah serapah.

Kalau zaman dahulu, kebanyakan manusia itu takut melihat setan, tapi sekarang malah setan yang takut melihat kelakuan manusia.

Ebuseeeet, ternyata manusia itu lebih nyeremin

Penyebabnya cuma satu : AHOK

Gara-gara Ahok netizen terpecah menjadi dua, pro da kontra. Isu yang diangkatpun menyebar tak terkendali. Kristen, Cina, Kapir, Komunis, Syiah.

Dari dugaan penistaan agama yang dilakukan di kepulauan seribu (saya sebut dugaan karena belum ada putusan dari hakim tentang kasus ini). Para pendukung yang kalem mencoba mengklarifikasi dan menganalisis apa yang Ahok katakan dan konteks ucapan Ahok itu seperti apa. Tak sedikit pula pendukung ‘fanatik’ yang membabi buta POKOKNYA AHOK TIDAK SALAH.

Disisi lain, ada pihak-pihak yang merasa Ahok sudah menistakan agama, terjadilah Aksi Bela Islam 4-11 dan berlanjut 2-12. secara pribadi saya melihat ada banyak orang yang tulus hati turun kejalan karena tidak rela agama nya ‘dinistakan’, mereka benar-benar mencintai Islam. Namun banyak juga yang turut Aksi Bela Islam karena kepentingan politik golongan tertentu. Ada banyak pihak-pihak yang (merasa) dirugikan oleh kepemimpinan Ahok.

Setelah kejadian 4-11 dan 2-12 hari berikutnya adalah hari unfriend se-Indonesia. Alasannya cuma dua ; pertama mereka beranggapan ‘teman’ yang mereka unfriend itu tidak punya otak yang waras, kedua, mereka yang di unfriend adalah tipe-tipe manusia yang suka sekali dengan berita hoax, bermodalkan klik di mouse, berita hoax menyebar melesat melebihi kecepatan cahaya.

Tentang berita hoax, ada tulisan bagus dari Mba Jihan Davincaka judulnya

It’s Never Between You and Them

Mbak Jihan mengatakan ; Jangan sedih melihat kampanye negatif atau hitam. Kita harusnya sedih kalau kita yang menjadi pelakunya.

Belum selesai sampai disana, dari aksi ‘bodoh’ pemboikotan sari roti, lalu isu 10 juta tenaga kerja dari Tiongkok, dan yang terakhir tentang mata uang baru yang di keluarkan oleh pemerintah. Dari pemberitaan kenapa 5 dari 11 tokoh pahlawan pada lembar rupiah itu ‘kapir’ (lagi-lagi isu ini hahaha), lalu tentang yang katanya mirip dengan mata uang Yuan, Terakhir penghinaan terhadap Frans Kaisiepo.

Tentang masalah ini, saya dapat menyimpulkan satu hal ; Mereka butuh KARTU INDONESIA PINTAR.

Seenggaknya ada 3 baik yang saya lihat di bulan ini, pertama pertandingan piala AFF, Indonesia secara dramatis bisa mencapai final dan harus kalah melawan Thailand. Meskipun Indonesia kalah di final, mereka menang di Hati Rakyat Indonesia.

AFF membuat kita melupakan sejenak masalah kapir mengkapirkan. Rakyat Indonesia itu sebenarnya bisa bersatu, saat mereka bersatu, i can’t imagine how big power we have. Kalo bisa bersatu keren banget itu mah.

kedua fenomena TELOLET, ga ada yang nyangka ini jadi bagian berita baik dari Indonesia, video yang berasal dari sekumpulan anak-anak kecil di Jepara yang menunggu bis pantura di pinggir jalan sambil berteriak “OM TELOLET OM” dengan harapan sang supir membunyikna klakson bis nya yang memiliki suara khas ‘telolet’.

Seketika anak-anak tersebut bisa tertawa gembira setelah mendengar TELOLET, ini semacam lagunya Awkarin, CANDU.

Fenomena Om Telolet Om mejadi viral se DUNIA, GILS DUNIA bro, artis-artis kaliber Internasional pun banyak merespon tentang TELOLET.

Om Telolet Om sebenarnya menyiratkan satu hal, UNTUK BAHAGIA ITU TAK PERLU MAHAL, ga perlu gadget mewah, ga perlu piknik ke luar negri, ga perlu nngkrong di tempat-tempat mahal. belajar dari anak-anak Jepara, bahagia itu ketika bisa berkumpul dan bermain dengan canda dan tawa sambil teriak-teriak OM TELOLET OM.

hei, bahagia itu bukan karena apa yang terjadi di sekitar, bahagia itu dari dari dalam sini *nunjuk hati*

Bahagia dalam keederhanaan ini lah yang menyebar luas sampai seluruh penjuru dunia.

Berita baik terakhir yang dapat saya ambil di bulan ini adalah berita polisi yang dicakar oleh pegawai MA ; Dora. Dora, sekarang kamu jadi liar, jangan berteman dengan Boot lagi, dia bawa dampak buruk. Pokoknya jangan.

Yang menarik adalah, even pak polisi ini dimaki-maki sampe dicakar oleh tokoh kartun fenomenal ini, dia sama sekali tak melawan.

Apa yang di lakukan Polisi ini bertolak belakang dengan beberapa aparat yang sangat arogan.

Akhirnya Pak Polisi ini mendapat penghargaan dari kapolresta setempat, dan puncaknya adalah DIA MENDAPAT HADIAH NAIK HAJI GRATIS DARI PEMERINTAH SAUDI.

Pertama kali saya membaca berita ini, spontan saya teriak ‘wanjeeer’.

Untuk saat ini, kita harus menunggu 10-15 tahun untuk bisa ibadah haji. waitng list yang sangat banyak sehingga tiap-tiap negara punya jatah terbatas untuk pergi ke tanah suci bagi orang muslim.

Kebaikan yang dilakukan oleh Bapak Sutisna, menyebabkan dia mendapat kebaikan yang tak pernah di bayangkan sebelumnya.

Ah, seandainya banyak orang di negri ini dengan bahagianya melakukan kebaikan-kebaikan pada yang lain. saya rasa Tuhan akan tersenyum melihat apa yang kita kerjakan.

Leave a Reply