AND LIFE MUST GO ON  

2k17 was over and 2k18 is in your face now. . .

Kalau berbicara tentang 2017, artinya kita sedang membahas masa lalu, hal-hal yang baru saja kita lewati, peristiwa yang kita hadapi.  Tiga ratus  enam puluh lima hari bukan hanya sekedar waktu yang akan berlalu dan hilang begitu saja. Banyak sekali peristiwa dan kejadian yang menguras emosi, kadang membuat kita hanya bisa terdiam and then said

Oh God, what happen with this life ? and what next ?

Perdebatan, perbedaan, perpecahan, permusuhan, kebodohan, kemiskinan masih saja berkeliaran dalam lingkungan kita. Sosial media digunakan sebagai media untuk mengungkapkan kebencian, ketidaksukaan, hatespeech, bahkan kebencian untuk orang yang tidak dikenalpun semakin menjadi-jadi.

Warganet ini membentuk kubu-kubunya masing-masing, yang berbeda pandangan akan dianggap musuh, orang-orang dengan paham yang tidak sama dijadikan halal darahnya, yang cintanya tak tersampaikan mendadak jadi korban perasaan.

Yang ini membenci yang itu, yang itu selalu merendahkan yang ini. Semua saling menghina, menjelekkan, menjatuhkan, memandang rendah semua yang dianggap berbeda, akhirnya saya menyadari mereka adalah tipe orang yang sama hanya berada pada sisi yang berbeda saja. Sama-sama egois, sama-sama tidak mau kalah, sama-sama keras kepala.

2017 banyak diisi dengan realitas manusia yang memberi makan egonya sendiri, hingga lupa bagaimana sebenarnya mereka harus hidup.

Awalnya hanya mengamati apa yang sedang happening di luar sana, opini-opini apa yang sedang terbentuk, kekacauan apa yang banyak diisukan, hingga akhirnya lupa diri dan terhanyut dalam aliran menyesatkan yang membawa negative effect untuk pikiran sendiri. Pikiran menjadi kacau, jiwa semakin brutal dan akhirnya menyadari hidup yang sudah di ujung 2017 dengan menyisakan hal-hal yang tidak begitu baik.

Sebenarnya banyak juga berita-berita baik yang terjadi di negeri ini, tapi semuanya ter-blown-up oleh isu-isu yang memuaskan hasrat manusia untuk memaki, apalagi kalau bukan tentang kebencian. Lagi lagi tentang kebencian.

Okay, stop it now. . .

Buat hidup saya pribadi, tahun 2017 adalah waktu dimana banyak sekali perubahan keputusan yang sangat tak terduga sebelumnya, seperti merubah rencana kuliah dalam waktu kurang dari seminggu, memutuskan tetap stay di Semarang, hingga jatuh cinta pada perempuan yang tidak pernah terpikirkan sama sekali.

2017 bagi saya adalah tahun dimanasaya harus bangkit dan mengulang segalanya dari bawah lagi, hingga tahun ini berakhirpun, progress yang dihasilkan tidak selalu signifikan. Waktu berjalan cepat tapi kita tidak kemana-mana. Banyak sekali perencanaan yang salah, kekuatan yang tak diperhitungkan, alih-alih bisa menjalani semua hal, malah tidak melakukan apa-apa sama sekali.

2017, adalah pelajaran tentang kegagalan, mengumpulkan sisa-sisa harapan, dan bangkit lagi.

water-3051555_960_720
source : pixabay

2018 akan tidak akan lebih baik tanpa adanya kesadaran untuk memperbaiki diri sendiri, 2018 hanya akan menjadi 2017 yang sama hanya dengan perubahan yang angka dibelakangnya saja, nyaris tak berbeda tanpa makna.

Belum lagi. . . .

2018 diramalkan akan menjadi tahun-tahun lebih liar lagi. Persaingan akan menjadi lebih gila, ketidakwarasan zaman akan menemui puncak waktunya.

Beberapa hari dipenghujung waktu, saya mencoba untuk berkontemplasi tentang kesalahan apa yang harus diperbaiki, tentang masa depan seperti apa yang ingin saya ciptakan, tentang seseorang siapa yang akan terus saya perjuangkan, tentang banyak hal yang berawal dari hal kecil.

2018 semoga bisa menjadi milestone yang tak akan sama lagi.
You must create your own history, you define your storyline.

 And here we go, ada beberapa hal yang menjadi poin besar yang akan menjadi perhatian saya. Ada hukum yang berlaku di alam kehidupan kita what you believe is what you get.

2018 will be hard and tough, but you must be harder and more tough.

2018, PETER MUST BE PETRA.

“Satu-satunya cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri”

So, what should we do ? just three big point and this will lead your life more effectively.  There are skill, positive mindset, and do much good thing.

Prediksi pada tahun anjing bumi membuat kita seharusnya lebih waspada, waspada tentang banyak hal, politik, ekonomi, pendidikan, hubungan asmara. Di tahun 2018 akan ada Pilkada serentak yang Jatim, Jateng, Jabar, Sumut, tempat-tempat yang akan menjadi prediksi pilpres 2019. Melihat kebelakang pada pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, pilkada serentak 2018 tak kalah liarnya, bahkan bisa jadi lebih buas. Belum lagi dari sisi ekonomi, perkembangan startup, creative content,  persaingan MEA, ramalan naiknya tingkat pajak, tingkat pengangguran, lulusan kuliah yang tak siap bekerja, dan masih banyak lagi. Ini baru melihat dari dua bidang saja; politik dan ekonomi.

Kenyataannya akan banyak sisi yang perlu menjadi perhatian di tahun yang baru ini.

Seraya memperhatikan fenomena yang terjadi, masuklah dalam gelombang lawatan kehidupan dimana benih-benih kematian sudah disuntikkan. Bagaimana tidak membuatmu mati, tanpa ada skill yang mumpuni kau pasti akan terhempas. Dengan persaingan manusia yang lebih berat, menjadi orang dengan pekerjaan biasa dan mengharap income yang luar biasa itu sama saja dengan omong kosong. So, skill akan membuatmu bisa untuk bertahan hidup di waktu-waktu mendatang.

Berikutnya adalah positive mindset, waktu-waktu yang lalu saya adalah orang yang ga percaya dengan kekuatan positive mindset ini. Bagaimana mungkin hal-hal seperti itu bisa mengubah suatu kenyataan ?

Pola berpikir yang penuh dengan filsafat, logika yang memainkan sistem kehidupan, lalu memikirkan hal yang kadang orang lain tidak terpikirkan, mencoba melihat dari banyak sudut pandang, semua itu tidak hanya memberi efek yang positif, tapi juga negative effect. Ternyata Mindset adalah KOENTJI. Flashback dalam lalu lintas berpikir yang dibiarkan terbentuk begitu saja, berkeliaran sesuka hati, akhirnya saya berujung pada satu titik kesimpulan.

Kamu ingin terus hanyut, tenggelam dan mati, atau berenang melawan hal-hal negatif yang ada di sekitar untuk mewujudkan atmosfer yang positif ?

Perasaan itu berubah dan bisa diciptakan. Lagi lagi pola pikir adalah KOENTJI.

Dan yang terakhir adalah terus berbuat kebaikan, perkara yang mudah tapi jarang dilakukan. Sering dibicarakan namun jarang dipraktekan. Masih banyak yang menganggap bahwa hal ini adalah kesia-sian dan membuang waktu saja.

Relevansi antara kebaikan dan meningkatnya kualitas hidup memang tak terlihat pada garis yang nyata, namun semua orang tahu kalau kedua hal ini memang berhubungan. Kehidupan memang seharusnya bukan hanya sekedar tentang diri sendiri, saya, dan kepunyaan saya. Tapi juga tentang memberi harapan untuk hidup sendiri pada orang-orang di sekitar.

Satu hal lagi yang mungkin jadi perhatian di 2018, i wish i can do more depth my spiritual journey. 2k17 kayaknya udah cukup untuk membiarkan bola berpikir kemana-mana tak tentu arah. Sudah cukup untuk jadi anak nakalnya Tuhan. Perkembangan konsep berpikir, mahzam empirisme, ketidakselarasan antara kata dan kenyataan membuat ada hal-hal yang baru yang ditemukan, termasuk dalam dunia filsafat.

Jadi, pakah akan berhenti dari dunia perfilsafatan ? tentu saja tidak wkwkwkwk

Pemikiran-pemikiran ini boleh menjadi liar, antimainstream, melewati batas-batas kebiasaan yang terbentuk, tapi semuanya akan lebih menjadi bertujuan dan terarah.

Mengakui eksistensi Tuhan dan hidup dalam eksistensi itu yang menjadikan esensi dari kehidupan itu sendiri. Lebih tekun lagi baca kitab suci, lebih banyak bersyukur, lebih banyak membuat diri sendiri dan orang lain bahagia, dan semua hal yang menjadikan hidup bermakna semoga bisa selalu diusahakan.

Resolusi sudah dibuat, keinginan-keinginan sudah dituliskan, langkah-langkah untuk mencapai sudah ditujukan, target yang akan dilakukan per-triwulan harus diselesaikan harus diselesaikan.

2018 will be better than before.

May the force be with you and me.

father-and-son-2258681_960_720.jpg
source : Pixabay

Leave a Reply