Agama di dalam Sebuah Lemari Pakaian

Ada sebuah lemari pakaian dengan banyak jenis pakaian di dalamnya baik dari ukuran, kain pembuatnya hingga varian modelnya.

Di dalam lemari tersebut punya banyak baju dari semua ukuran, ada yang berukuran S, M, L, XL bahkan ada juga yang berukuran XXL.

Bagi orang yang yang kurus baju dengan ukuran S tentu lebih cocok untuknya, tapi kalau dia memakai baju ukuran L atau XL akan jadi lucu penampakkannya. Untuk mereka yang berukuran besar, ukuran baju yang pas ya L atau XL tergantung dengan tubuh mereka sendiri. Kalau tubuh dengan kuran baju L dan memaksakan diri mengenakan baju ukuran M atau S juga tampak aneh.

Jadi, kalau baju yang pas kamu pakai itu ukuran L ya pakai baju dengan ukuran yang L juga, Kalau ukuran baju mu M ya pakai baju dengan ukuran M juga jangan dibolak-balik apalagi dipaksakan, apalagi memaksakan orang lain pakai baju yang kita mau dengan ukuran yang ngawur.

Sc – Unsplash/chuttersnap

Jangan paksa orang lain untuk memakai baju dengan ukuran L juga. Banyak orang punya ukuran baju L, tapi enggak semua. Yang memakai baju ukuran XXL juga ada meskipun tidak banyak.

Mungkin kamu punya ukuran baju M sedangkan aku L, kita bisa pakai baju dengan ukuran kita masing-masing tanpa harus mendebatkan baju punya ku lebih baik daripada baju punya mu. Semuanya sangat baik kalau itu memang ukuran yang pas untuk kita.

Tapi sebelumnya kamu harus tau ukuran baju kamu yang sebenarnya seperti apa. Kalau ukuran baju mu M dan kamu nekat pakai baju ukuran L, siap-siap menahan malu aja atau kamu emang udah ga punya malu.

Makanya ada namanya fitting room, ruang untuk mencoba apakah baju yang kita pakai pas atau enggak. Kalau masih belum yakin dan punya nyali lebih, coba aja semua jenis ukuran baju satu per satu biar kamu yakin dengan ukuran dan pilihan baju mu.

Jangan-jangan selama ini, baju yang kamu pakai enggak sesuai dengan ukuran tubuhmu, makanya jadi terlihat lucu yang kadang punya kesan menyebalkan.

Cr : Unsplash/Artem Bali

Tidak hanya baju dengan berbagai ukuran, di dalam lemari pakaian tersebut juga terdapat baju dengan berbagai model, ada kaos, kemeja, jas, rok, blazer, jaket kulit, parka dan masih banyak lainnya.

Berpakaianlah dengan sesuai dengan situasi dan kondisi, tidak usah melebih-lebihkan dan mengurang-ngurangkan. Kalau menghadiri pertemuan resmi pakai kemeja dengan jas, atau kemeja saja juga cukup, atau pertemuan yang sangat resmi pakai jas yang rapih dan lengkap dengan aksesorisnya, jangan pakai kaos oblong.

Begitu juga sebaliknya, kalau mau pergi ke pasar, pakai yang pantas juga. Apa iya kamu pergi ke pasar untuk beli sayuran, bumbu dapur, ikan asin dengan memakai jas lengkap dengan dasi kupu-kupu nya?

Ada baju yang rapi, ada baju yang kusut, ada baju yang wangi, ada juga baju yang bau apek. Kondisi baju kita tergantung bagaimana kita merawatnya. Kalau mau baju yang rapi, ya jangan lupa disetrika, kalau mau baju yang wangi jangan lupa dicuci dan dikasih parfum.

Kalau baju mu apek, bagaimana kamu bisa mengharapkan baju mu menjadi rapi dan wangi tanpa melakukan apa-apa, itu bodoh namanya.

Credit : Unsplash/Yasmine Boheas

Ada juga mereka yang suka dengan gaya berpakaian tertentu, ada yang selalu memakai jeans, ada yang suka memakai kaos oblong polos tanpa corak apapun.

Sehingga ada yang membuat perkumpulan-perkumpulan sesuai dengan gaya berpakaian yang mereka anut misalnya seperti Front Pembela Batik, Jaringan Oblong Liberal, Persekutuan Mahasiswa Polkadot, dan masih banyak lainnya.

Ada juga baju dengan sentuhan lokal tradisional seperti batik atau tenun ikat khas Nusantara, ada juga baju dengan style dari adaptasi desain luar yang sudah menjamur dan terlalu sering kita jumpai.

Dalam dunia perbajuan ini, ada pula orang yang ahli dalam permasalahan ini, para desainer, penasihat gaya berpakaian dan semacamnya. Orang-orang ini lah yang mempunyai ilmu dan intuisi terkait dunia perbajuan baik dari pengalaman pribadi mereka atau dari apa yang mereka pelajari.

Namun kamu perlu waspada, karena ada beberapa ahli yang tidak kompeten dengan seenaknya menyatakan baju jenis ini salah, jenis tidak baik, baju ini mengarahkan kamu ke jalan yang salah, kalau kamu pakai baju ini kamu akan kudisan, kena panu dan semacamnya.

Hal itu bisa benar dan bisa juga salah, makanya kamu harus tahu kondisi baju yang kamu pakai, dengan apa? Pengetahuan dan pengalaman tentunya.

Namun di atas semuanya itu, berpakaianlah senyaman-nyamannya, ada yang nyaman dengan baju jenis tertu, namun ada juga orang yang lebih nyaman tidak mengenakan baju dan bertelanjang dada seperti para laki-laki ketika berada di kostan mereka.

Leave a Reply